Home / Jendela Jiwa / Interfaith Dialogue, Dimana Ada Cinta Disitu Tuhan Ada
Inilah Dialog Posifip Dimana Ada Cinta Disitu Tuhan Ada' (Delegasi.Com/BBO)

Interfaith Dialogue, Dimana Ada Cinta Disitu Tuhan Ada

VATIKAN, DELEGASI.COM – Sebuah dialog positip hebat yang mengedepankan prinsip kesetaraan, dengan thema ‘Dimana Ada Cinta, Disitu Tuhan Ada’ baru-baru ini dihelat.

Acara yang begitu menyedot simpati dunia ini diprogramkan oleh Kang Abu Marlo, menampilkan narasumber ternama seperti Padre Markus Solo Kewuta, SVD, Anggota Dewan Penasehat Kepausan asal Indonesia, Tokoh Muslim yang disegani Buya Syakur Yasin dan Romo Yusuf Daud.

Sekitar 500 orang dari Sabang sampai Merauke, bahkan juga dari luar negeri seperti Philipina, Italia dan Belanda, turut mengikutinya.

Bahkan, di mata seorang Padre Markus Solo Kewuta,SVD, Anggota Dewan Penasehat Kepausan, asal Indonesia yang ikut mendapat kesempatan menjadi partner diskusi Webinar bersama seorang Tokoh Muslim yang sangat dikagumi, yakni Buya Syakur Yasin, spontan menyatakan rasa kagumnya.

“Iyah, baru-baru ini Saya mendapat kesempatan menjadi partner diskusi Webinar bersama Buya Syakur Yasin, dalam program Dialog Positip Kang Abu Marlo.

Ini hal yang sangat istimewa. Apalagi, Saya juga didaulat untuk mengapresiasi puisi Buya Syakur pada sesi penutupan.

Dimana, apresiasi Saya terfokus pada satu bait tentang kesetaraan itu, karena ingin ikut menekankan pemikiran inklusif beliau yang mengedepankan kesetaraan di dalam kehidupan yang diwarnai oleh keanekaragaman,”demikian pesan penting yang dikirim Padre Markus Solo dari Vatikan kepada Delegasi.Com, Kamis, 27/08/2020, Malam.

Dikatakannya, pandangan Buya Syakur tentang prinsip kesetaraan hidup seperti yang terlukiskan dibawah ini, yakni ‘Ketika Engkau nanti ingin melangkah ke depan bersamaku, jangan berjalan di depanku karena Aku bukan pengikut setiamu.

Jangan berjalan dibelakangku, karena aku bukan pemimpinmu, melainkan Kita bergandeng tangan saja, karena Aku yakin dalam kesetaraan kehidupan ini akan semakin indah’, sungguh memberi pesan yang mendalam sebagai pembawa damai,”tulis Padre Marco dalam surat kawatnya tersebut.

“Iyah sungguh, Saya merasakan ada kecocokan pandangan dan terasa ‘sambung ketika berbicara dengan Buya Syakur tentang prinsip kesetaraan hidup,”ungkap Padre Marco.

Bahkan, sebutnya, acara dialog positip itu sebagaimana yang disampaikan moderator Abu Marlo, diapresiasi banyak pihak.

Salah satunya dari seorang Ibu, yang tinggal di Jakarta.

Berikut nukilan kesaksiannya,

“Selamat Siang Romo, kemarin malam Saya mengikuti dialog Romo sambil makan malam. Keren Romo dan sejuk didengarnya. Terkesan sekali kata-kata Romo bahwa Katolik belum tentu mengakui tetapi pasti menghargai setiap kepercayaan.

Memang, Paus terdahulu sudah memprediksi bahwa nanti akan ada berbagai agama-agama lain. Semua pasti kehendak Tuhan.

Jadi, kalau memang bisa berdampingan dengan saling menghargai semua akan jadi indah.

Seperti sebuah lagu yang enak didengar tentunya.

Semoga Romo Markus selalu bisa jadi pembawa damai bagi Indonesia dan dunia tentunya. Salam Kami dari Jakarta,”tulis Padre Marco menyambung pesan seorang Ibu tersebut.

Padre Marco sendiri direncanakan akan tampil lagi bersama Buya Syakur dalam kesempatan berikut.

//delegasi (/BBO)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Pemerintah Perlu ada Program ‘Pasar Seni’ di NTT

KUPANG, DELEGASI.COM— Para pelaku Seni di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat membutuhkan perhatian yang ...