Rabu, 8 Desember 2021
Home / Pendidikan / BMPS NTT Gelar Hybrid Festival 2021, Libatkan Semua Sekolah Swasta
Winston Neil Rondo //Foto: Istimewa

BMPS NTT Gelar Hybrid Festival 2021, Libatkan Semua Sekolah Swasta

“Kehadiran BMPS NTT tetap menggelorakan semangat bagi Yayasan, Guru dan Siswa sekolah-sekolah swasta di NTT untuk tetap berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang diamanatkan UUD 1945” Winston Neil Rondo

 

KUPANG, DELEGASI.COM – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Nusa Tenggara Timur kembali menggelar Festival Sekolah Swasta dari tingkat SD, SMP & SMA/SMK swasta se-NTT, kegiatan tersebut akan diselenggarakan pada 28 Oktober 2021 berkenan dengan momentum hari sumpah pemuda.

Informasi tersebut disampaikan Ketua BMPS Provinsi NTT, Winston Neil Rondo melalui press realese, selasa (19/10/2021), dirinya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sudah berlangsung tiga kali dengan beragam tema, mulai dari Festival SMA/SMK Swasta, Pentas Seni Online, dan saat ini merupakan event keempat yang digabungkan dengan beragam kegiatan.

Winston yang didampingi Pengurus BMPS NTT, Romo Kornelis Usboko dan Evy Mauboy mengaku bahwa kehadiran BMPS NTT tetap menggelorakan semangat bagi Yayasan, Guru dan Siswa sekolah-sekolah swasta di NTT untuk tetap berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang diamanatkan UUD 1945, semangat yang digelorakan itu, lanjut Winston, bertujuan agar guru-guru dan siswa tidak merasa sendiri, terus bergandengan tangan dengan meningkatkan karakter, mental dan kreatifitas siswa sebagai SDM bagi bangsa Indonesia ke depan.

Baca Juga:

Di NTT, Lima Kabupaten Masuk Kategori Kemiskinan Ekstrem

Istri Wapres Resmikan PKW Tenun Ikat NTT

Mantan Ketua Komisi V DPRD NTT ini, Membeberkan bahwa Festival kali ini dinamakan GENCAR (Generasi Cerdas & Smart) BMPS Hybrid Festival 2021 yang akan diselenggarakan selama tiga hari mulai tanggal 28-30 oktober 2021, “akan ada beberapa agenda besar dalam penyelenggaraan festival kali ini, dihari pertama untuk SMA/SMK Swasta Se-NTT kita mengadakan Webinar Literasi Digital dengan tema ‘Merdeka Belajar & Transformasi Digital dalam Dunia Pendidikan’ Bersama Narasumber Bapak Menteri Pendidikan, Mas Nadiem Makarim dan Ketua BMPS Nasional bapak Ki Saur Panjaitan” ungkap Winston.

Usai Webinar, kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan Lomba Pidato memperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021, dengan tema Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh. “dihari ke dua kita mengadakan Pensi Online untuk ke dua kalinya yang merupakan project turunan hasil kreatifitas berpikir BMPS NTT, diharapkan guru-guru dan siswa dapat terlibat secara aktif dengan kreatifitas masing-masing, Guru bersama siswa dapat menciptakan karya kreatifitas berupa nyanyi solo, paduan suara, tarian daerah, gitar, sasando, biola, drama singkat, film pendek, puisi, fashionshow, pidato, cover lagu dan karya lainnya yang akan dikirimkan ke BMPS untuk diputarkan saat pelaksanaan Pensi Online berlangsung,” urai Winston lagi.

Sementara Pada hari ke tiga, puncak acara, BMPS masih akan melombakan perlombaan tingkat SD dengan mengadakan Bolelebo Festival bagi siswa SD & SMP Kota Kupang yang didalamnya ada beberapa jenis perlombaan, Mewarnai tingkat SD Kelas 1-3, Fashion Show Tingkat SD dan Fashion Show Tingkat SMP.

Baca Juga:

Mentan : Semua Kabupaten di NTT Harus Bisa Ekspor Komoditi Pertanian

Balai Sungai Nusa Tenggara II  Remedial Bendungan Oeltua, Masyarakat Lokal Akan Dilibatkan

Semua penyelenggaraan acara Hybrid dengan protocol kesehatan yang ketat, yang hadir secara onside khusus hanya untuk peserta yang terlibat baik dalam acara Webinar Literasi Digital, Lomba Pidato, Pensi Online, Lomba Mewarnai ataupun Lomba Fashion show.

//delegasi(tim)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Peringati Hari Anak Sedunia, Unicef Gelar Pameran Fotografi Suara Dalam Karya

Lembaga Internasional Unicef Perwakilan NTT dan Bali menggelar Pameran fotografi anak “Suara dalam Karya” untuk memperingati hari anak sedunia 2021 yang jatuh pada 20 November. Pameran Fotografi anak “Suara dalam Karya”   mengangkat suara anak di Nusa Tenggara Timur dalam isu-isu yang penting bagi mereka melalui media foto dengan kamera analog, berlangsung selama seminggu hingga 28 November.