Home / OPINI / Kokoh Seperti Beringin

Kokoh Seperti Beringin

“Keberadaan kader-kader Partai Golkar, juga akan senantiasa menjadi suatu kesatuan yang utuh. Menjaga serta memberikan kontribusi yang baik, dalam kontestasi politik NTT. Hal ini merupakan kunci keberhasilan bersama”

Adrianus Dai

Salah satu penguatan partai politik, dalam menjaga eksistensi serta ketahanan partai adalah keterbukaan bagi segenap golongan. Mungkin inilah yang menjadi dasar utama keberadaan Partai Golkar di negara tercinta ini. Sejak berdirinya Sekretariat Bersama (Sekber Golkar)  20 Oktober 1964, menjadikan partai ini patut diacungi jempol.

Kiprahnya serta prestasi banyak melahirkan pemimpin-pemimpin hebat, baik ditingkat nasional maupun ditingkat daerah terkhususnya lagi di Nusa Tenggara Timur. Para politisi yang berintelektual tinggi dengan marwah partai melayani masyarakat, seperti Bapak Almarhum El Tari dan Bapak Ben Mboi serta nama-nama hebat lainya yang telah berbakti demi menjunjung dan menjaga marwah partai untuk berkontribusi dalam pembangunan di Indonesia terutama di NTT.  

Menjadi partai yang disebut juga partai “tua”, bukanlah satu isapan jempol belaka. Pengorbanan serta dedikasi yang tinggi dari pendiri Partai Golkar akan selalu terpatri bagi setiap kader-kadernya. Berkiprah ditingkat nasional dan daerah menjadi bukti, bahwa Partai Golkar layak menjadi satu partai panutan bangsa. Hal ini dibuktikan juga karena keberadaannya yang sudah lama atau  partai “tua” dalam sejarah bangsa Indonesia. Masa demi masa, menjadikan partai ini mengalami transisi yang sangat signifikan.

Pergantian kepemimpinan bangsa Indonesia dari periode ke periode tidak melunturkan jiwa kaderisasi yang sudah tertanam dalam diri anggota, seperti tergambar dalam logo partai pohon beringin. Disadari atau tidak, dalam kehidupan sosial kita terdapat banyak sekali tantangan dan seleksi alam yang begitu dinamis. Kita tidak dapat mengelakkan hal tersebut, untuk itu perlu menjadi individu yang kuat dan tangguh untuk bisa bertahan. Seperti halnya dalam kehidupan kita, pohon beringin dengan akar yang kokoh, batang yang kuat serta ranting yang kuat pula menjaga daun-daun tetap tumbuh membuat pohon beringin sangat tangguh. Sekilas, kita dapat menganalogikan pohon beringin yang menjadi salah satu pohon yang mampu bertahan dalam kondisi dan iklim.

Pertama, daun yang rindang berada di atas hendaknya mampu mengayomi. mengayomi kader-kader partai serta masyarakat dengan mendengar dan membawa segala aspirasi. Hal inilah hendaknya dimiliki oleh pemimpin bangsa ini khususnya pula pemimpin Partai Golkar. Sebagai sosok yang berada di atas  bukan lantas menghiraukan yang di bawah. Namun, hendaknya mampu mengayomi dan melindungi segenap yang berada di bawah. Hal ini bukan lain tujuannya adalah dengan membawa marwah partai sebagai tombak perubahan dalam membangun masa depan bangsa Indonesia

Kedua, ranting tetap kokoh dengan penguatan visi dan misi Partai Golkar melalui setiap pengkaderisasi. Meski masa demi masa telah lewat, segudang prestasi Partai Golkar akan terus dikumandangkan lewat kontestasi politik. Kaderisasi terus digenjot dengan pelatihan kepemimpinan serta jiwa militansi yang kuat, untuk bersaing dengan partai-partai politik lainnya dan terus mengukir prestasi membangun sejarah perpolitikan NTT untuk Indonesia. Persatuan anggota partai juga harus membangun komunikasi dengan masyarakat, tanpa harus lewat komunikasi politik melainkan komunikasi kerakyatan dengan membangun silaturahmi. Tanpa ranting,  apalah arti daun yang terus ditopang angin menjaga tetap utuh dan berkembang dalam menjalankan amanat rakyat.

