Konsolidasi Partai Demokrat NTT, Hidupkan Mesin Partai untuk Pemenangan Pemilu 2024

Antonius Ratu Gah, Ketua Badan Komunikasi Strategis Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur //Foto: DOK. Bakomstra DPD Partai Demokrat NTT

DELEGASI.COM, KUPANG –  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar konsolidasi kader di Grand Mutiara, Kota Kupang, Sabtu (5/2).

Partai Demokrat berupaya membangun  kader dalam konsolidasi dengan melibatkan calon pengurus baru, anggota fraksi Demokrat dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se NTT.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny Harman dan anggota DPR RI Komisi X, Anita Jacoba Gah, dan jajaran pengurus pusat DPP.

Ketua Badan Komunikasi dan Strategi (BAKOMSTRA) DPD Partai Demokrat NTT, Antonius Ratu Gah menyatakan, ada beberapa hasil penting dari konsolidasi ini.

BACA JUGA: 

BKH: Kalau Boleh Cukup Saya yang Dimaki-Maki, Jangan Ketum Kami

Konsolidasi Partai Demokrat NTT, Satukan Kekuatan Rebut Kekuasaan

Pertama, “Kami ingin menghidupkan kembali mesin partai, memanaskan dan menggerakkan mesin partai dalam rangka menyatukan kembali kekuatan untuk merebut kekuasaan. Menang dalam Pemilu 2024, menang Pileg, Pilpres dan Pilkada Gubernur, Bupati dan Walikota, serta mengusung AHY sebagai Calon Presiden.” tegasnya.

Melihat kondisi partai saat ini perlu menghidupkan kembali mesin partai melalui infrastruktur Partai yang sudah ada. Memanaskan dalam arti semua elemen partai harus  menjalankan semua program –program pro rakyat, dan menggerakkan mesin partai yang dimaksud adalah mensoalisasikan Ketum AHY sebagai Calon Presiden di 2024.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan konsolidasi partai yang berlangsung di Hotel Grand Mutiara dengan protokol kesehatan yang ketat. Sabtu, 5 Februari 2022. //Foto: Delegasi.com(Hermen Jawa)

Kedua, fokus melangkah maju bersama kader yang militansi, solid dan loyal kepada partai Demokrat.

Fenomena lunturnya militansi kader dapat membuat eksistensi suatu partai terancam. Masalahnya bukan kurangnya kader yang berpendidikan tinggi, tetapi problem saat ini adalah militansi. Susah mendapatkan kader yang benar benar militan apalagi kalau sering diancam PAW (Pergantian antar waktu) bila tidak sesuai dengan kepentingan petinggi partai. Belum lagi bagi mereka yang ada di partai ini tapi rela berkampanye untuk mendukung Caleg dari partai lain. Kalau sudah begini mana bisa bicara solid dan loyal.

Inilah saatnya kader partai menyadari dan melayakkan dirinya sebagai kader yang militan.

BACA JUGA: 

Ketua DPD Demokrat Leonardus Lelo Siap Maju Calon Gubernur NTT 2024

 

Ketiga, Menyamakan cara pandang seluruh elemen partai untuk menjalankan agenda Demokrat dengan 10 program prioritas Partai Demokrat.

Kesamaan cara pandang bukanlah penyamaan cara pandang. Kesamaan cara pandang menuntut segenap elemen untuk meletakkan kepentingan kolektif partai  sebagai orientasi bersama, di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Keempat, menyatakan sikap bahwa pemilihan ketua DPD Partai Demokrat NTT Leo Lelo sudah sesuai dengan AD/ART dan Peraturan Organisasi, ujar Antonius, Kepala Badan Komunikasi Strategis Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat NTT.

Diharapkan, setelah konsolidasi ini, kader Partai Demokrat segera melanjutkan kerja kerja politik untuk masyarakat. Kerja keras dan kerja cerdas tentunya.

//delegasi(tim)

 

 

Komentar ANDA?