Home / OPINI / Bupati dan Ketua DPRD Flotim Diminta Turun ke Sagu
Beda Samon Kurman//Foto: delegas.com(BBO)

Bupati dan Ketua DPRD Flotim Diminta Turun ke Sagu

 

LARANTUKA, DELEGASI.COM – Mengakhiri polemik terkait rapid test bagi warga Sagu yang pernah berkontak dengan pasien 02 Covid-19 Flores Timur, maka Bupati Antonius Gege Hadjon dan Ketua DPRD Flores Timur, Robertus Rebon Kreta diminta untuk turun tangan langsung bertemu dan berdialog dengan warga.

“Sebagai simbol pemimpin rakyat Flores Timur saat ini, Saya kira sangat bijak kalau Bupati Anton Hadjon dan Ketua DPRD Roby Kreta perlu turun bertemu warga Sagu supaya bisa dengar langsung apa kata warga yang menolak dirapid test itu,”demikian pernyataan bernada simpatik yang dilontarkan salah satu warga Adonara, Beda Samon Kurman saat dimintai pendapatnya, Rabu, 10/06/2020, Pagi.

Menurutnya, akan jauh lebih elok dan obyektif keputusan yang diambil oleh kedua pemimpin politik Flotim saat ini, manakala keduanya bisa mendengar langsung alasan kenapa warga tolak dirapid test.

Sekaligus bisa mengambil langkah cepat, terukur dan tuntas.

Termasuk menolong warga Sagu lainnya yang ikut terkena imbas ekonomi karena dicegat dan dilarang melewati wilayah Kecamatan Kelubagolit, seperti yang terjadi pada Senin, 08 Juni 2020, ketika hendak ke Pasar Waiwerang.

BS Kurman, lebih jauh menyebutkan, situasi di Sagu perlu segera diatasi, agar tak boleh lagi ada penolakan seperti di Kelubagolit itu.

Pasalnya, jika tidak maka akan membuat warga semakin dirugikan.

“Bukan saja warga Sagu yang mau menjual hasil kebun dan lautnya, namun warga desa lainnya yang mengharapkan ikan, sayur dan buah-buahan dari Sagu untuk konsumsi pun kesulitan.

Demikian pula, warga lain dari Kelubagolit dan Witihama yang berkebun, berkantor, berjualan di wilayah Sagu pun akan kesulitan,”tambahnya.

Suka atau tidak suka, harus diakui, wilayah Sagu dengan hasil laut dan kebunnya, merupakan salah satu daerah yang mensuplai kebutuhan konsumsi ekonomi rumah tangga di wilayah Kelubagolit, Witihama hingga Waiwerang,”pungkasnya, lagi.

Ia berharap, polemik di Sagu tidak berlarut-larut dan bisa dituntaskan secepatnya.

Seperti diketahui, polemik terkait warga Sagu tolak rapid test pasca seorang warganya dinyatakan positif Covid-19 dan menjadi pasien 02, telah menyita perhatian banyak pihak.

Pemberitaan Media hingga komentar warganet pun ikut memenuhi Laman Facebook sepekan terakhir.

Bahkan, Pemda Flotim melalui Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, bersama DPRD Flotim pun turun berdialog ajak lakukan rapid test, namun tak membuah hasil.

Buntutnya, Warga Sagu ditolak melewati wilayah Kelubagolit sebagai tindak lanjut dari himbauan Camat Kelubagolit.

Tak sampai disitu, langkah pun dilanjutkan dengan menggelar rapat lagi pada Senin, 8/06/2020, dengan menghasilkan 3 point keputusan yakni, Mendorong warga tetap lakukan rapid test, jika tetap tolak akan diambil langkah tegas.

Terkait hal ini, Asisten I Setda Flotim, Abdul Razak Jakra diminta untuk turun lakukan pendekatan lagi pada tanggal 15 Juni 2020.

Kemudian, Posko jaga di Sagu diperketat bagi siapapun yang keluar-masuk.

Dan, Bagi siapapun, baik perorangan maupun kelompok yang menghalangi akan ditempuh langkah tegas secara hukum.

//delegasi.(BBO)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Memupuk Sikap Antisipasi Bencana

“Kasus bencana badai Seroja yang meluluhlantahkan beberapa kabupaten/kota di NTT (5 April 2021) lalu bisa ...