Home / Pendidikan / PAUD Haleluya Liliba, Orientasi Ajarkan Kurikulum Mulok

PAUD Haleluya Liliba, Orientasi Ajarkan Kurikulum Mulok

Kupang, Delegasi.com – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Haleluya yang terletak di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo Kota Kupang, cendrung menerapkan kurikulum muatan lokal (mulok). selain anak anak belajar, juga diajarkan permainan- permainan lokal seperti, permainan tali merdeka, Siki Doka dan lain sebagainya.

“Jadi produk permainan yang diajarkan disini adalah permainan lokal, yang sering dimainkan oleh anak anak di Kota Kupang,” kata pengelola PAUD Haleluya, Orantje Beis kepada wartawan, Senin (31/8/2018) pekan lalu di Kupang.

PAUD yang saat ini sudh mencapai usia 11 tahun/angkatan 11 itu sudah menghasilkan 215 anak.

Kehadiran PAUD Haleluya di wilayah itu menurut Orantje pada awalnya untuk membantu anak anak yang tidak tertampung di PAUD lain yang jaraknya cukup jauh dari rumah orang tua anak anak.

“Pada mulanya , banyak anak2 usia dini yang tidak bisa masuk Paud sebelum mereka ke TK atau SD. maka kami berpikir , haru bisa bangun satu PAUD dekat disini.

Hingga kini, Kehadiran PAUD Haleluya cukup membantu para orang tua anak anak di wilayah itu,” jelas Orantje.

Paud Halelya menurut Orantje masih di bawah komando Dinas Pendidikan Kota kupang, khusus bidang PLS.

Program yang buat yakni kami bersama sama dengan pemerintah melayani anak anak yang belum terlayan.

“Kami latih dalam program kami. bermain sambil belajar, belajar sambil bermain.
salah kurikulum muatan lokal yang kami ajarkan disini salah satunya bermain siki doka dan masih banyak permainan lain yang kami ajarkan untuk anak anak.

sehinggah perkembangan anak yang ingin kami capai, bisa dapat tercapai dengan baik,” jelasnya.

 

Ia berharap agar pemerintah kota kupang dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Kupang, lebih memperhatikan PAUD.

Karena bagi Orantje, PAUD sebagai fondasi bagi pendidikan anak anak ke jenjang yang l3bih tinggi.

PAUD itu fondasi awal pembentukan dasar karakter bangsa.

Karena tampa karakter yang di bangun, sehebat apapun anak itu setelah besar nanti ia tidak berbuat apa apa untuk bangsa daerah dan dirinya.

“Kita perlu kita bangun dari awal adalah pembentukan karakter anak anak kita. Karena pada masa itu adalah masa priode emas.
Jadi ketika kita menanamkan hal yang baik, karakter yang baik, maka kedepannya bangsa dan negara ini akan menjadi baik, karena anak anaknya memiliki karakter yang baik, martabat yang baik,” jelas Orantje. //delegasi(sony ludoni)

 

Editor: Hermrn Jawa

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

363 Anak Yang Terdampak Bencana Badai Siklon Seroja Mendapat Bantuan dari LPMM Kupang didukung ChildFund

KUPANG,DELEGASI.COM – Sebanyak 363 (tiga ratus enam puluh tiga) anak yang terdampak bencana badai siklon ...