Home / Opini / Satgas Covid-19 Witihama Perketat Jalur Masuk Lamabelawa-Riangduli-Waiwuring
Anggota DPRD Flotim, Ahmad Muktar, Martinus Ola.Anen dan Muhidin DS.Tokan, bersama Danramil 1624 02 Adonara, Mayor (Inf) Ignasius Hali Sogen, Kapospol Witihama, Aipda G.B.Don, Sekretaris Satgas Covid-19 Witihama, Lambert Ola dan Timnya sedang bersama Satgas Covid-19 Desa Lamabelawa di Pintu Masuk Posko, Kamis, 16/04/2020, Sore. (Delegasi.Com/BBO)

Satgas Covid-19 Witihama Perketat Jalur Masuk Lamabelawa-Riangduli-Waiwuring

 

LARANTUKA, DELEGASI.COM –Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanggulangan Virus Corona (Covid-19) Kecamatan maupun Desa di Witihama, Adonara, Flotim diminta agar terus memperketat jalur keluar masuk.

Baik melalui jalur Desa Lamabelawa, Riangduli dan Waiwuring.

Pasalnya, 3 desa ini menjadi jalur utama yang selalu digunakan sebagai jasa transportasi darat maupun laut keluar masuk manusia dan kendaraan, dari dan ke Witihama yang mesti terus ditingkatkan penjagaannya.

Demikian salah satu point penting yang direkomendasikan dalam kegiatan monitoring Percepatan Penanggulangan Covid-19 oleh Anggota DPRD Flotim, Muhidin Demon Sabon Tokan dan Ahmad Muktar saat bertemu Ketua Satgas Covid-19 Witihama, Laurensius Lebu Raya,SH, Sekretaris Satgas, yang juga Kepala Puskesmas Witihama, Lambertus Ola Rua dan timnya di Kantor Camat Witihama, Kamis, 16/04/2020, Pagi.

Ikut hadir dalam pertemuan ini, Kabag Hukum Setwan Flotim, Mat Zulkarnain, Babinsa Witihama dan staf Puskesmas Witihama.

Selain peningkatan penjagaan, juga dibicarakan tentang dana bantuan senilai Rp.15 juta per Kecamatan dari APBD Flotim yang telah diterima dan pemanfaatannya.

Lalu, berbagai kendala yang dihadapi di lapangan terkait kerja Satgas Covid-19.

Termasuk, penanganan pelaku perjalanan yang keluar masuk di dalam wilayah Witihama, baik pemantauan terhadap Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Selain itu, dibicarakan juga tentang masih banyak warga yang tak mematuhi himbauan pemerintah terkait protokol pencegahan Covid-19.

Yakni, #Tinggal di rumah, #Jaga Jarak, #Hindari Keramaian, #Makan Bergizi, #Cuci tangan pakai sabun, #Tak Lakukan Perjalanan Yang Tak Penting.

Terkait hal ini, Muhidin Demon dan Ahmad Muktar meminta Ketua Satgas Covid-19 Witihama, Laurensius Lebu Raya agar tetap giat melakukan himbauan, dan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di desa untuk solid bergerak mengajak warga patuhi protokol pencegahan Covid-19 tersebut.

“Suka atau tidak suka, himbauan harus tetap dijalankan. Awasi terus warga yang masih kurang peka dengan situasi ini. Juga harap dilaporkan terus kendala atau kekurangan yang dihadapi agar bisa dimaksimalkan lewat dana Rp.14 M yang sudah dialokir tersebut,”ujar Muhidin Demon dan Ahmad Muktar.

Pihaknya, sambung Politisi Partai Gerindra dan NasDem Flotim ini, turun untuk lakukan monitoring penanganan Covid-19 di Witihama, sehingga berbagai kendala yang dihadapi, agar disampaikan supaya menjadi bahan bagi lembaga Dewan dalam mengawasi penggunaan dana Rp.14 M APBD Flotim yang telah dialokir itu.

Dalam pertemuan tersebut, Muhidin Demon dan Ahmad Muktar pun sempat menanyakan ihwal dana Rp.15 juta per kecamatan dan pemanfaatannya, yang telah diterima itu.

