Ketua TP PKK Manggarai Timur Mengutuk Keras Pelaku Pemerkosaan Anak Disabilitas di Golo Ros

Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Timur, Thresia Wisang-Agas (memakai Topi) saat bersama warga //Foto: ISTIMEWA

DELEGASI.COM, BORONG – Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai  Timur, NY. Thresia Wisang mengutuk keras tindakan pelaku pemerkosaan anak disabilitas di Desa Golo Ros Kecamatan Rana Mese-Manggarai Timur pada 27 Januari 2022 lalu.

“Kami mengutuk keras tindakan pelaku tersebut. Pemerkosaan terhadap anak disabilitas sangat tidak manusiawi dan sangat tidak menghargai martabat kemanusiaan seorang anak manusia,” ungkap Ny. Thresia Wisang kepada wartawan, Sabtu, 12 Februari 2022.

BACA JUGA:

Dinas PUPR Manggarai Timur Biarkan Material Limpur Menggumpal di Jalur Menuju Kantor Bupati

Lima Desa di Kecamatan Lamba Leda Utara Manggarai Timur Akan Dimekarkan

Terkait maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di kabupaten Manggarai Timur, Ny. Thresia Wisang meminta para orang tua untuk melindungi anaknya dengan baik. Sebab Keluarga adalah Lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan terhadap anak.

“Keluarga harus menjadi lembaga pertama dan terutama dalam memberikan perlidungan terhadap anak. Hal itu diperlukan untuk melindungi anak dari kasus kekerasan terlebih kasus pelecehan seksual yang dapat mengakibatkan trauma berkepanjangan terhadap anak,” tandas istri Bupati Manggarai Timur Agas Andreas itu.

BACA JUGA:

Kejati NTT Tetapkan Direktur PT Anda Maria Jadi Tersangka Korupsi PSU di Kabupaten Kupang

Kuasa Hukum Datangi Ditreskrimsus Polda NTT Minta Proses Hukum Kasus Nasabah Bank Bukopin Rp 3 Miliar

“Saya pikir keluarga harus menjadi lokomotif perlindungan terhadap anak. Hal itu sangatlah penting, untuk menghindari kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak,”ujar Ny. Thresia Wisang

Lebih lanjut dikatakannya, keluarga dalam hal ini orang tua harus lebih fokus dalam memberikan perlindungan terhadap anak. Karena, maraknya kasus kekerasan terhadap lebih banyak terjadi pada lingkungan tempat tinggal anak.

“Kasus kekerasan terhadap anak itu justru terjadi di luar sekolah. Itu lebih banyak terjadi di lingkungan tempat tinggal anak. Karena itu orang tua untuk tidak menitipkan anaknya secara sembarangan. Jaga anak baik-baik untuk menghindari kasus kekerasan seksual terhadap anak,” pinta Nyonya Theresia Wisang yang juga Ketua PMI Manggarai Timur.

BACA JUGA:

Nasabah Rp 3 Miliar di Bank Bukopin Dihina Pihak Bank, Sebut Nasabah Abal Abal

NTT dan NTB Tuan Rumah Bersama PON XXII Tahun 2028

Dia meminta pemerintah bersama tokoh agama atau stakeholder lainnya harus membangun sebuah sistem yang dapat meminimalisir kasus-kasus kekerasan terhadap anak di wilayah Kabupaten ManggaraiTimur.

//delegasi(gerwis)

Komentar ANDA?