Home / OPINI / Ferdy Leu: BKH Tinggalkan Kemewahan di Jakarta Demi NTT

Ferdy Leu: BKH Tinggalkan Kemewahan di Jakarta Demi NTT

SoE, Delegasi.com – Calon Gubernur NTT Benny K. Harman mengawali kampanye pertama di kabupaten TTS di desa Mnelalete, kecamatan Amanuban Barat, Senin (5/3/2018).

Dalam dialog, Cagub Benny K. Harman (BKH) yang diwakili sekretaris Koalisi Kbhinekaan menyampaikan bahwa
BKH datang dari jakarta tinggalkan kemewahan demi masyarakat NTT.

“BKH datang dari jakarta tinggalkan kemewahan demi masyarakat NTT. Niatnya hanya satu yakni memaksimalkan prlayanan kepada masyarakat dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat NTT,” jelas Ferdi.

Ferdi juga menegaskan bahwa BKH adalah sosok dengan rekam jejak yang panjang sebagai aktifis yang berjuang untuk perlindungan HAM. BKH juga menurut Ferdi, sangat dikenal sebagai politisi gaek senayan dengan ciri khasnya yakni disiplin, tegas dan berintegritas.

“Kalau ada yang katakan BKH rakus jabatan, itu adalah salah. Sebab apa? Soal jabatan BKH sudah pernah memegang jabatan strategis di DPR. Pernah menjadi ketua komisi III DPR RI dan Panja pembuat Perubahan Rancangan UU yang salah satunya adalah rancangan UU Hukum Pidana,” tegas Ferdi.

Saat ini, lanjut Ferdi, BKH maju kembali menjadi gubernur dengan satu tujuan mulia yaitu menjadi pemimpin yang akan membawa NTT keluar dari kemiskinan dan stigma daerah miskin.

Sedangan sosok Benny A. Litelnoni, menurut Ferdi adalah birokrat tulen yang memulai karir sebagai pegawai kecamatan Amanuban Barat. Promosi menjadi Kabid dan menjadi Wabup TTS dan Wagub NTT. Pengalaman panjang menjadi birokrat 36 tahun ini, kata Ferdi, membuktikan bahwa Benny Litelnoni sangat berpangalaman dalam mengurus birokrasi.

“Paduan BKH dan Litelnoni adalah sosok ideal yang bersih, jujur dan bisa membawa perubahan bagi masyarakat NTT,” ungkapnya.

Ferdi juga menjelaskan bahwa paket Harmoni berhasil rumuskan lima program nyata. Program tersebut menurutnya bukan jiplak dan asal tiru, tapi melalui kajian tim ahli Harmoni.

“Dan lima program ini bisa menjawab 25 permasalahan dasar yang disensus oleh Harmoni. Jadi kalau Harmoni dipercaya, maka pilihan pertama adalah berpihak pada rakyat NTT sehingga dalam setiap kampanye, Harmoni satu satunya paket yang melakukan tanda tangan kontrak politik dengan konstituen sebagai bentuk akuntabel dan pertanggung jawaban kepada masyarakat, karena Harmoni sadar bahwa paket ini lahir dari rahim rakyat NTT,” ungkapnya.

Nonci Pinis, guru honor di desa tersebut saat berdialog dengan Tim Harmoni sempat meneteskan air matanya saat bercerita tentang nasib mereka sebagai guru honor.

Nonci mengeluhkan nasib yang sudah sembilan tahun menjadi pengajar PAUD namun tidak pernah diangkat menjadi PNS ataupun dibayar

Menurutnya, dirinya sudah mengadu ke DPRD dan bupati setempat, tapi oleh mereka diminta lengkapi berkas dengan masukan ijasah sarjana sedangkan mereka hanya ijasah SMA. Nonci pun memint agar terpilih BKH perhatikan hal ini jika terpilih menjadi Gubernur NTT.

Menanggapi keluhan tersebut, Ferdi Leu mengatakan, pengajar di PAUD memang harus S1, karena ini merupakan fondasi pendidikan. Guru yang menangani itu harus S1. Tetapi ada proses selanjutnya secara teknis akan diusahakan di kabupaten ini.

“Ketika paket Harmoni terpilih pasti akan perhatikan tenaga honor, bukan saja guru PAUD melainkan semua guru berbagai jenjang Paud, SD, SMP, SMA. Pa BKH sudah berjanji hal pertama dilakukan adalah mengangkat tenaga guru honor menjadi tenaga kontrak daerah,” jelas Ferdi. //delegasi(tim)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Memupuk Sikap Antisipasi Bencana

“Kasus bencana badai Seroja yang meluluhlantahkan beberapa kabupaten/kota di NTT (5 April 2021) lalu bisa ...