Merespons pertanyaan tersebut, Ketua Satgas Covid-19 Witihama, yang juga selaku Camat menjelaskan, jika dana iti sudah dimanfaatkan.

Anggota DPRD Flotim, Ahmad Muktar, Muhidin DS Tokan dan Martinus Ola Anen, Kabag Hukum Setwan Flotim, Mat Zulkarnain, Danramil 1624 02 Adonara, Mayor (Inf) Ignasius Hali Sogen,SE, Kapospol Witihama, Aipda. G.B.Don, Sat Pol.PP Witihama, Ama Kia sedang berdiskusi dengan Kades Waiwuring, Muhammad Jabir, Kamis, 16/04/2020, Siang. Sekaligus meninjau kesiapan Posko Satgas Covid-19 Desa Waiwuring. (Delegasi.Com/BBO)

 

“Betul dana itu sebagiannya sudah dimanfaatkan, termasuk insentif bagi petugas Satgas Covid-19,”ujar Lebu Raya.

Meski demikian, Lebu Raya mengakui bahwa masih banyak kebutuhan yang belum dipenuhi seperti Masker dan APD lainnya di Posko.

Pun terkait perilaku warga yang masih kurang mematuhi protokol pencegahan Covid-19, diakui bahwa kerap terbentur dengan sikap warga yang enggan mau diatur, dengan alasan tradisi setempat seperti upacara kematian.

Walaupun, sudah sering dihimbau agar yang tidak punya hubungan keluarga dekat sebaiknya tak perlu datang,”terang Lebu Raya.

Sementara terkait pintu keluar masuk di Desa Lamabelawa, Riangduli dan Waiwuring, pihaknya terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 di desa untuk terus dimaksimalkan.

Kendatipun, dengan berbagai keterbatasan yang dihadapi.

Ia pun tak memungkiri jikalau penjagaan pada setiap desa masih terlihat longgar.

“Benar, semua desa belum maksimal jaga. Hanya beberapa Posko yang stand by seperti Lamabelawa, Riangduli dan Waiwuring,”pungkasnya lagi.

Sedangkan salah satu pusat keramaian seperti Pasar Mirek Oringbele, timnya sudah dan selalu memberikan himbauan juga.

Sementara, Lambert Ola Wua yang juga Kepala Puskesmas Witihama kepada media jelaskan, pihak terus lakukan monitor terhadap pelaku perjalanan dan mengupdate laporan ke Satgas Covid-19 Kabupaten.

“Terkait himbauan dan edukasi kepada warga, pihaknya memang terus lakukan hingga kini.
Konsentrasi kami lebih di Pasar Mirek setiap hari pasar yakni Selasa, Jumad dan Minggu. Kami Turun langsung, himbau pakai pengeras suara dan bagi liflet Covid-19. Kami bagi tim, ada yang di pasar, sedangkan Camat dan Tim lainnya kelililing Posko di desa dan himbau warga,”tuturnya.

Tentang kesiapan Puskesmas Witihama dan tenaga kesehatannya, Lambert Ola menjelaskan, hingga kini masih tetap siaga bertugas meski dengan berbagai keterbatasan.

“Iyah, APD nya masih terbatas. Kami baru dapat Masker, Baju dan sarung tangan dan satu buah termometer dari Dinas Kesehatan Flotim. Sepatu, helm dan kacamata diambil hari ini,”ujarnya.

Data terakhir per Kamis, 16 April 2020, sambung Lambert Ola, ada 142 Pelaku perjalanan yang didata, 11 orang dilakukan karantina mandiri. 4 Orang dengan keluhan sudah dinyatakan baik, 3 sudah baik tapi menunggu masa 14 harinya berakhir, sedangkan 1 orang baru dalam masa karantina.

Tetapi, itu pun keluhannya biasa saja seperti batuk, pilek.

Walau demikian, pihaknya tetap lakukan minotoring setiap saat.

Muhidin Demon dan Ahmad Muktar pada kesempatan ini mengapresiasi kerja Satgas Covid-19 Witihama, yang terus tangguh bekerja, walau sarana pendukungnya masih sangat minimalis.

