Ekbis  

PDAM Sikka Berharap, Pemkab Talangi Bayar Air Pelanggan Kurang Mampu

Direktur Utama PDAM Kab Sikka, Fransiskus Laka, saat diambil supahnya di dampingi RD, Lorens Noy, Pr //Foto: Delegasi.com(ger wisung)

 

MAUMERE, DELEGASI.COM – Pemerintah Kabupaten Sikka sedang melakukan kajian untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah  (MBR) dalam pembayaran rekening air PDAM kabupaten Sikka.

Kajian dimaksud  memperhatikan beban rekening pelanggan, dan kamampuan keuangan pemerintah daerah. Terhadap wacana ini perlu dilakukan kajian yg mendalam agar hasil efisien, efektif dalam rangka mengurangi beban masyarakat berpenghasilan rendah.

Terhadap wacana ini PDAM Sikka sangat menyambut baik dan berharap dapat terealisasi. Dasar pertimbangan adalah menurunnya partisipasi pelanggan dalam membayar iuran pemakaian air bersih PDAM selama masa wabah pandemi virus corona.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sikka berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka menalangi pembayaran rekening air bagi pelanggan kurang mampu.

Hal itu lantaran menurunya penerimaan PDAM Sikka selama dua bulan terakhir semenjak virus corona (covid-19) mulai mewabah di Indonesia.

Dirut PDAM Sikka, Fransiskus Laka, kepada wartawan seperti dirilis lenterapos, Senin 13 April 2020 menjelaskan, libur panjang dan pembatasan pergerakan manusia semenjak dua bulan menjadi kendala utama.

Tercatat, selama dua bulan terakhir penerimaan PDAM menurun hingga Rp.200 juta.

Penerimaan tersebut merupakan akumulasi dari pembayaran rekening aktif dan tunggakan.

“Rata rata penerimaan riil PDAM setiap bulan mencapai Rp.900 juta lebih atau 67 persen. Dua bulan ini penurunan mencapai Rp. 200 juta (52 persen),” jelasnya.

Sedangkan untuk gaji 106 karyawan dan operasional PDAM Sikka setiap bulan mencapai Rp900 juta.

“Saya utamakan untuk gaji dan operasional sehingga tidak mengganggu pelayanan kepada pelanggan,” jelasnya.

Frans menyebutkan, dari total 16 ribu pelanggan PDAM Sikka saat ini, 10 ribunya adalah pelanggan kurang mampu dengan rata- rata penerimaan sebesar Rp300 juta.

“Nah ini yang kita harap bisa ditalangi oleh Pemkab Sikka selama beberapa bulan ke depan. Sebab air ini adalah kebutuhan dasar manusia,” tandasnya.

//delegasi(*/ger wisung))

 

Komentar ANDA?