Home / Polkam / DPRD Ingatkan Gubernur NTT Yang Sering Mangkir di Paripurna

DPRD Ingatkan Gubernur NTT Yang Sering Mangkir di Paripurna

Kupang, Delegasi.Com – DPRD NTT menyoroti Gubernur dan Wagub NTT, Viktor Laiskodat dan Josef Nae Soi, yang sering mangkir dalam sidang parpurna, Selasa (18/7/2019). Gubernur dan wagub dinilai tidak mengormati DPRD sebagai mitra.

“Selama 9 bulan memimpin NTT, kehadiran Gubernur di sidang paripurna kurang dari li9ma kali. Kami (DPRD) merasa gubernur tidak punya respek dan tidak menghormati DPRD sebagai mitra,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD NTT, Winston Rondo, kepada pers usai paripurna Selasa (18/6/2019).

Ketua Fraksi Partai DPRD NTT, Winston N. Rondo

Disaksikan wartawan, ketika sidang paripurna dengan agenda laporan hasil pembahasan Komisi DPRD NTT terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD NTT Tahun 2018, banyak anggota dewan memprotes ketidak-hadiran Gubernur dan Wagub yang sedang melakukan kunjungan kerja bersama ke Distrik Oekusi, Timor Leste.

“Fraksi PDIP sangat prihatin kedua pimpinan pemerintan tidak hadir paripurna ini. Ini menyangkut kehormatan lembaga. Seharusnya salah satu harus hadir.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD NTT, Gusti Beribe

Apa urgensinya kegiatan di sana sehingga keduanya hadir di Timor Leste. Gubernur dan Wagub seolah mengabaikan sidang ini,” tegas Ketua Fraksi PDIP NTT, Gusti Beribe

Kritik senada juga disampaikan anggota dewan lainnya Maksi Proklamasi Ebu To dan Anwar Hajrar. Paripurna pun menjadi alot dengan debat kusir soal ini. Karena itu pimpinan sidang Yunus Takandewa menskors sidang untuk dilakukan lobi dalam forum rapat pimpinan.

Menurut Winston, dalam rapat pimpinan itu juga terjadi debat yang alot. Sebab hampir semua unsur pimpinan menolak melanjutkan sidang paripurna tersebut. Tapi akhirnya suasana menjadi cair dengan kesepakatan paripurna tetap dilanjutkan karena gubernur dan wagub sudah diwakili oleh Sekda Ben Polo Maing.

“Ini bukan soal kesibukan tapi soal kehormatan kepada lembaga dewan dan etika bermitra. Ini tidak boleh kompromi, dan harus pastikan bahwa pesan ini sampai ke pa gubernur untuk tidak boleh terulang lagi,” tandas Winston, mengingatkan.

Menurut Winston, sidang paripurna adalah forum tertinggi di DPRD, karena itu sangat penting kehadiran gubernur dan wagub.

Rapat pimpinan pun memutuskan paripurna tetap dilanjutkan bersama Sekda Ben Polo Maing bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Setda Provinsi NTT.

//delegasi(hermen)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Pemprov Teliti Temuan Pulau Baru di NTT Usai Siklon Seroja

KUPANG, DELEGASI.COM – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi menyatakan pihaknya meneliti ...