Home / OPINI / Bangga, SMPN SATAP Bugalima Gelar Bulan Bahasa & Sastra
Wabup Flotim, Agust Payong Boli,SH saat menutup Malam Bulan Bahasa & Sastra Indonesia di SMPN SATAP Bugalima, Adonara Barat, Kamis, 31/10/2019, Malam. Wabup Agust Boli terlihat sedang memberikan kuis berhadiah Tabungan Uang Sekolah (TAS) kepada Siswa melalui Kopdit Swastisari. (Delegasi.Com/BBO)

Bangga, SMPN SATAP Bugalima Gelar Bulan Bahasa & Sastra

LARANTUKA, Delegasi.Com – Meski punya fasilitas pendidikan seperti ruang kelas yang terbatas, hingga siswa masih gunakan rumah ibadat sebagai ruang belajar, namun tampilan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satu Atap (SATAP) Bugalima yang sukses menghelat Hari Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia yang jatuh pada Selasa, 28 Oktober hingga Kamis, 31 Oktober 2019 pantas dibanggakan.

Pasalnya, sekolah ini telah mampu menunjukkan kemajuannya dengan menyelenggarakan sebuah event bersejarah, yang kini memasuki usia ke 91 tahun, sejak ditetapkan pada tanggal 28 Oktober 1928 silam.

Semarak penutupan Malam Bulan Bahasa & Sastra Indonesia ke 91 SMPN SATAP Bugalima, Adonara Barat. Penampilan siswa/siswi yang memukau. (Delegasi.Com/BBO)

 

Kendatipun, dengan sumber daya yang dimiliki saat ini, seperti ruang kelas yang masih sangat terbatas, sehingga siswa terpaksa masih harus belajar di tempat ibadat.

Demikian pernyataan yang disampaikan Wakil Bupati Flores Timur, Agust Payong Boli,SH saat menutup Malam Bulan Bahasa dan Sastra SMPN SATAP Bugalima, Kecamatan Adonara Barat, Kamis, 31/10/2019, Malam.

“Saya kira, dengan menggelar Bulan Bahasa dan Sastra, sekolah ini telah menunjukkan kapasitasnya sebagai lembaga pendidikan yang kuat, tangguh, mandiri serta punya masa depan,” ujarnya memberi semangat.

Wabup Agust Boli, bahkan berkenyakinan, dari sekolah ini akan lahir calon-calon pemimpin yang berkualitas pada masa yang akan datang bagi daerah ini.

Lebih jauh, Agust Boli, salah satu Putera terbaik Flotim saat ini, pun menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat para guru dan siswa yang mampu menggelar event ini secara luar biasa.

Kepsek SMPN SATAP Bugalima, Adonara Barat, Agustinus Lamaduli saat memberikan sambutannya pada penutupan Malam Bulan Bahasa & Sastra, Kamis, 31/10/2019. (Delegasi.Com/BBO)

 

“Saya kira, ini sesuatu yang luar biasa, yang patut dibanggakan. Sebab, sekolah ini mampu menunjukkan kualitasnya menggelar acara yang hampir langka ditemukan saat ini,”pujinya memberi semangat disambut tepuk tangan meriah.

Dirinya optimis kiprah SMPN SATAP Bugalima, besutan Kepala Sekolah Agustinus Lamaduli ini, bakal mampu mencetak generasi-generasi cerdas di masa yang akan datang.

Sementara terkait, kondisi ruang kelas sekolah yang masih sangat terbatas, seperti yang disampaikan Kepsek Agustinus Lamaduli, Orang nomor dua Flotim, putera asli Adonara ini, meminta agar segera memasukan usulannya supaya bisa diperjuangkan.

“Ada 4 ruang kelas dan satu kantor yang mesti dibangun,”ujar Agust Lamaduli, saat memberikan sambutannya.

Disaksikan Delegasi.Com, penutupan Malam Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia ke 91 SMPN SATAP Bugalima.di halaman sekolah itu  berjalan sangat meriah.

Sejumlah perlombaan pun dihelat malam itu seperti, lomba pidato, puisi, paduan suara, menulis dan kegiatan literasi lainnya.

Kesempatan itupun digunakan Wabup Agust Boli untuk memberikan sejumlah kuis berhadiah bagi siswa dengan menjawab pertanyaannya.

Bagi siswa yang menjawab benar diberikan hadiah tabungan uang sekolah yang disimpan di Kopdit Swastisari.

Alhasil, beberapa siswa pun berhasil mendapatkan hadiah tabungan itu.

Usai makan malam bersama, Acara malam itu dilanjutkan dengan sole oha bersama.

Is Helan, guru yang ditemui media di sela-sela acara berharap, adanya bantuan pemerintah untuk menambah 4 ruang kelas lagi.

“Kondisi siswa saat belajar sangat memprihatinkan. Apalagi, ruang belajar yang ada sempit, sementara rombongan belajar banyak. Lalu, yang lainnya terpaksa belajar di dalam rumah ibadat,”sambung Vitus Pehan, tokoh muda yang malam itu turut hadir.

//Delegasi.Com (BBO)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Memupuk Sikap Antisipasi Bencana

“Kasus bencana badai Seroja yang meluluhlantahkan beberapa kabupaten/kota di NTT (5 April 2021) lalu bisa ...