Home / Daerah / Akses Telkomsel Buruk, ‘Paksa’ Siswa di Ile Bura Buka Tenda Belajar Daring di Tepi Jalan
Para siswa/siswa, Maria Kewuta, Kelas 3 SMAN I Wulanggitang (baju seragam), Diana Hera, Siswi SMAK Frateran Podor Larantuka (Baju Merah), Katarina Kewa Witin, Siswi SMAN I Wulanggitang (Seragam/kiri), sedang belajar daring zoom, Rabu, 13/01/2021, Pagi. (Delegasi.Com/BBO)

Akses Telkomsel Buruk, ‘Paksa’ Siswa di Ile Bura Buka Tenda Belajar Daring di Tepi Jalan

ILE BURA-DELEGASI.COM – Buruknya infrastruktur udara alias akses jaringan/sinyal Telkomsel di wilayah Kecamatan Ile Bura, Flores Timur, yang tidak diurus dengan baik oleh Pemerintah Daerah hingga kini, memberi kendala serius bagi berbagai urusan vital lebih dari 5.000 jiwa di Ile Bura.

Termasuk, kebutuhan belajar daring zoom yang dialami para Siswa SMA asal Ile Bura saat ini.

As yang ikut diendus Delegasi.Com, Rabu, 13/01/2020, Pagi, karena terkendala jaringan sinyal Telkomsel di rumah, belasan Siswa / Siswi di Desa Riangrita, udah nekad bangun tenda darurat di tepi jalan raya, yang sinyalnya kuat sejak Selasa, 12/01/2021, Pagi.

Nekad bangun tenda darurat di tepi jalan Dusun Riangbunga, Siswi SMA asal Ile Bura sedang belajar daring zoom, Rabu, 13/01/2021, Pagi. (Delegasi.Com/BBO)

 

Meski cukup miris dan memprihatinkan, tapi juga ide spontan nan cerdas dan kreatif para siswa / siswi ini menembus tantangan, biar tak ketinggalan mata pelajaran di sekolah.

Hebatnya lagi, bukan hanya di tepi badan jalan raya trans Nobo-Wutun, namun letak tenda belajar yang pasnya di Dusun Riangbunga itu berada tepat di areal tanjakan bertebing, dan didepannya jurang agak dalam, langsung ke laut.

“Iyah Pak, memang agak berbahaya dan tidak terganggu lalu lintas kendaraan, namun mau bagaimana lagi.

Hanya disinilah sinyalnya kuat dan online setiap saat, “ujar Diana Hera, Maria Kewuta dan Katarina Kewa Witin saat ditemui Media, Rabu, 13/01/2021, Pagi di tenda belajar itu.

Ketiganya mengakui, meminta orang tua untuk bangun tenda darurat ini agar bisa ikut belajar berani melalui zoom.

Sebab, di rumah tidak ada sinyal Telkomselnya.

“Kami lebih nyaman onlinenya kalau di titik koordinat ini.

Walau listriknya pun tidak ada, dan terganggu dengan lalu lintas kendaraan.

Juga kalau hujan, karena tendanya darurat, “ujar Diana Hera, lagi.

Saat ditanyai apakah tetap bertahan di tempat ini dan tidak ada lokasi lainnya yang lebih baik, Diana memastikan, hanya lokasi inilah yang terbaik di sinyalnya karena terbuka secara langsung dengan Tower Telkomsel dari Pulau Solor.

“Kalau hujan, maka tentu sulit belajar karena tendanya darurat, juga kalau listriknya padam.

Memang, Kami kesulitan listrik, sehingga baterai HP harus penuh, karena jam sekolahnya dari pagi sampai siang.

Sehingga dibutuhkan saat ini adalah pasokan listrik untuk Handphone dan Laptop, “sambung Diana, tersenyum sembari menyampaikan, kalau hal ini pun telah menyampaikan kepada Camat Ile Bura, Jack Ara Kian, S.Sos.M.AP saat menyambangi tenda belajar berani ini, Selasa, 12/11/2021, Siang.

Diana, Maria dan Katarina juga berharap kedepan, Pemerintah bisa membangun satu Tower Jaringan Telkomsel yang kuat di wilayah Ile Bura, di areal Lewotobi hingga Riangbunga-Riangrita, yang bisa menjangkau kebutuhan warga.

Camat Ile Bura, Jack Ara Kian kepada Wartawan, saat ditemui di ruang kerjanya, memberikan apresiasinya atas semangat belajar para siswi / siswa SMA asal Ile Bura ini.

Pihaknya, dukung penuh untuk berjuangan hadirkan fasilitas Tower dan hal lain untuk menunjang proses belajar berani zoom ini.

“Saya juga turun pantau pada hari kedua ini. Dan, selanjutnya,” katanya.

Ini tenda darurat yang dibangun siswi/siswa SMA asal Ile Bura dan orang tuanya untuk kegiatan belajar daring zoom. (Delegasi.Com/BBO)

 

Ia juga minta agar orang tua pun ikut jaga kenyamanan belajar ini.

Juga warga lainnya. Apalagi di tepi jalan raya.

Informasi yang diperoleh Media, Kepala Dusun Riangbunga, Titus Keraf pun turun tangan langsung buka tenda dan jamin kenyamanan belajar di lokasi ini.

Asal tahu saja, di lokasi tenda belajar ini juga jadi tempat tambatan perahu milik nelayan.

Letaknya pun cukup strategis untuk dijadikan obyek wisata pantai, karena terbuka ke laut, dan juga pulau Solor dan puncak Ile Mandiri, serta Kota Larantuka dari kejauhan.

Tentunya, akan lebih elok kalau dibangun sebuah Menara Telkomsel. Semoga.

(Delegasi.Com/BBO)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Pemkot Kupang Bangun Sinergi dengan Ombudsman

KUPANG,DELEGASI.COM–Dalam upaya peningkatan standar pelayanan bagi masyarakat, Pemerintah Kota Kupang membangun sinergi dengan Ombudsman. Ombudsman ...