KADIN NTT Promosi Produk UMKM Binaan Bank NTT di Bandara Changi Singapur

Juri Festival Desa Binaan Bank NTT, Bobby Lianto, didampingi Pimpinan Cabang Bank NTT Kalabahi, Vincentius Sulu, Kasubdiv Parekraf & Desa Binaan Direktorat Kredit Bank NTT kantor pusat, Reinhart Djo serta Echni Marisa Killa //Foto: Humas Bank NTT

DELEGASI.COM, KALABAHI – Sinergi harmonis antara Bank NTT dan KADIN NTT kian membawa perubahan besar bagi kemajuan UMKM di NTT. Aneka produk olahan dari para pelaku UMKM yang tersebar di desa-desa binaan Bank NTT bakal dipajang dan dipromosikan hingga ke luar Negeri.

Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto salah satu juri Festival Desa Binaan dan Destival PAD tahun 2022 yang digagas Bank NTT punya rencana besar untuk memajukan produk UMKM yang dihasilkan dari desa-desa binaan Bank NTT.

“Kebanyakan ibu-ibu di Desa sebagai pelaku UMKM telah membuat aneka produk hasil di desanya seperti Kripik Singkong, Keladi, Pisang, Kue Rambut, Kue Delapan, Manisan Jahe Merah, Minyak Kemiri, Virgin Coconut Oil, Olahan Kelor, Hiasan dinding dari Kayu, Akar Bambu, Kain Tenun dan berbagai produk lainnya.

Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto ketika melakukan kunjungan dan penjurian Festival Desa Binaan dan Festival PAD tahun 2022 yang digelar Bank NTT di Kabupaten Alor//Foto: Dok.BL

Namun mereka kesulitan bahwa setelah diproduksi, produk-produk tersebut akan dijual kemana. Mereka kewalahan untuk memasarkan,” sebut Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto kepada SelatanIndonesia.com, dari Kalabahi, Kabupaten Alor, Rabu (30/11/2022).

Atas kendala yang dihadapi itu, KADIN NTT dan KADIN Kabupaten Alor serta yang bersinergi dengan Bank NTT memberikan solusi konkrit. Bobby Lianto memberikan tiga solusi apik diantaranya mengusulkan Bank NTT mulai dari Cabang Pembantu terdekat, Kantor Cabang Kalabahi, bahkan di Kantor Pusat, agar menyiapkan Rak/Counter yang memamerkan dan menjual segenap produk hasil Desa Binaan.

“Kedua, Puji Tuhan KADIN Alor berkolaborasi dengan Bank NTT segera di bulan Desember ini akan membuka Café dan Toko Ole-Ole Khas Alor yang akan menjual semua produk hasil olahan UMKM dari desa-desa Binaan dan seluruh desa untuk menjawab kendala pemasaran,” ujarnya.

Sedangkan solusi ketiga yang ditempuh Bobby Lianto adalah menyalurkan produk desa binaan ke Kupang lewat beberapa pengurus KADIN yang mengelola aplikasi pasar digital. “Ada KIOS BETA.com, LAPAKDEKRA, dan LA MORINGA. Lewat berbagai aplikasi ini terutama LaMoringa yaitu Restaurat khas NTT dengan suguhan Kelor dan Se’i, dan juga Toko Ole-ole UMKM NTT yang saat ini selain di Kupang, tetapi telah dibuka 4 kali lebih besar di Labuan Bajo.

Bahkan sedang dipersiapkan akan dibuka di Bandara International Changi, Singapore.

Ini salah satu bandara teramai di dunia dengan bangga akan menjual produk-produk UMKM NTT,” ujar Bobby Lianto.

Untuk diketahui, Ketum KADIN NTT, Bobby Lianto setelah selesai melakukan penjurian Festival Desa Binaan dan Festival PAD di Kabupatan Sumba Barat, ia melanjutkan penjurian yang sama di Kabupaten Alor.

Ia diampingi oleh Marisa Killa, staf Bank NTT bidang Parekraf dan Desa Binaan. Dalam kunjungannya selama 3 hari ke Kabupaten Alor, Bobby Lianto mengunjungi 5 Desa Binaan Bank NTT untuk melakukan penjurian.

Kelima desa itu adalah Desa Alimebung, Desa Kamot, Desa Alor Besar, Desa Aimoli dan Kelurahan Kabir di Pulau Pantar.

Dalam penjurian itu, Bobby Lianto membawa serta Ketua KADIN Kabupaten Alor, Denny Lalitan beserta pengurus KADIN Alor.

Ia mengajak KADIN Kabupaten Alor untuk ikut serta agar dapat berkolaborasi bersama Bank NTT dan mensupport semua kebutuhan Desa Binaan Bank NTT.

//delegasi(*/tim)

Komentar ANDA?