Home / Hukrim / Dinilai Kasar, Mirna Bantah, SK Kadinkes Flotim Prematur
Kepala Puskesmas Lamabunga, Kopong Daen Mikael (Baju putih). (Delegasi.Com/BBO)

Dinilai Kasar, Mirna Bantah, SK Kadinkes Flotim Prematur

LARANTUKA, DELEGASI.COM – Kontroversi Mirnawati Kasim, Staf Kesehatan Puskesmas Lamabunga Kelubagolit, Flores Timur terus menggelinding kencang sepekan terakhir. Ia dinilai kasar dan membanting dokumen pasien. Buntutnya, Mirna dimutasi secara cepat oleh Kepala Dinas Kesehatan Flotim, dr.Ogie Silimalar ke Puskesmas Kelike Solor Selatan. Mirna lantas menolak pergi dan menilai keputusan Kadinkes Flotim tersebut prematur dan sangat tidak adil.

Anggota Dewan, yang merangkap Wakil Ketua DPRD Flotim, Yosep Paron Kabon (Berdiri Batik Hijau. (Delegasi.Com/BBO)

 

Pasalnya, sebut Mirna, tuduhan terhadapnya telah berlaku kasar terhadap keluarga pasien, yakni Sutri Doren, yang notabene istri Anggota DPRD Flotim, Yosep Paron Kabon adalah sangat tidak benar dan terkesan mengada-ada.

Bahkan, Surat Perintah Kerja (SPK) tertanggal 2 Desember 2019 yang dikeluarkan Kadinkes dr.Ogie Silimalar terhadap dirinya di Puskesmas Kelike Solor Selatan dianggapnya sangat tidak menghormatinya dan terkesan sepihak,”tegasnya saat dikonfirmasi Delegasi.Com, Senin, 9/12/2019, Malam.

Oleh karena itu, Mirna berencana akan secepatnya menemui Kadinkes Flotim guna menyampaikan keberatannya.

Dikatakannya, tuduhan bahwa dirinya berlaku kasar dan membanting dokumen pasien itu sangat tidak benar.

“Yang benar adalah, saya dimintai teman untuk membantu mencari format dokumen perawat keluarga pasien tersebut untuk diisi, namun karena tercecer sehingga butuh sedikit waktu untuk mencarinya. Nah, disaat itu istri Anggota Dewan ini sampaikan kok lama sekali. Saya lalu sampaikan, maaf yah masih dicari karena dokumen itu disimpan teman, apalagi jumlah dokumen pasien pun banyak.

Setelah cari, saya menemukannya lalu serahkan ke teman saya tadi untuk diisi, tapi posisi berdiri saya agak jauh jadi saya sorong saja ke teman itu. Sehingga barangkali itu yang dibilang kalau saya membanting dokumen pasien. Padahal, kejadiannya tidak begitu,”ujarnya lagi.

Disinggung apakah sempat terjadi adu mulut? Mirna nyatakan, tidak pernah.

“Raut wajah saya pun sopan dan seperti biasa sebagaimana melayani pasien lainnya. Dan, tak ada hal luar biasa. Saya justru baru kaget setelah mendapat SPK 5 hari kemudian dan disampaikan bahwa ada SPK untuk saya ke Puskesmas Kelike saat apel bersama,”katanya lagi.

Sedangkan, Anggota Dewan Yosep Paron Kabon dalam klarifikasinya kepada media, Senin, 9/12/2019, Malam menjelaskan, apa yang dilakukan Mirna terhadap keluarganya merupakan tindakan yang tidak terpuji dan pantas diberikan sanksi.

“Kita semua punya tanggung jawab yang sama untuk memastikan bahwa pelayanan publik di Puskesmas Lamabunga harus menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Maka siapapun yang bekerja dibawah standar pelayanan dan tidak pakai etika harus menjadi tugas bersama untuk dibenahi,”pungkas serius.

Apapun dalilnya, tindakan petugas medis melalui kata-kata kasar dan membanting dokumen pasien adalah tindakan tak terpuji.

“Dia tiba-tiba saja datang dan melakukan semua itu. Padahal, keluarga sedang berurusan dengan petugas lainnya. Ada 2 orang saksi yang ikut menyaksikan dan menuturkannya. Nah, selaku keluarga pasien Kami membuat aduan. Dan, sebagai Anggota Dewan, Saya melakukan fungsi pengawasan. Selebihnya secara teknis menjadi urusan pemerintah melalui dinas,”ketusnya, serius.

Jadi apapun yang dilakukan pemerintah menjadi urusannya.

“Saya kira, biar lebih adil, maka perlu dilakukan pemeriksaan para pihak terlebih dahulu. Sebagai anak Lewotana, Kita bisa saling memaafkan sepanjang Kita bisa mengakui kesalahan yang dibuat,”pungkasnya serius.

Dikatakannya, seakan makan buah Simalakama, ketika DPRD dan Pemerintah diam, bisa dinilai tidak berbuat apa-apa. Tetapi, ketika mengambil langkah guna perbaikan dan pembenahan dinilai sewenang-wenang,”tohoknya, keras.

Dipihak lain, Kepala Puskesmas Lamabunga, Kopong Daen Mikael kepada media jelaskan, dirinya tak pernah tahu ihwal kejadian itu.

Bahkan, saat membawa 3 buah SPK pun, dirinya tak pernah diinfokan sebelumnya jika ada SPK Mirnawati Kasim ke Puskesmas Kelike Solor Selatan.

Meski demikian, pihaknya tetap menghormati Keputusan Kadinkes Flotim tersebut.

Menurutnya, Mirnawati adalah staf yang sopan dalam melayani pasien.

“Dan, baru kali ini kejadiannya. Saya minta tolong bersikap profesional. Hormati keputusan yang sudah dibuat,”tutupnya.

Meski demikian, Kopong Daen pun nyatakan, Mirna hingga kini masih terlihat masuk kantor sebagaimana biasanya.

//delegasi.(BBO)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

AMPAS Desak Polda NTT Segera Usut Rekaman Berbau SARA yang diduga Ketua DPRD Kota Kupang

KUPANG,DELEGASI.COM—Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Sara (AMPAS) Kupang menggelar aksi demontrasi ...