Fadmmab Gelar Aksi di Gedung DPRD NTT Tolak Pembangunan Geothermal di Manggrai Barat

Forum Advokasi Mahasiswa Manggarai Barat (Fadmmab) menggelar aksi damai dengan membakar lilin berjejer di depan kantor DPRD Provinsi NTT sebagai bentuk protes pembangunan Geothermal di Desa Wae Sano,Kecamatan Sano Nggoang Kabupaten Manggarai Barat,NTT, Rabu (09/02/2022).//Foto: Delegasi.com(impresinews)

DELEGASI.COM, KUPANG – Forum Advokasi Mahasiswa Manggarai Barat (Fadmmab) menggelar aksi damai dengan membakar lilin berjejer di depan kantor DPRD Provinsi NTT sebagai bentuk protes pembangunan Geothermal di Desa Wae Sano,Kecamatan Sano Nggoang Kabupaten Manggarai Barat,NTT, Rabu (09/02/2022).

Salah satu anggota aksi, Hans Longos pada kesempatan itu menyatakan bahwa masyarakat Manggarai Barat menolak dengan tegas pembangunan Geothermal tersebut.

BACA JUGA:

Aktivis PMKRI Demo Tolak Geothermal Wae Sano, Pintu Gerbang Kantor Bupati Manggarai Barat Ditutup

“Hari ini 90 persen masyarakat tetap konsisten menolak pembangunan Geothermal Wae Sano, kami tidak butuh pembangunan itu,” tegas Hans Longos.

Serentak disampaikan para mahasiswa itu bahwa sejak tahun 2019 hingga saat ini mereka tetap konsisten menolak pembangunan Geothermal Wae Sano yang dibangun di Manggarai Barat.

Dan meminta agar bisa bertatap muka secara langsung dengan menyampaikan aspirasi kepada ketua DPRD NTT atau Anggota DPRD NTT.

“Apa salahnya jika kami masuk kedalam dan sampaikan aspirasi kami, secara langsung dengan Ketua DPRD atau para anggota DPRD NTT di dalam ruangan itu,” tanya Mahasiswa itu.

Koordinator umum Forum Advokasi Mahasiswa Manggarai mengatakan bahwa tidak penting sama sekali aspirasi mereka jika selain Ketua DPRD NTT dan Komisi IV DPRD NTT yang mereka jumpai,”tegasnya.

” Saya meragukan ruangan komisi DPRD NTT itu tidak ada orang sama sekali, kami yang tergabung Fadmmab sangat menduga akan hal itu,” tegas Mahasiswa itu.

BACA JUGA:

Demo Tolak Geothermal Oleh Aktivis PMKRI Berujung Ricuh Pagar Kantor Bupati Manggarai Barat Roboh

Koordinaotor umum Fadmmab menyatakan dengan tegas bahwa Labuan Bajo saat ini dalam kondisi sangat memprihatinkan karena sedang dalam genggaman para oligarki.

” Diduga bahwa ada upaya untuk beberapa waktu kedepannya, tetapi DPRD NTT memberikan ijin untuk pembangunan itu, kami mahasiswa yang tergabung dalam Forum Advokasi Mahasiswa Manggarai Barat (Fadmmab) menilai Angota DPRD NTT bekerja kurang profesional,” kritiknya.

Sekwan DPRD NTT, Thobias Ngongo Bulu pada kesempatan itu menghampiri para demonstran dan menerima surat tuntutan yang diberikan oleh Forum Advokasi Mahasiswa Manggarai (Fadmmab).

Thobias Ngongo Bulu menyampaikan bahwa, aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Mahasiswa akan di tindak lanjuti.

//delegasi(Hermen Jawa)

 

Komentar ANDA?