Home / Pendidikan / Mahasiswa Tidak Boleh Berdiam Diri
Kupang
Mahasiswa Tidak Boleh Berdiam Diri

Mahasiswa Tidak Boleh Berdiam Diri

Kupang, Delegasi.Com- Para mahasiswa tidak boleh berdiam diri dalam melawan gerakan radikalisme di Indonesia. Darah sekalipun patut dikorbankan demi menjaga keutuhan NKRI.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita sampaikan ini ketika memberikan kuliah akbar di Lapangan Bola Kaki Polda NTT, Sabtu (28/10).

Dihadapan ribuan mahasiswa yang berasal dari pelbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di NTT, Enggar, demikian Enggartiasto Lukita biasa disapa mengajak seluruh mahasiwa dan elemen- elemen lain di NTT untuk menolak gerakan radikal yang sementara merongrong Bangsa Indonesia.

“Bersatulah mahasiswa- mahasiswi untuk melawan paham radikal yang tumbuh dan berkembang di Indonesia,” tandas Enggar.

Kapolda NTT, Irjen Pol. Agung Sabar Santoso mengingatkan para mahasiswa yang menghadiri kegiatan “Deklarasi Kebangsaan dan Orasi Kebhinekaan Melawan Radikalisme di Indonesia” agar tidak melihat deklarasi sekedar seremoni belaka.

“Deklarasi yang diucapkan harus diiplementasikan dalam kehidupan nyata kita guna menolak berbagai gerakan radikal di Indonesia,” tegas Agung Santoso.

Mahasiswa yang menghadiri kegiatan ini berasal dari pelbagai perguruan tinggi di Bumi Flobamartas antara lain, Universitas Widya Mandira Kupang, Universitas Nusa Cendana, Universitas  Artha Wacana Kupang, Universitas Kristen Sumba.

Selain itu, Sekolah Tinggi Kristen Kupang, Universitas Muhamadyah Kupang, Politeknik Negeri Kupang, Politani Kupang, STKIP Soe, Universitas Tribuana Alor, STIE Oemathonis, Universitas PG45, Universitas San Pedro Kupang, Institut Larantuka, STIKOM Uyelindo Kupang, STMIK Stelamaris, Universitas Flores, STFK Ledalero, Stikes CHMK, STKIP Santo Paulus Ruteng, Stikes Maranatha, dan STKIP Nusa Timor Soe.//Delegasi (juan)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Maria Ilona Triestta dan Air Mata Bahagia Sang Ibunda

KUPANG, DELEGASI.COM – Ibunda Petronela J. Dasat tampak begitu gelisah ketika beberapa menit lagi putri ...