Home / OPINI / Aneh, Hari Keempat Pencarian Korban Kapal Fantasi Express 88 Belum Ditemukan, Muncul Seekor Ular Laut
Bapak Masang Loli Watowai, tokoh masyarakat Watanpao sedang memberi sirih pinang untuk ceremoni adat membawa pulang ular Harin (Laut,red) ke tempat semula. (Foto: BBO/Delegasi.Com)

Aneh, Hari Keempat Pencarian Korban Kapal Fantasi Express 88 Belum Ditemukan, Muncul Seekor Ular Laut

Larantuka Delegasi.Com – Sampai hari ke 4 pencarian korban tabrakan KM.Fantasi Express 88, Sulaiman Apang, warga Desa Lohayong I, Solor Timur, belum juga ditemukan. Namun, anehnya ada tanda lain yang muncul yakni seekor ular laut (Harin,red) berukuran panjang satu meter lebih, lebar sebesar ibu jari kaki, warna hitam putih di sekitar perairan Pantai Dua, arah Terong.

“Munculnya ular laut ini pas di belakang perahu milik Burhan, keluarga korban dari Lohayong, yang di dalamnya ada anak kandung korban, Rahman yang ikut mencari ayahnya. Kami kaget dengan tiba-tiba munculnya seekor ular ini sehingga Kami bawa ke darat,”ujar salah seorang keluarga korban yang ikut dalam pencarian itu saat ditemui Delegaasi.Com di pantai Watanpao, Selasa, 03/09/2019, Sore, pukul 17.10 Wita.

Anggota Danramil 02 Adonara, Pak Daton yang sedang memperlihatkan ular Harin (Laut,red) yang ditemukan saat pencarian korban di sekitar perairan Pantai Dua, kepada warga Watanpao, disaksikan media. (Foto: BBO/Delegasi.Com)

 

Pantauan langsung media, ular itu sempat diangkat anggota TNI dari Koramil 02 Adonara, Daton diperlihatkan kepada warga yang datang melihat dari pantai. Rahman, Anak korban yang sempat ditemui media sebelum penemuan ular itu mengakui juga kalau hingga hari ke 4 pencarian, belum ada tanda-tanda ayahnya ditemukan.

“Iyah Om, ayah saya belum ditemukan. Kami baru selesai mencari dan istirahat sejenak, sebentar mau pergi cari lagi,”tuturnya datar saja sambil bergegas bersama teman-temannya menuju bodi yang sedang datang menjemput untuk melanjutkan pencarian.

Sementara beberapa warga Watanpao kepada wartawan juga nyatakan rasa dukanya. Pasalnya, hingga hari ke 4, korban masih hilang.

“Memang, Tim Basarnas, Pol Air Polres Flotim, TNI, Keluarga korban dan nelayan sekitar terus mencari. Ada yang sampai ke arah Tanjung Wotan, Selat Boleng tapi tak kunjung ditemukan,”ujar Jae Sada, warga Watanpao dan Burhan, Warga Lamahala.

Terlihat Kapal Tim Basarnas Sikka, Kapal keluarga korban, di pantai Watanpao, Selasa, 03/09/2019, Sore yang terus kerja keras mencari korban tabrakan Sulaiman Apang. (Foto:BBO/Delegasi.Com)

 

Ditanyai ihwal kejadian naas itu, Jae Sada mengakui tak sempat melihatnya langsung. Hanya saja, dia agak heran dan menyesal kenapa bisa terjadi tabrakan naas itu. Padahal, posisi perahu milik korban sudah berada di wilayah aman.

“Jaraknya dengan pantai juga sudah sangat dekat yakni sekitar 100 meter dari pantai. Memang, saya tak lihat langsung. Dan, disitu dekat juga ada beberapa perahu lagi berlabuh kok nakoda KM.Fantasi Express 88 bisa tidak melihatnya,”ujarnya penuh tanya.

Dirinya hanya menduga jika tak menghantam perahu korban, bisa saja perahu lainnya yang ditabrak.

“Memang, yang sempat lihat. Anak mantu saya namanya Kewa dan suaminya Mu’min Iskandar Kapten Purnama Jaya yang lihat langsung itu kejadian. Mu’min yang sudah siap jadi saksi di polisi,”terangnya lagi.

Sementara terkait muncul ular Harin itu, Tokoh masyarakat Watanpao, Bapak Masang Loli Watowai yang melakukan ceremonial adat beri makan sirih pinang kepada media menjelaskan, ular tersebut menandai masih ada halangan tertentu sehingga korban belum ditemukan.

“Ini pertanda gaib dari alam bawah laut bahwa korban masih sulit ditemukan. Ada hal yang lekas diurus keluarga korban supaya Tim pencarian bisa mendapatkan kepastian. Biasanya, setelah 3 hari bisa ditemukan. Apalagi, saya juga sudah lakukan ceremoni adatnya saat memasuki hari kedua kejadian. Tapi itulah alam dan takdir. Sulit sebagai manusia biasa memastikan. Kita berharap memasuki hari ke 5 ada tanda baik,”ujarnya singkat saat ngobrol lebih lanjut bersama wartawan Delegasi.Com di bibir pantai Watanpao. Bapak Masang Watowai sendiri memang terkenal sebagai orang tua yang punya kharisma membantu hal-hal seperti ini.

Namun, sayangnya bantuan beliau pun tak kunjung menuai hasil baik. Dibagian lainnya, Komandan Rayon Militer (Danramil) 02 Adonara, Mayor.Inf.Agustinus Koten yang ditemui media, Selasa, 03/09/2019, Malam dikediamannya ikut sampaikan keprihatinannya, meski anak buahnya pun terus dikerahkan untuk membantu pencarian korban. “Iyah, kita semua merasa prihatin, korban belum ditemukan.

Walaupun upaya terus dilakukan. Saya terus tugaskan anak buah di lapangan bersama tim pencarian dan keluarga korban serta warga yang ikut berempati,”katanya, datar.

Ia berharap, ada titik terang memasuki hari ke 5 pencarian, Rabu, 04/09/2019. Sementara, terkait keberadaan KM.Fantasi Express 88, informasi yang diperoleh media dari beberapa warga di Lembata yang berangkat dari pelabuhan Lewoleba, Rabu, 04/09/2019 Pagi, tak melihatnya di area pelabuhan.

“Kami tidak lihatnya lagi Pak,”ujar Romi singkat saat ditemui di Adonara, Rabu Siang.

//delegasi(BBO)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Memupuk Sikap Antisipasi Bencana

“Kasus bencana badai Seroja yang meluluhlantahkan beberapa kabupaten/kota di NTT (5 April 2021) lalu bisa ...