Home / Sosbud / Diduga Kekurangan Oksigen 4 Warga TTS Tewas Dalam Bak Air, Debora Kehilangan Suami dan Dua Anak
Nampak warga Kelle, Kecamatan Kuanfatu-TTS sedang memadati bak air tempat empat korban meninggal di dalamnya //foto: Pos Kupang.com

Diduga Kekurangan Oksigen 4 Warga TTS Tewas Dalam Bak Air, Debora Kehilangan Suami dan Dua Anak

SOE, DELEGASI.COM -Empat warga Desa KelleKecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengah Selatan ( Kabupaten TTStewas di dalam Bak air, Rabu (3/2/2021). Penyebab kematian diduga akibat kekurangan oksigen. Korban adalah Marthen Kikhau, Braben Kikhau, Yakoria Kikhau dan Gideon Finit.

Marthen terlebih dahulu jatuh tak sadar diri lalu meninggal dunia. Kemudian menyusul dua anaknya, Braben dan Yakoria. Gideon yang berusaha memberi pertolongan justru ikut tewas.

Dilansir Pos kupang.com, peristiwa itu bermula dari kepala tukang pekerjaan bak penampungan air, Sembri Leo (47) bersama Marthen hendak membuka penutup lubang atas bak air. Saat itu, Sembri mengingat Marthen jangan dulu masuk dalam bak karena bak air tersebut selama ini belum pernah dibuka.

Lantaran kesulitan membuka pentutup bak, Sembri kembali ke rumah bermaksud mengambil perkakas tukang. Sementara Marthen mengatakan akan mengeluarkan air melalui lubang pembuangan di sisi luar bak.

Namun saat dibuka air tidak keluar sehingga Marthen masuk dalam bak hendak membuka dop penutup saluran air. Saat kembali mengambil perkakas, Sembri tak lagi melihat Marthen. “Saya kembali dia (korban) sudah tidak ada di atas bak. Saya panggil-panggil juga tidak ada jawaban,” ujar Sembri.

Kemudian Sembri melihat ke dalam bak dan mendapati Marthen sudah terbaring tak sadarkan diri. Tak lama berselang, anak korban, Braben Kikhau datang setelah mendengar suara memangil nama ayahnya.

Tanpa pikir panjang, Braben langsung masuk dalam bak hendak menolong ayahnya. Seketika Braben jatuh tak sadarkan diri.

Anak korban lainnya, Yakoria Kikhau masuk dalam bak berusaha menyelematkan ayah dan adiknya. Namun Yakoria tak sadarkan diri.

“Dua anaknya sempat coba mengeluarkan pak Marthen dari dalam bak air, namun tak lama setelah berada di dalam bak, mereka langsung jatuh dan tak sadarkan diri,” ujar Sembri, dilansir Pos Kupang.com

Selanjutnya, datang Gideon Finit yang merupakan kerabat korban. Dia masuk dalam bak menolong para korban. Namun Gideon juga jatuh tak sadarkan diri dan meninggal dunia.

Sembri kemudian memberanikan diri masuk dalam bak dengan kedalam 2 meter lebih tersebut. Dia mengaku kesulitan bernapas. Sembri beruntung karena seorang anak buahnya datang dan menarik tubuhnya keluar bak.

“Saya tidak bisa bernapas saat turun ke dalam bak. Kemungkinan mereka meninggal karena tidak ada oksigen di dalam bak tersebut,” ujar Sembri.

Sembri yang panik lalu melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Kelle. Beberapa saat kemudian, warga Kelle langsung berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian di samping gereja GMIT Taloitan Kelle.

Warga mengeluarkan para korban dengan membobol dinding bak yang terbuat dari campuran cor. Hingga pukul 17.42 Wita, Tim Identifikasi Polres TTS bersama warga masih berusaha mengeluarkan jasad dari dalam bak. Kerasnya dinding bak air dari beton menjadi kendala proses evakuasi.

Debora Histeris

Kepergian sang suami dan dua anaknya membuat Debora Babys histeris. Ia meratap sembari memanggil nama suami dan anaknya. Debora bahkan sempat terjatuh ke lantai.

“Tuhan Yesus e, kenapa harus tiga satu kali? Kasih tinggal saya satu juga tidak apa-apa. Kenapa harus tiga seperti ini. Saya bisa apa lagi kalau Tuhan ambil tiga satu kali begini. Bapa e, siapa yang mau rawat bapa punya cucu dan dua anak perempuan kita. Bapa kenapa harus begini. Kenapa harus cepat begini,” ratap Debora.

Ia mengaku tak memiliki firasat. Sebelum kejadiaan naas itu, Debora bersama suami dan anaknya Braben masih sempat minum teh bersamar. Ia kaget saat Sembri Leo menyampaikan suami dan anaknya tewas dalam bak air.

“Saya kaget tiba-tiba Sembri datang ke rumah panggil saya kasih tahu kalau suami dan dua anak saya ada di dalam bak dan tidak sadarkan diri. Saya lari cepat-cepat ke arah bak sambil panggil nama mereka namun tidak ada yang jawab,” tutur Debora.

//delegasi(PK)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Hingga September, Santunan Jasa Raharja NTT Capai Rp 16 Miliar

Meskipun kondisi masih Pandemi Covid-19, santunan yang disalurkan PT. Jasa Raharja Cabang NTT tetap tinggi. Hingga akhir September 2021 mencapai Rp 16 Miliar