Home / Daerah / Banyak Perabotan dan Surat Berharga Yang Dirusak Dalam Insiden di Besipae
Rumah darurat yang dibangun warga Besipae di hutan Pubabu dalam kondisi rusak pasca insiden penyerangan oleh warga Polo.

Banyak Perabotan dan Surat Berharga Yang Dirusak Dalam Insiden di Besipae

SOE, DELEGASI.COM – Insiden penyerangan yang dilakukan warga Polo ke rumah darurat warga Besipae yang tinggal di hutan Pubabu, Kamis (15/10/2020) menyebabkan banyak perabotan dan surat berharga warga yang rusak. Oleh sebab itu, warga berharap agar perabotan rumah tangga dan surat berharga yang rusak bisa diganti.

” Kami punya piring, Periuk, pakaian mereka (warga Polo) rusak semua. Rumah darurat yang kami bangun juga mereka rusaki. Bahkan kami punya surat nikah, dokumen kependudukan dan ijazah anak sekolah dirusak dengan cara dirobek. Kami harap, ada pihak yang mau mengganti kerusakan yang kami alami tersebut,” ungkap Ripka Banamtuan kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (16/10/2020) di Besipae.

Walaupun rumah darurat mereka sudah dirusak dikatakan Ripka, ia bersama sekitar 6 warga lainnya memilih tetap bertahan di hutan Pubabu. Sedangkan warga Besipae lainnya, khusus kaum laki-laki hingga Jumat siang bersembunyi di dalam hutan karena takut.

” Pasca insiden, kami 7 orang yang masih bertahan di Pubabu. Kami tidur dengan peralatan seadanya. Sedangkan yang laki-laki masih sembunyi karena ketakutan,” ujarnya.

Ditambah Arny Noelaka, dirinya berharap adanya bantuan untuk menganti perabot rumah tangga yang rusak. Saat ini, mereka yang masih bertahan di hutan Pubabu tinggal dalam kondisi serba terbatas.

” Kami punya perabot rumah tangga banyak yang rusak akibat saat penyerangan itu. Kami perabotan yang rusak bisa diganti,” pintanya.

Bentrokan fisik dalam konflik memperebutkan lahan yang kembali terjadi di Pubabu Besipa, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (14/10/2020). (ANTARA/HO-WAHLI NTT)

 

Kondisi Besipae pada Jumat terpantau aman dan kondusif. Beberapa warga Besipae yang menolak kehadiran Pemprov NTT di Besipae nampak masih tetap bertahan di hutan Pubabu. Aparat keamanan dari Polres TTS dan Kodim TTS, nampak masih berjaga di lokasi.

Untuk diketahui, Kondisi Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan kembali memanas. Kamis (15/10/2020) siang warga Pubabu yang mendiami kawasan Besipae diserang warga Polo yang diduga dipimpin AN.

Warga Polo yang berjumlah kurang lebih 200 orang datang menggunakan truk dan pick up setelah mendengar informasi Esaul Nabuasa dipukuli warga Besipae.

Sesampainya di Pubabu tempat warga Besipae tinggal, masa langsung turun dari mobil dan secara membabi buta merusak tempat tinggal warga Pubabu dan melempari warga. (Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota)

//delegasi(PK)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Wali Kota Siap Dukung Muspel Pemuda Sinode GMIT ke-VI

KUPANG,DELEGASI.COM–Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, MM, MH menyatakan dukungan penuh atas penyelenggaraan ...