Dirut Bank NTT: Labuan Bajo Punya Potensi Bisnis Perbankan yang Menjanjikan

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho //Foto: ISTIMEWA

DELEGASI.COM, LABUAN BAJO – Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) melakukan ekspansi bisnis yang luar biasa di awal tahun 2022, yaitu menangani Waterfront City Labuan Bajo. Labuan Bajo, wilayah Potensi bisnis perbankan di  daerah pariwisata super premium  itu sangat menjanjikan.

Demikian dikatakan Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho usai penandatangan  MoU (Memorandum of Understanding) antara Bank NTT dengan Syahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Laut RI di Wae Rebo Restaurant, Sudamala Resort Labuan Bajo, Jumat 17 Maret 2022.

BACA JUGA:

Ekspansi Bisnis, Bank NTT Hadir di Waterfront City Labuan Bajo

Bank NTT Gelar RUPS di Labuan Bajo, 76 Hari Capai Laba 100 Milar

Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho mengatakan, Bank NTT melihat ada potensi bisnis terutama berkaitan dengan pengelolaan pelabuhan dan Waterfront City.

Dia merinci, potensi bisnis itu seperti akan adanya transaksi-transaksi mulai dari ticketing, parkiran ataupun jasa layanan perbankan yang dibutuhkan oleh setiap pengguna Marina, baik untuk trip perjalanan, ataupun spot wisata.

Diakui bahwa Labuan Bajo merupakan destinasi wisata super premium yang didukung penuh Presiden RI Joko Widodo, sehingga kehadiran Waterfront City dan Marina bakal menjadi daya tarik tersendiri, karena kedua fasilitas ini akan menjadi pintu lalu lintas transportasi laut serta daya tarik bagi wisatawan.

“Waterfront City merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia, dan itu ada di Labuan Bajo. Di situ ada potensi bisnis, sehingga kita bekerja sama dengan KSOP Labuan Bajo untuk Bank NTT hadir di situ,”ujar Dirut Alex usai penandatangan  MoU (Memorandum of Understanding) antara Bank NTT dengan Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Labuan Bajo Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Laut RI di Wae Rebo Restaurant, Sudamala Resort Labuan Bajo, Jumat 17 Maret 2022.

AWAL YANG BAIK – Dirut Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho bersama Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, capt. Hasan Sadili, S.SiT, MM, Jumat (18/3/2022) menandatangani MoU bekerja sama dalam bidang pemanfaatan layanan jasa perbankan di Waterfront City Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. //Foto: Istimewa

 

Ditambahkannya,  Bank NTT akan menyiapkan layanan money changer, digital lounge, CRM (Costumer Relationship Management) untuk tarik dan setor tunai, serta wahana untuk UMKM binaan Bank NTT.

Pelayanan akan diberikan secara digital mulai dari ticketing gate, dan bahkan Bank NTT juga melihat potensi untuk menerapkan e-money.

“Misalnya orang yang mau berkantor atau pengunjung, mau parkir, bisa gunakan kartu dan tinggal top up saldo saja,”tambah Dirut Alex. Ada kesepakatan juga agar nantinya kedepan ada ruang bagi UMKM binaan Bank NTT. Dan akan diatur jadwalnya sehingga semua pelaku UMKM secara bergilir mendisplay produk terbaiknya  di Waterfront City.

BACA JUGA:

Gubernur Laiskodat Optimis Kinerja Bank NTT Mampu Capai 3 Triliun Tahun 2023

Bank NTT Bantu Pembangunan Gedung GMIT Kharisma Penfui

“Jika wisatawan membutuhkan souvenir sebagai hadiah, maka UMKM Bank NTT hadir untuk menampilkan souvenir-souvenir terbaik yang bisa dibeli,”ujar Alex menambahkan, Bank NTT termasuk perusahaan yang beruntung bisa bekerjasama dengan KSOP Kelas III Labuan Bajo, karena diberikan privilege atau hak istimewa dalam kerja sama tersebut.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo capt. Hasan Sadili mengatakan, pihaknya menggandeng Bank NTT karena Bank NTT merupakan bank milik pemerintah daerah sehingga pihaknya berharap bank ini dapat berkontribusi dalam pembangunan, karena Labuan Bajo merupakan destinasi wisata kelas super prioritas.

Dalam pola kerja sama itu, Bank NTT akan membantu memberikan penyediaan sarana pendukung di area pelabuhan Labuan Bajo.

“Baik itu pembatas area pelabuhan dan area publik, sarana prasarana penumpang seperti meja pelayanan, kursi di ruang tunggu penumpang, media center dan ruang VVIP yang nantinya akan kita buat di dalam gedung terminal pelabuhan Labuan Bajo,”jelas Hasan Sadili.

Dengan adanya kerjasama ini diharapkan bisa menjawab kerinduan masyarakat karena mereka sudah  memiliki pelabuhan atau waterfront city yang lebih tertata dengan baik.

Jika tak ada aral merintangi, rencananya sesuai dengan usulan sponsorship dan kerja sama, Bank NTT dan Pemerintah Provinsi NTT akan mendukung penataan Waterfront dengan nilai investasi sebesar Rp 2,4 Miliar.

//delegasi(hermen)

Komentar ANDA?