OPINI  

Gong, Tanda Kehidupan dan Kekuatan Lewotanah

Wabup Flotim, Agustinus Payong Boli,SH didampingi Anggota DPRD Flotim Terpilih dari Partai GERINDRA, Muhidin DS.Tokan,SH (Baju Merah) saat diterima secara adat di Kampung Lewobahan, Desa Lamabunga Kelubagolit dalam syukur Gong, belum lama ini. (Foto:BBO/Delegasi.Com)

Larantuka, Delegasi.Com – Salah satu alat musik tradisional yaitu Gong dan bunyinya, diyakini sebagai tanda kehidupan dan kekuatan Lewotanah (Kampung,red).

“Karena itu, hadirnya Gong mesti dimaknai sebagai bentuk nyata betapa hidup dan kuatnya nilai-nilai tradisi serta masa depannya generasi sebuah Lewo atau Kampung seperti Lewobahan, Desa Lamabunga,”ungkap Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli  ketika didaulat memberikan petuah pada acara syukuran alat musik tradisional Lima (5) buah anak Gong di Kampung Lewobahan, pekan kemarin. Alat musik Gong ini merupakan sumbangan dari orang muda Kampung tersebut yang merantau.

Wabup Flotim, Agustinus Payong Boli,SH saat jamuan adat bersama sesepuh Kampung Lewobahan dalam syukur Gong, belum lama ini. (Foto:BBO/Delegasi.Com)

 

Agus Boli dihadapan ratusan warga yang menghadiri prosesi adat tersebut menyampaikan, Gong itu secara makna membantu kehidupan Lewotanah.

Misalnya, dahulu kala ketika sebuah Kampung itu kurang sehat atau mengalami bencana, maka cukup dengan membunyikan gong gendang maka Kampung bisa dijauhi dari bahaya,sehat kembali dan selamat.

Gong juga menunjukkan kekuatan sebuah Kampung. Jadi, Kampung yang tak punya Gong seperti tak punya kekuatan.

“Bunyi Gong itu tanda kekuatan. Seperti Kapak yang membelah bumi atau Gempa yang menggoyang dunia. Dan, biasanya dibunyikan diujung Kampung, sehingga Kampung senantiasa selamat dari berbagai malapetaka,”katanya penuh kekuatan.

Olehnya, sebut Pemimpin muda Flotim yang hidupnya total dengan adat ini, Gong merupakan bagian yang sangat penting dalam masyarakat adat.

Menjadi sarana satu kesatuan dengan rumah adat serta tiang penghubung langit dan bumi. Sehingga Gong yang sudah disumbangkan oleh orang muda dari tanah rantau ini harus dijaga dan dirawat dengan baik agar menjadi sejarah bagi generasi yang akan datang.

“Selaku pemerintah, Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas sumbangan orang muda yang adalah deket lewotanah (pembela tanah air,red).

“Tentunya, Kami mengajak tokoh agama dan tokoh adat beserta seluruh masyarakat agar tetap bersatu dalam bingkai Desa membangun, Kota Menata. Dimana-mana, Saya dan Bupati Anton Hadjon selalu mengajak agar tiga pilar utama Pemerintah, Adat dan Agama tetap bersatu dan bersama membangun daerah kita yang tercinta ini,”pungkasnya.

Agus Boli pada kesempatan itu juga bersedia melengkapi sarana Gong tersebut yakni 3 buah anak Gong lagi. Acara ini berlangsung sangat meriah sejak penjemputan Wabup Agus Boli bersama rombongannya sekitar pukul 11.00 Wita, yang turut didampingi Anggota DPRD Flotim terpilih dari Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA), Dapil Kelubagolit, Witihama dan Adonara, Drs.Muhidin DS.Tokan,SH. Agus Boli,cs terlihat sangat sumringah ketika dijemput secara adat di pintu masuk, mulai dari minum tuak adat, makan sirih pinang, dikalungi selendang adat hingga diiringi dengan Tarian Hedung (Tarian Perang,red) khas Adonara ke alun-alun Kampung Lewobahan.

Bahkan, Si Anak Kampung dari Bukit Seburi Adonara Barat ini pun didaulat untuk ikut berHedung oleh para Tetua adat Lewobahan. Suasana tampak begitu semarak dan ramai. Luar biasa! Pantau media, warga begitu antusias menyambut kedatangan pemimpin mudanya tersebut.

Spontan, Agus Boli dielu-elukan menjadi Bupati Flotim masa depan. Maklum, baru kali ini ada pemimpin sekelas Wakil Bupati yang mau datang menemui mereka di Kampung kecil, seperti Lewobahan itu. Agus Boli pun kemudian, ditemani sesepuh kampung Ama Tuan Tulit duduk di meja utama hingga acara jamuan makan siang bersama.

Tokoh masyarakat Lewobahan, Bernadus Kopong kepada media menyatakan apresiasi dan sukacitanya atas kehadiran Wabup Agus Boli pada acara adat tersebut. Pasalnya, hal ini merupakan bentuk dukungan moril yang besar bagi pembangunan di kampung Lewobahan, maupun Lamabunga secara umum. Pihaknya berharap, Pemkab Flotim bisa membantu memajukan kehidupan para petani, terutama terkait pelestarian nilai-nilai adat budaya dan tradisi agar tetap tumbuh dan menjadi urat nadi perekonomian.

“Iyah, semoga kampung ini bisa dibantu menjadi salah satu destinasi wisata adat masa depan,”ujarnya semangat.

Termasuk, mendorong masuknya program pemerintah yang bersentuhan dengan para petani dan orang muda, dalam hal ini hasil-hasil bumi milik masyarakat seperti kelapa, cokelat dan pisang agar bisa punya nilai jual pasar. Ada hal lain yang menarik dari hajatan ini, yakni Wabup Agus Boli secara tak disengaja bertemu pula dengan mantan gurunya yakni Mikael Kia Bahin, yang adalah tuan tanah Kampung Lewobahan.

Pertemuan keduanya ini menambah apik suasana sakral. Agus Boli seperti datang dikampung halamannya sendiri. Diakhir acara, Keduanya sempat berpose bersama sebelum Agus Boli dan rombongannya berpamitan menuju Desa Neleblolong, Kecamatan Ile Boleng sekitar pukul 15.00 Wita menghadiri kegiatan yang dihelat Himpunan Pelajar Mahasiswa Ile Boleng (HIPMI) dalam pekan Balik Punen Lewo (BPL).

//delegasi(BBO)

Komentar ANDA?