Nasabah Rp 3 Miliar di Bank Bukopin Dihina Pihak Bank, Sebut Nasabah Abal Abal

Rebeka Adu Tadak bersama anaknya Taroci Adu Tadak didampingi dua pengacara saat mendatangi Kantor Bank Bukopin Cabang Kupang di jalan WJ. Lalamentik Kota Kupang, Kamis 10 Februari 2022.//Foto: Delegasi.com(hj)

DELEGASI.COM, KUPANG – Rebeka Adu Tadak ( RAT),  nasabah korban pembobolan rekening  senilai Rp3 Miliar di Bank Bukopin Cabang Kupang ribut dan beristegang dengan pihak Bank Bukopin gegara dihina dengan sebutan nasabah abal-abal, saat datang meminta pertanggungjawaban pihak bank terkait  tabungannya senilai 3 Miliar rupiah yang di duga raib.

Peristiwa itu terjadi Kamis 10 Februari 2022 saat Rebeka Adu Tadak bersama anak Taroci Adu Tadak yang didampingi dua pengacaranya mendatangi Kantor Bank Bukopin Cabang Kupang di jalan  WJ. Lalamentik Kota Kupang.

RAT yang datang ditemani anak dan dua orang pengacaranya, tidak mampu mengontrol emosinya saat dikatai nasabah abal-abal oleh pihak bank Bukopin Cabang Kupang, sehingga RAT dan anaknya ( Taroci Adu Tadak.red) mengamuk dan terlibat adu mulut dengan salah seorang staf di depan kantor Bank tersebut

BACA JUGA:

Terkait Raibnya Uang 3 M Milik Nasabah di Bank Bukopin, Pengacara JT Keberatan Jika Kliennya Jadi Tersangka Seorang Diri

Taroci Adu Tadak, saat ditanyai wartawan perihal tersebut mengaku kesal dan kecewa karena tujuan kedatangannya bersama ibu dan pengacara adalah untuk melakukan komunikasi dan meminta pertanggungjawaban pihak bank tapi malah dikatai nasabah abal-abal.

“Kami ini nasabah prioritas loh, tapi saat kami datang minta pertanggungjawaban pegawai Bukopin bilang kami abal-abal dan tidak akan mampu dapat uang kami kembali” tegas Taroci Adu Tadak yang akrab disapa Oci.

Sementara itu, Agustinus Nahak, SH., MH, kuasa hukum RAT menyampaikan bahwa hal ini seharusnya tidak terjadi. Menurutnya, tujuan kedatangannya adalah mendampingi kliennya untuk meminta penjelasan dan membangun komunikasi dengan pihak Bank Bukopin.

“Ini adalah tugas saya sebagai pengacara untuk mendampingi  klien saya karena ada hubungan hukumnya, nasabah kan boleh datang kapan saja ke bank sehingga bank Bukopin seharusnya terbuka untuk berdiskusi dengan siapa saja,” tegasnya.

BACA JUGA:

Kuasa Hukum JT dan PT. MPIP Asbun dan Hoax Soal Raibnya Uang Nasabah Bank Bukopin Rp 3 M

Ia juga menyampaikan bahwa selaku kuasa hukum RAT, ia sudah meminta pihak bank Bukopin untuk berkordinasi dengan Kantor Bukopin pusat agar masalah ini bisa segera diselesaikan.

Ia juga menegaskan bahwa kliennnya tidak mengenal pihak manapun selain bank Bukopin sebagai lembaga tempat kliennya menyimpan uangnya. Sehingga ia meminta agar Bank Bukopin bertangggungjawab.

BACA JUGA:

Diduga Ada Komplotan Pembobolan Rekening Nasabah di Bank Bukopin Kupang, Begini Kronologinya!

Simak 18 Fakta Kejahatan Bank Bukopin yang di Beberkan Nasabah Dibalik Pembobolan Rp 3 M

“ Jadi klien saya tidak punya hubungan hukum dengan pihak manapun selain bank Bukopin apalagi dengan PT Mahkota itu, Jeklin yang datang berhubungan dengan klien saya itu berseragam Bank Bukopin jadi  Bukopin tidak bisa lepas tangan. Kita harapkan uang nasabah saya senilai 3 miliar itu bagaimanapun caranya harus balik ke Bank Bukopin,” tegasnya.

Selanjutnya terkait peristiwa adu mulut antara kliennya dan staf bank Bukopin,  Agustinus Nahak meminta agar manejemen Bank Bukopin mengambil sikap tegas terhadap oknum tersebut.

Menurutnya, pihak bank harusnya menerima kliennya dengan ramah apalagi kliennya seorang nasabah prioritas.

“Apa kapasitas dia  mengatakan klien saya nasabah abal-abal dan tidak bisa mendapatkan uangnya kembali. Klien saya nasabah prioritas, seharusnya dia diterima dengan baik,” tandas Agustinus Nahak.

Selanjutnya Yulius B Nahak, SH menyampaikan, terkait penerimaan staf Bank Bukopin yang tidak ramah menunjukkan contoh yang buruk pada masyarakat NTT.

” Kami ini pengacara datang baik-baik bukan cari masalah. Penerimaan staf bank Bukopin ini menunjukan contoh yang tidak baik pada masyarakat khususnya nasabah bank Bukopin,” tegas Yulius.

delegasi(*/ tim)

Komentar ANDA?