Home / Sosbud / Ketua Majelis Sinode GMIT, Doktor Merry Kolimon Terima Penghargaan Sylvia Michel Prize di Swiss

Ketua Majelis Sinode GMIT, Doktor Merry Kolimon Terima Penghargaan Sylvia Michel Prize di Swiss

Swiss, Delegasi.com- Ketua GMIT Pdt. Dr. Mery Kolimon menerima penghargaan Internasional Sylvia Michel Prize. Acara penganugerahan berlangsung di Reformed Church of Bremgarten-Swiss, Minggu, (4/3/2018).

Dalama press rilis panitia penghargaan yang diterima delegasi.com, Senin(5/3/3018), penghargaan  Sylvia Michel Prize dianugerahkan kepada perempuan-perempuan bersahaja, baik secara individu maupun berkelompok, yang berinisiatif dan berperan aktif dalam memajukan peranan kaum perempuan di sektor kepemimpinan gereja dan masyarakat.

Penghargaan yang diberikan setiap dua tahun ini dikelola oleh Reformed Cantonal Church of Argovia (Gereja Reformasi Kanton Argovia) di Swiss. Pihak pengelola telah menyediakan hadiah sebesar USD 5000 untuk penerima penghargaan ini.

Jumlah yang tidak sedikit tersebut menjadi simbol penghargaan kepada para pejuang keadilan dan kesetaraan jender.

Di balik penganugerahan Sylvia Michel Prize terdapat cerita historis yang patut diketahui oleh generasi masa kini. Sylvia Michel sendiri adalah nama seorang teolog perempuan asal Swiss yang ditahbis menjadi pendeta pada tahun 1964. Kemudian pada tahun 1980, Michel dipercaya oleh gerejanya untuk menjadi ketua sinode perempuan pertama di Gereja Reformasi Kanton Argovia, posisi kepemimpinan gereja tertinggi yang sebelumnya tidak pernah ditempati oleh perempuan Eropa waktu itu.

Selang 27 tahun kemudian, tepatnya pada Juli 2007, Gereja Reformasi Kanton Argovia mengambil inisiatif untuk mengenang peran historis Michel melalui pemberian Sylvia Michel Prize kepada mereka yang memenuhi persyaratan nominasi. Menurut informasi tertulis yang dipublikasikan oleh Gereja Reformasi Kanton Argovia, mereka yang dapat menjadi nomine penghargaan Sylvia Michel adalah:

organisasi perempuan yang dipayungi gereja;

grup perempuan yang bekerja dalam kemitraan dengan kaum laki-laki dalam memajukan perempuan dan kepemimpinan;

tokoh individu, termasuk pelayan gereja yang ditahbis dan pelayan awam.  

Sumber yang sama menyebutkan bahwa Penghargaan Sylvia Michel dianugerahkan kepada para nomine yang tengah melaksanakan sebuah program kerja dengan berorientasi pada tujuan-tujuan pencapaian seperti:

Mempromosikan pendidikan dan kesadaran di dalam dan di antara gereja-gereja tentang hak-hak kesetaraan perempuan dan kapasitas perempuan bagi posisi kepemimpinan dalam gereja.

Bekerja bagi posisi kepemimpinan perempuan yang setara dalam gereja-gereja Reformasi di seluruh dunia.

Membangun kapasitas perempuan melalui pelatihan dan mentorat.

Terlibat dalam penelitian yang berorientasi pada aksi (action-oriented research). Penelitian dimaksud berfokus pada perempuan dan kepemimpinan dalam gereja, dan bertujuan untuk memajukan perempuan dalam menjalani peran kepemimpinan.

Membangun kemitraan antara laki-laki dan perempuan dalam kepemimpinan gereja.

Setiap nomine dinilai berdasarkan peranan mereka dalam memberdayakan kaum perempuan demi mencapai tujuan-tujuan di atas. Diinformasikan pula bahwa tim yuri yang akan menentukan penerima penghargaan tersebut pada tahun 2018 mendatang berasal dari Gereja Reformasi Kanton Argovia dan Persekutuan Gereja-gereja Reformed Sedunia (World Communion of Reformed Churches, WCRC).

Gereja Masehi Injili di Timor pun bersyukur atas terpilihnya Pdt. Dr. Mery Kolimon sebagai salah satu nomine Sylvia Michel Prize. Pelayanan Mama Mery meliputi berbagai sektor, seperti pendidikan Kristen dan penelitian dan pemberdayaan perempuan berbasis kesetaraan jender. Semenjak terpilih sebagai perempuan pertama yang berjabatan pelayanan sebagai Ketua Majelis Sinode GMIT, Mama Mery juga giat dalam mendorong anggota jemaat untuk memajukan pendidikan, teologi kontekstual, dan misi holistik di bidang kemanusiaan bagi korban pelanggaran HAM dan perdagangan manusia. Kepemimpinannya telah menorehkan sejarah baru bagi GMIT dalam memproklamirkan keadilan holistik dan berbasis jender. Harapan kita adalah Mama Mery bisa terus menjadi motivator dan inspirator bagi generasi-generasi GMIT sebab cita-cita reformasi akan terwujud ketika kita mendedikasikan diri dalam pelayanan praxis lokal yang berdampak secara global.

Penghargaan itu diberikan hari ini, Minggu 4 Maret 2018 bertempat di Jemaat Reformeerd Bremgarten di Swiss.

Acara ini akan berisi kebaktian dan perjamuan kudus bersama, sambutan-sambutan, dan penganugerahan penghargaan. //delegasi (hermen/ger)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Jenazah Nikson Tanu, PMI dari Malaysia dipulangkan ke TTS

KUPANG, DELEGSI.COM- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kupang mencatat satu ...