Home / Hiburan / Melupakan Mantan, Memaknai Perpisahan dan Menatap Masa Depan
hari
Seorang pengunjung saat menempelkan goresan kenangan mantan di galeri kenangan Festival Melupakan Mantan 2017 di Yogyakarta, Sabtu (11/2/2017).

Melupakan Mantan, Memaknai Perpisahan dan Menatap Masa Depan

Jokyakarta, Delegasi.com – Berpacaran tak selamanya langgeng. Ada kalanya suatu dinamika memisahkan sepasang manusia yang terlibat saling mencintai.

Kadang kala perpisahan menjadi momen paling sulit dilupakan bagi sebagian orang. Namun demikian, proses berpacaran, perpisahan, dan menjadi mantan kekasih merupakan salah satu dinamika hidup yang tetap harus dilewati.

Kepergian dimaknai sebagai proses pembelajaran diri untuk hidup yang lebih baik lagi di masa depan.

Itulah tema yang diangkat dalam acara Festival Melupakan Mantan (FMM) 2017. Selama tiga tahun berturut-turut, FMM mengangkat tema berbeda dan selalu berasal dari Tahun Jawa.

“Tahun ini kita mengambil tema ‘Kesah‘. Kita ambil dari Tahun Jawa bahwa tahun 2017 didefinisikan sebagai Kesah Nata Gatra Panguripan,” ujar Setoprayogi, penanggung jawab Festival Melupakan Mantan 2017 di halaman kantor Kedaulatan Rakyat, Sabtu (11/02/2017) malam.

Seto menjelaskan kesah memiliki arti secara sederhana, yakni kepergian atau perpisahan. Nata gatra panguripan berarti menata warna-warna baru atau menata hidup yang lebih baik.

Nuansa kepergian dan perpisahan ini dimaknai sebagai suatu proses pembelajaran diri insan manusia untuk hidup yang lebih baik.

“Suatu kepergian untuk menata hidup yang lebih berwarna. Kepergian tidak hanya dirasakan sebagai kesedihan, tetapi proses pendewasaan yang harus dijalani dan diterima dengan ikhlas,” kata Seto.

Seperti awal dicetuskan, Festival Melupakan Mantan mengangkat dinamika perjalanan cinta anak muda, baik kegelisahan, gundah-gulana, kepergian, maupun kesedihan.

Hal-hal itu direspons sebagai suatu spontanitas dan situasi alamiah yang sering dialami, sampai pada titik menemukan semangat baru untuk melanjutkan hidup .

“Kalau dua tahun lalu FMM hanya diadakan tanggal 13 Februari, tahun ini selama tiga hari berturut-turut mulai 11 Februari sampai 13 Februari 2017,” kata dia.

Di tahun ketiga penyelengaraan FMM, konsep yang disuguhkan adalah galeri pameran. Selain itu, ada goresan kenangan dan mengumpulkan barang-barang dari mantan kekasih.

Goresan kenangan mantan bisa diungkapkan dengan lukisan, gambar, maupun kalimat yang akan diletakkan atau ditempel di galeri. Proses untuk goresan kenangan mantan ada beberapa tahap.

“Pengunjung harus ikut prosesi langkah alit menaiki tangga kenangan hingga sampai pada ruangan galeri yang diberi nama ruang kenangan. Di ruangan itu, pengunjung bisa meletakkan dan menempelkan,” kata Seto.

Secara simbolis, nantinya goresan kenangan mantan akan ditutup bersama-sama dengan menggunakan tirai. Hal ini melambangkan menutup kenangan dan berjalan meraih masa depan.

Sama seperti festival sebelumnya, pengunjung juga bisa membawa barang-barang peninggalan mantan tercinta. Nantinya barang-barang tersebut akan didonasikan.

“Donasi barang-barang mantan masih ada, tahun pertama dan kedua itu banyak, sampai tiga karung dan kita donasikan ke yang membutuhkan,” kata Seto.

Pengunjung yang datang ke festival tersebut tidak hanya dari Yogyakarta, tetapi juga luar kota. Bahkan ada barang-barang peninggalan mantan yang sampai dikirimkan via paket untuk didonasikan.

“Uniknya lagi, ada pengunjung yang justru jadian di Festival Melupakan Mantan. Mereka bikin video log, bilang terima kasih ke FMM,” ucapnya sambil tertawa.

Salah satu pengunjung FMM, Melinda dari Pajangan, Bantul, mengaku tertarik datang untuk mendonasikan barang-barang yang diberikan oleh manta pacarnya. Dengan begitu, barang-barang tersebut bisa lebih berguna bagi orang lain yang membutuhkan.

“Katanya pengin fokus kuliah, ternyata punya yang lain, ya sudah putus. Setiap ulang tahun jadian atau ulang tahun saya, dia selalu memberikan hadiah, ya ini ada boneka-boneka dan kaus,” ujarnya.

Bagi Melinda, festival ini bukan sekadar ingin melupakan mantan kekasih. Lebih dari itu, bisa membangkitkan semangat untuk meniti masa depan yang lebih indah.

Selain itu, donasi untuk orang lain yang membutuhkan dikemas dengan acara yang menarik anak muda.//delegasi.(kom)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Tak Dapat Restu, Sang Bunda Permatasari Berdoa Semoga Rumah Tangga Anaknya Hancur Berantakan

JAKARTA, DELEGASI.COM – Ibunda Indah Permatasari, Nursyah masih tidak terima melihat anaknya dinikahi komika Arie ...