Ketiga, batang berada di tengah sebagai penopang pohon beringin. Partai Golkar dengan semangat berkarya,  menjadi salah satu keberhasilan partai dalam membawa aspirasi-aspirasi masyarakat dengan dukungan yang kuat untuk pemimpin. Penopang yang kuat dan semangat inilah yang dibutuhkan oleh segenap masyarakat Indonesia. Dimana kader-kader yang terpilih, diharapkan dapat mewujudkan aspirasi-aspirasi tersebut guna meningkatkan kepercayaan rakyat terhadap kehadiran partai ini dalam kontestasi politik. Tanpa dukungan dari bawah(batang), maka apalah arti daun untuk pohon beringin. Karena rumpunnya daun beringin juga berasal dari bawah(batang),  yang mendukung dan menopang dari segala aturan dan kebijakan yang berasal dari daun(atasan)

Keempat, Akar menjadi penopang serta penguat semangat Partai Golkar. Menjalankan tugas  dengan mengemban visi dan misi partai, melalui setiap kader-kader yang terlatih. Kekuatan akar, menjadi andil utama kokohnya Partai Golkar dalam berbagai kontestasi politik di Indonesia. Hal ini dapat kita gambarkan dengan akar yang kuat, dapat menembus tanah yang keras adalah bagian dari karakter masyarakat Indonesia yang giat dan rukun dalam membantu pemerintahan. Oleh karenanya akar yang kokoh, apalah arti daun yang lebat dan batang yang kuat.

Keberadaan kader-kader Partai Golkar, juga akan senantiasa menjadi suatu kesatuan yang utuh. Menjaga serta memberikan kontribusi yang baik, dalam kontestasi politik NTT. Hal ini merupakan kunci keberhasilan bersama. Mengapa demikian, para kader-kader partai dituntut untuk memiliki sumber daya yang mumpuni serta sikap militansi. Tujuannya jelas, agar bisa berkontribusi membangun dan berkontestasi dalam pemilu nantinya. Sikap lain juga sangat diperlukan seperti sikap keterbukaan. Keterbukaan artinya, kader-kader partai bukan hanya sekedar bisa menjadi pelopor dalam partai. Kader juga dituntut, untuk dapat menjadi pelopor pembangunan dalam masyarakat tanpa melihat golongan. Hal ini lah yang harus dijaga serta dipertahankan, bahwa kader-kader Partai Golkar akan selalu berkarya bagi rakyat. Hidup dan berkarya akan selalu terpatri dalam diri kader-kader partai.  Menjadikan partai sebagai ujung tombak dan pendobrak, untuk menjadi pelopor di tengah masyarakat. Sehingga tugas Partai Golkar adalah menjalankan kewajiban sebagai agen pembangunan bangsa Indonesia terkhususnya lagi di NTT.

Tantangan Kelembagaan Partai

Tantangan Partai Golkar ialah menjadi partai unggul, dalam ajang kontestasi lokal dan nasional. Partai Golkar telah melahirkan banyak elite politik berintelektual serta jiwa militansi yang kokoh. Hal ini dipengaruhi kuatnya visi dan misi partai,  dalam mengayomi segenap anggota partai dalam ajang kontestasi politik lokal maupun nasional. Kebanggaan dan kepercayaan inilah yang patut dijaga oleh segenap anggota serta semua pimpinan, baik ditingkat daerah hingga nasional. Kepercayaan masyarakat tentunya punya harapan besar pula yang disampaikan melalui partai ini. Partai Golkar menjadi pilihan yang tak terpisahkan dari rakyat Indonesia. Tentunya pula,  harus dibarengi dengan penguatan kelembagaan yang kokoh serta jalan perjuangan yang sama baik tingkat nasional maupun daerah. Oleh karenanya, kepemimpinan serta keanggotaan partai juga seharusnya tidak melupakan asas gotongroyong atau lebih artinya asas kemasyarakatan. Semua ini adalah tujuan, artinya bahwa setiap kader-kader yang akan menjadi bagian dalam partai harus lebih diberdayakan dengan segenap ilmu perpolitikan. Dengan membangun rasa solidaritas yang tinggi terhadap segala aspirasi yang telah dipegang. Dengan demikian, kelembagaan Partai Golkar yang kokoh dapat membantu setiap anggota partai yang sudah lolos dalam kontestasi politik baik ditingkat lokal sampai nasional. Tujuan nantinya adalah tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan dengan melakukan tindakan korupsi. Seperti yang dikutip dari IDN TIMES, data kader parpol yang ditangkap KPK per 28 Maret 2019. Dari 12 partai yang di periksa. Partai Golkar menjadi yang terbanyak, dengan 24 orang kader yang diproses oleh KPK dan diikuti oleh partai PDIP sebanyak 18 orang kader yang diproses. Dari data di atas, patut disayangkan pula dengan berbagai tindakan penyalahgunaan kekuasaan oleh kader Patai Golkar. Peristiwa ini mencoreng marwah partai, hingga menurunnya minat dan kepercayaan masyarakat. Disisi lain juga, kasus di atas menjadi pelajaran dan tamparan keras bagi anggota partai yang berlambangkan pohon beringin. Sepatutnya Partai Golkar bersih, bersih dari kepentingan politik yang berlebihan, bersih dari sogokan kekuasaan, bersih menjaga marwah partai dan mencoba membangun citra yang lebih baik. Menjadi Partai Golkar dengan kelembagaan yang kokoh, tentunya pelajaran yang harus dibenahi oleh setiap kader partai. Membangun serta menguat seperti akar, terus berkiprah melahirkan para elite politik yang berintelektual seperti ranting pohon beringin.

