Home / Sosbud / 164 Warga Manggarai Timur Keracunan Makanan dan Satu Meninggal
Sebanyak 164 orang warga di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur mengalami keracunan makanan hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi usai mengikuti acara kedukaan pada salah satu rumah warga di Dusun Pau, Kelurahan Ngalak Leleng, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Jumat(30/4/2021) lalu//Foto Istimewa

164 Warga Manggarai Timur Keracunan Makanan dan Satu Meninggal

KUPANG, DELEGASI.COM – Sebanyak 164 orang warga di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur mengalami keracunan makanan hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Manggarai Timur, Jefry Haryanto ketika dihubungi ANTARA dari Kupang, Selasa, (4/5) mengatakan, peristiwa keracunan makanan itu terjadi usai mengikuti acara kedukaan pada salah satu rumah warga di Dusun Pau, Kelurahan Ngalak Leleng, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Pulau Flores.

Menurut dia, para korban mengkonsumsi makanan atau pangan saat menghadiri acara kedukaan di salah satu rumah warga di Desa Ngalak Leleng pada Jumat (30/4) lalu.

Sejumlah warga yang diduga keracunan makanan mendapat pengobatan lansung di lokasi kejadian.//Foto: Kumparan

 

Baca Juga: Tiga Pejabat Pemprov NTT Dipolisikan Gegara Gusur Tanah Warga
Baca Juga:  Pemerintah Telah Terbitkan Kebijakan Pemberian THR Bagi PNS di Tengah Pandemi

Jefri Haryanto menjelaskan, 164 orang warga termasuk sekitar 30 orang diantaranya anak-anak mengelukan sakit perut dan diare.

Menurut dia sudah 15 orang pasien yang telah dinyatakan sembuh sedangkan satu orang meninggal dunia karena mengalami dehidrasi.

“Satu orang meninggal hari ini. Kondisi pasien mengalami kekurangan cairan sebelum dilarikan ke rumah sakit,”ujarnya.

Menurut Jefri Haryanto, masih 148 orang yang sedang dalam perawatan medis di Puskesmas Mano dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Ben Mboi di Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Selain itu menurut Jefri Haryanto, sejumlah pasien memilih melakukan perawatan mandiri di rumah, sehingga petugas medis mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan pengobatan.

“Kondisi para pasien sudah mulai pulih setelah ditangani secara medis. Para petugas medis juga melakukan pengobatan terhadap pasien yang memilih rawat di rumah,” kata Jefri Haryanto.

//delegsi(ANT)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Wali Kota Serahkan Bantuan WiFi Untuk Karang Taruna Kota Kupang

KUPANG,DELEGASI.COM–Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH menyerahkan bantuan seperangkat WiFi gratis ...