Home / Hukrim / Ada Proyek Swakelola Rp 25,5 M di Balai Sungai NT II
Mobil Pemboran Air Milik PPAT BWS NT II NTT yang rusak

Ada Proyek Swakelola Rp 25,5 M di Balai Sungai NT II

Kupang, delegasi.com – Ada proyek swakelola Rp 25,5 Milyar di Satuan Kerja (Satker) Proyek Pengembangan Air Tanah (PPAT) Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II) Provinsi NTT. Proyek swakelola tersebut berupa perbaikan alat bor, pengadaan alat bor dan kendaraan angkut.

Kepala BWS NT II, Deppy Cipta yang berusaha dikonfirmasi wartawan, tidak berhasil di temui karena sedang bertugas di luar Kota Kupang. Saat dihubungi melalui WhatAp, Jumat (9/10/16), Deppy meminta wartawan untuk bertemu Kepala Seksi Perencanaan BWS NT II, Marchaban. Namun yang bersangkutan tidak masuk kantor ketika akan dikonfirmasi wartawan.

Kepala BWS NT II NTT, Deppy Cipta.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, proyek swakelola tersebut dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) Murni tahun 2016 melalui Kementerian PUPR, Ditjen Sumber Daya Air, SNVT Air Tanah dan Air Baku NTT II NTT dengan pagu anggaran Rp 22.588.247.000.

Program Pengelolaan Sumber Daya Air – Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku tersebut terdiri atas 5 kegiatan, yakni (1) Penataan BMN Satker Air Tanah dan Air Baku NT II NTT; (2) Perbaikan da rehabilitasi pemboran kegiatan penyediaan air baku dan pendayagunaan air tanah I Rp 1.120.179.000; (3) Perbaikan da rehabilitasi pemboran kegiatan penyediaan air baku dan pendayagunaan air tanah II Rp 772.252.000;

(4) Perbaikan da rehabilitasi pemboran kegiatan penyediaan air baku dan pendayagunaan air tanah III Rp 482.956.000; dan (5) Pengadaan peralatan pemboran air tanah beserta pelengkap dan kendaraan angkut Rp 19.936.680.000.

Kasatker PPAT, Agus Sosiawan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2 Wilayah Flores, Jibrael Klaping yang berusaha dikonfirmasi wartawan sejak Senin-Jumat pekan lalu, terkesan menghindar. Ada-ada saja alasan yang disampaikan stafnya kepada wartawan.

“Bapak sedang rapat (tender, red) sampai sore. Jadi Bapak bilang sebentar jam 4 sore baru datang,” ujar seorang staf Jibrael Klaping pada Jumat (9/12/16 pagi.

Namun saat didatangi pada Pukul 15.30, staf yang bersangkutan mengatakan, “Bapak sudah pulang,”ujarnya. Walaupun mobil Jibrael Klaping dengan Plat No. 401 masih terparkir di depan ruang kerjanya.//delegasi(ian/oni/egi/ger)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

OJK NTT Minta BPR Larantuka Selesaikan Masalah Debitur Dengan Baik

LARANTUKA-DELEGASI.COM– Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT di Kupang, angkat bicara soal tarung terbuka antara ...