Konteks Golkar Untuk NTT

Hemat saya, Partai Golkar dengan segudang prestasi. Melahirkan kader-kader politik yang terus bersaing dalam kontestasi politik Indonesia. Hal tersebut merupakan kunci sukses, mengapa sebuah partai “tua” tetap eksis dalam perkembangan politik di Indonesia. Demikian juga kiprah para kader menduduki jabatan strategis, baik ditingkat daerah sampai ditingkat nasional. Sebetulnya Partai Golkar, telah menggambarkan bagaimana semangat perjuangannya. Semangat yang sudah terpatri dalam diri kader-kader Partai Golkar, sehingga perjuangan telah menjadi pembuka sejarah politik di Indonesia seutuhnya. Partai Golkar akan terus hidup dan berkarya. Kelembagaan yang kokoh dan bersih, akan terus mencerminkan kader-kader partai yang berintegritas. Dengan membuka wawasan kepemimpinan, Partai Golkar harus mengayomi segenap generasi-generasi muda. Mengkawal generasi muda menjadi aset kuat, dalam pembangunan serta penguatan partai. Pemberdayaan generasi muda menjadi pendobrak utama, manakala generasi muda akan mengambil alih kepemimpinan. Inilah faktor pendorong utama, jika Partai Golkar ingin terus belajar. Belajar dari generasi sebelumnya dan belajar terbuka bagi generasi berikutnya.

Golkar untuk NTT. Kalimat tersebut bukan semata-mata hanya menjunjung kiprah Partai Golkar di daerah atau nasional. Partai Golkar, harus menjadi partai yang terbuka dan berkarya, partai panutan bangsa, partai yang jujur dan bersih dengan semangat militansi yang kuat. Dengan partai yang kuat, sehingga dituntut pula kader-kader terus untuk belajar. Menjadi partai yang kokoh, bukan hanya sekedar menjalin komunikasi antar politik. Partai Golkar harus menjalin komunikasi dengan asas kerakyatan. Tujuannya adalah partai ini harus menjadi agen, yang selalu mengayomi masyarakat lewat kiprah serta pembangunan yang terus berlanjut. Lewat karya nyata yang selalu ditunggu-tunggu masyarakat, Partai Golkar terus hidup sebagai partai penguat seperti pohon beringin. Ranting yang kuat kiranya dapat melahirkan buah(kader) baik,  kader yang baik selalu berkembang dan menjaga marwah Partai Golkar di bumi nusantara untuk  NTT.

Penulis adalah Mahasiswa Sosiologi FISIP Undana Kupang

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Pejabat Israel Sebut Dunia Harus Berterima Kasih karena Tel Aviv Bunuh Fakhrizadeh

TEL AVIV, DELEGASI.COM – Seorang pejabat Israelmengatakan, dunia harus berterima kasih kepada Israel atas pembunuhan ilmuwan nuklir Iran, ...