Serta praktis, penjagaan pun terlihat belum terlalu ketat di Posko Kecamatan.

Hanya di Posko Lamabelawa yang stand by.

Bahkan, pantauan media, di halaman depan Kantor Camat Witihama pun tak terlihat aktivitas Satgas Covid-19.

Tak ada tempat cuci tangan dengan sabun.

Petugas jaga kantor yang sempat ditanyai mengakui kalau disinfektan atau sabun cuci pun baru dibelanjakan.

Usai bertemu Satgas Covid-19 Kecamatan Witihama, dilanjutkan ke Posko Satgas Covid-19 Desa Waiwuring, lalu ke Puskesmas Witihama di Desa Sandosi dan berakhir di Posko Satgas Covid-19 Desa Lamabelawa.

Saat di Posko Satgas Covid-19 Desa Waiwuring, baru bergabung Anggota DPRD lainnya, Martnus Ola Anen, Danramil 1624 02 Adonara, Mayor (Inf) Ignasius HS, SE dan Kapospol Witihama, Aipda. G.B.Donatus, dan Anggota TNI Koramil Adonara.

Tim diterima Kepala Desa Waiwuring, Muhammad Jabir dan anggota Satgas Covid-19.

Dalam pertemuan itu, diusulkan agar Posko Satgas Covid-19
Desa Waiwuring perlu ditingkatkan fasilitas dan penjagaannya.

Pasalnya, merupakan salah satu jalur penyeberangan dan juga ada kegiatan bongkar muat barang seperti beras dari Makassar yang mesti diawasi secara ketat untuk mencegah virus Covid-19.

Muhidin Demon, Ahmad Muktar, Martinus Ola Anen, Danramil Adonara Ignasius HS, Kapospol Witihama, G.B.Don, Kasat Pol PP Witihama bersama Kades Muhammad Jabir juga turun langsung memantau KLM.Muda Jaya 01 yang membawa beras dari Binjai bersama 8 ABK nya di Dermaga Waiwuring.

Kepada Satgas Covid-19 Desa Waiwuring dan Kecamatan Witihama, diminta agar memperketat penjagaan di Dermaga Waiwuring dan kawasan pantainya. Dan, kita minta Satgas Covid-19 Kabupaten untuk membantu penambahan fasilitasnya,”tegas Muhidin Demon, diamini Ahmad Muktar dan Martinus Ola Anen.

Sementara Danramil 1624 02 Adonara, Ignasius Hali Sogen meminta agar Posko Satgas Covid-19 di Waiwuring harus diperkuat lagi, termasuk jumlah Personil, hingga fasilitasnya.

Sebab, bukan hanya Kapal barang yang diawasi, tapi mengantisipasi manusia yang menyeberang dari dan ke Lembata.

“Memang, untuk kapal yang bawa logistik beras tak dilarang, namun harus dipastikan melalui jalur yang legal dan diperiksa, disterilisasi baru bisa sandar bongkar muat.

Dan, ini musti diperhatikan dengan serius agar tidak kecolongan. Kita berharap, segera ditanggapi Satgas Covid-19 Kecamatan Witihama dan Kabupaten,”pungkasnya, serius.

Kades Waiwuring Muhammad Jabir kepada media sampaikan, pihaknya sudah lakukan semprot Disinfektan kepada ABK dan kapal.

“Kami juga larang mereka tak boleh keluar dari kapal sampai kembali. Warga pun dilarang merapat ke kapal,”tukasnya.

Dia mengakui, fasilitas Posko masih terbatas. Alat semprot masih kurang. Pengukur suhu badan juga masih dipesan.

“Kami masih seadanya. Mohon bantuan dari Satgas Covid-19 Kabupaten. Sedangkan, koordinasi dengan Satgas Kecamatan pun tetap berjalan,”tutupnya.

//delegasi.(BBO)

Komentar ANDA?

About Delegasi Online

Check Also

Covid-19 dan Pilkada Humanis

“Jadi problem jika bantuan tersebut justru bersumber dari anggaran negara dengan memanfaatkan kewenangan jabatan yang ...