Home / OPINI / Badan Pengurus Himala Maumere Dikukuhkan
Sesepuh Lamaholot - Kabupaten Sikka, Constantinus Tupen, saat mengukuhkan Badsn Penguris Himala Periode 2019-2020 yang berlangsung di gedung FKUB - Maumere, Senin (20/10).//Foto: (yanni lioduden)

Badan Pengurus Himala Maumere Dikukuhkan

MAUMERE, Delegasi. Com – Badan Pengurus (BP) Himpunan Mahasiswa Lamaholot (Himala) – Maumere Periode 2019-2020, Senin (28/10) malam dikukuhkan oleh sesepuh Lamaholot.

Dengan pengukuhan ini maka kepengurusan Himala Periode 2018-2019 yang di nahkodai Ketua, Kristoforus Beda Kebakupukan dengan sendirinya dinyatakan berakhir.

Acara pengukuhan yang berlangsung di gedung Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dengan mrngusung thema, “Pai Puing Taan Uing Tou, Haka Gahan Taan Kahan Ehan” tersebut berlangsung hikmat dalam balutan budaya Lamaholot dihadiri para sesepuh Lamaholot, para pembina Himala, beberapa OPK diantaranya PMKRI, GMNI, IMAM serta ratusan anggota Himala Maumere.

Para pengurus inti  Himala  sebelum dikukuhkan, didahului dengan upacara penguatan dari orang tua Lamaholot yang di sampaikan oleh Bpk. Nikolaus N. Take //Foto:(yanni lioduden)

 

Sesepuh Lamaholot Kabupaten Sikka, Constantinus Tupen,SH saat mengukuhkan BP Himala mengatakan dengan momentum pengukuhan ini, para pengurus diminta untuk dapat menjalankan roda organisasi dengan baik dengan tetap menjaga dan melestarikan spirit Lamaholot dalam aktifitas organisasi.

“Pada momentum yang berahmat ini, saya berharap para pengurus mampu menjalankan roda organisasi dengan baik dengan tetap menjaga, melestarikan spirit Lamaholot dalam seluruh aktifitas roda organisasi ini,” ujar Cons Tupen.

Dikatakan, dalam semangat kebersamaan sebagai satu Lamaholot, para pengurus di tuntut untuk membangun kemitraan yang positif baik dengan sesama OPK lainnya dan juga dengan Pemerintah Kabupaten Sikka, Flotim, Lembata dan Alor, dengan tetap fokus pada kegiatan perkuliahan agar mampu menjadi sarjana-sarjana Lamaholot yang tangguh, kredibel dan berguna bagi daerah, Bangsa dan Negara.

Sementara Pembina Himala, Yanni Making dalam sambutannya mengatakan keberadaan organisasi Himala merupakan embrio untuk mengembangkan aktualitas diri dalam menghadapi tantangan-tantangan jaman dengan tetap berada dalam bingkai Lamaholot. Untuk itu, para pengurus diminta untuk menjaga existensi organisasi, dan membangun komunikasi konstruktif dengan para pemangku kepentingan pada empat kabupaten yakni Sikka, Flores Timur, Lembata dan Alor.

“Sebagai pembina organisasi Himala, saya mengajak teman-teman pengurus dan juga seluruh anggota Himala, untuk selalu menjaga existensi organisasi dalam bingkai Lamaholot. Pengurus juga harus mampu membangun komunikasi konstruktif bersama para stekholder di empat Kabupaten yakni, Sikka, Flotim, Lembata dan Alor, “kata Yanni Making.

Ketua Himala Periode 2019-2020. Kons Angin ketika menyampaikan pidato perdananya menyampaikan terima kasih kepada pengurus sebelumnya dan mengajak seluruh mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Himala untuk bersama-sama, bersatu dalam simpul Lamaholot memajukan organisasi Himala.

“Saya mengajak seluruh anggota Himala untuk bersama-sama membesarkan organisasi ini, dan juga mengharapkan dukungan dari para sesepuh dan orang tua Lamaholot yang ada di Nian Tana Sikka. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus sebelumnnya yang telah meletakan dasar, fundasi yang koko bagi organisasi ini, ” kata Kons.

Keberadaan Himala saat ini , demikian Kons, diakui baru seumur jagung, akan tetapi Himala telah mengambil peran dalam berbagai kegiatan event-event positif dalam memberikan kontribusi bagi kehidupan bermasyarakat.

Untuk itu pihaknya meminta dukungan dari para sesepuh dan orang tua Lamaholot serta pemerintah kabupaten Sikka, Flores Timur, Lembata dan Alor.

Disaksikan Delegasi. Com, sebelum dilakukan acara pengukuhan, Pengurus inti Himala yang terdiri dari Ketua, Konradus Sang Angin, Sekretaris, Noven Liwun dan Bendahara, Maria Elisabeth Siku Weking mengikuti acara penguatan yang di sampaikan oleh salah satu orang tua Lamaholot, Nikolaus Nimun Take berupa syair-syair dalam budaya Lamaholot yang intinya memanggil para leluhur dan memohon para leluhur dan Lera Wulan Tana Ekan (Tuhan dan Alam Semesta) agar hadir untuk memberikan kekuatan, dan senantiasa menjaga seluruh pengurus dalam menjalankan organisasi sesuai dengan apa yang diharapkan.

//Delegasi.Com(yanni lioduden)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Memupuk Sikap Antisipasi Bencana

“Kasus bencana badai Seroja yang meluluhlantahkan beberapa kabupaten/kota di NTT (5 April 2021) lalu bisa ...