Home / OPINI / Jembatan Darurat Ambruk, Jalur Maumere-Ende Lumpuh
Jembatan darurat di kali Dagemage di jalan Stategis Nasional, tepatnya di Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, ambruk, Kamis (17/12/2018).//Foto: Kompas

Jembatan Darurat Ambruk, Jalur Maumere-Ende Lumpuh

Maumere, Delegasi.Com – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis (17/1/2019), mengakibatkan jembatan darurat di kali Dagemage, tepatnya di Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, ambruk terbawa arus kali.

Akibatnya, arus transportasi antar-kota di jalan Strategis Nasional putus total.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Kamis (17/1/2019) sore, suasana di lokasi kejadian sangat ramai. Ratusan kendaraan dari Kabupaten Ende, Nagekeo, juga Kecamatan Nagepanda, sendiri berhenti di sebelah kali.

Ratusan kendaraan menuju Kota Maumere akhirnya berbalik arah. Begitu pula dengan kendaraan dari Kota Maumere yang hendak ke Ende dan Bajawa, memutar balik. Ada yang memilih menunggu di sekitar kali, ada juga berbalik ke tempat masing-masing.

Kendaraan dari Maumere menuju ke Ende dan Bajawa terpaksa berbalik arah untuk ikut jalur pantai selatan Flores. Begitu juga sebaliknya. Padahal sudah sangat jauh jarak yang mereka tempuh untuk sampai di Kali Dagemege itu.

Terpantau juga, banyak penumpang di Kacamatan Magepanda yang pulang dari Kota Maumere terpaksa menyebrangi kali Dagemege meski airnya begitu deras. Mereka saling membantu supaya bisa pulang ke rumah masing-masing.

“Hari ini memang hujan deras sekali. Sampai jembatan ini ambruk semua. Begini sudah jadinya. Semua kendaraan macet. Terpaksa, yang lain nunggu sampai esok pagi, sementara yang lain berbalik arah. Ada juga yang berani nyebrang langsung di kali. Mau tidak mau toh. Daripada tidak pulang,” kata Maria Nut, wanita asal Kecamatan Magepanda kepada Kompas.com di lokasi.

Atas kondisi itu, Maria sangat berharap kepada pemerintah pusat agar buka mata melihat kondisi yang dialami masyarakat Flores. Kata dia, kondisi itu sudah berlangsung lama, namun tidak ada kado yang kunjung datang dari pemerintah.

“Jembatan ini sudah satu tahun lebih ambruk. Tetapi, tidak kunjung diperhatikan oleh pemerintah. Ini jalan pemerintah atau tidak. Kita sudah sangat sengsara dengan kondisi ini. Sangat memprihatinkan. Sungguh menyiksa masyarakat Flores, khususnya di Sikka,” kata Maria dengan penuh amarah.

//delegasi(kompas/ger)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Maria Ilona Triestta dan Air Mata Bahagia Sang Ibunda

KUPANG, DELEGASI.COM – Ibunda Petronela J. Dasat tampak begitu gelisah ketika beberapa menit lagi putri ...