Home / Hukrim / Forum Peduli Kemanusiaan Tidak Terima Jika Kematian Carolino Sowo Akibat Bunuh Diri
Penanggung jawab Forum Peduli Kemanusiaan, Romo Hironimus Pakaenoni, Pr menyampaikan keterangan kepada wartawan di Mapolda NTT, Jumad (7/9/2018) sore. //foto: pos kupang.com

Forum Peduli Kemanusiaan Tidak Terima Jika Kematian Carolino Sowo Akibat Bunuh Diri

Hal itu disampaikan Romo Hironimus Pakaenoni, Pr didampingi para romo dan suster usai melakukan dialog tertutup dengan pihak Polres Kupang Kota saat melakukan aksi damai di Mapolda NTT pada Jumad (7/9/2018) sore untuk menuntut penyelesaian kasus yang menimpa almarhum Carolino.

Romo Hironimus menjelaskan, sebagai formatur dan pendidik, mereka sungguh mengenal baik korban karena merupakan mahasiswa yang didik dan dibina dengan tiga keutamaan, yaitu kekudusan, kesehatan, dan  kecerdasan.

“Saudara kami yang meninggal, kami sangat tidak setuju bahwa isu ini tenggelam dan bunuh diri.  Mengapa, dia ini calon iman didik teologi filsafat, dibina, dan detik-detik terakhir sebelum menghilang, masih merayakan ekaristi, koor. Dan saya secara pribadi menekankan ini betapa tidaklah masuk akal dan tidak menerima kalau isunya mati bunuh diri,” ungkap Dekan Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira Kupang ini.

 

Terkat isu yang menyertai kematian Carolino bahwa korban tenggelam atau bunuh diri ditanggapi serius oleh Romo Hironimus.

 

“Isu-isu tenggelam, tidak. Isu bunuh diri, juga tidak. Tidaklah demikian, prosesnya semua sedang berjalan, Kapolres (Kupang Kota) dan Kapolsek Kelapa Lima sedang bekerja dengan sekuat tenaga untuk mengungkap kasus ini,” tambahnya.

 

Romo Hironimus juga menuturkan bahwa Kapolres telah menyampaikan kepada mereka bahwa sesuai kode etik kepolisisan, ada hal-hal dalam penyelidikan yang tidak diberitahukan ke publik.

 

“Memang tidak mau memberitakan karena kode etik jangan sampai menggangu penyelidikan mereka. Tetapi ternyata mereka bahkan telah bekerja sungguh-sungguh untuk mengungkap,” tuturnya.

 

Mereka, lanjut Romo Hironimus, datang untuk melakukan aksi damai karena menilai ada kemandekan dalam proses pengungkapan kasus yang menimpa Octaviano ini setelah 47 hari mulai diproses.

 

Oleh karena itu, pihaknya berjanji untuk terbuka dadalam hal konsultasi dan dukungan untuk proses penyidikan kasus tersebut.

 

“Apa yang kami terima, apa yang kami ketahui, kita akan memeritahukan secara kekeluargaan kepada pihak Kepolisian,” pungkasnya. //delegasi(Pos kupang/hermen)

 

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

BPR Larantuka Diminta Buka Neraca Aktiva Pembiayaan Kredit Ricky Leo

LARANTUKA-DELEGASI.COM– Masih kerasnya benturan antara Kreditur PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bina Usaha Dana Larantuka ...