Penyintas Covid di Desa Golo Tolang: Kami Dikarantina 14 Hari, Tapi Tak Ada Bantuan dari Desa

Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas mencanangkan Vaksinasi Covid 19 untuk anak usia 6-11tahun, di SDK St. Eduardus Borong, Jumat(14/1)//Foto: Delegasi.com(Piter Lisong)

DELEGASI.COM, BORONG – Beberapa penyintas Covid 19 di Desa Golo Tolang Kecamatan Kota Komba Utara-Kabupaten Manggarai Timur mengaku selama dikarantina mandiri 14 hari mereka tidak pernah menerima bantuan dari pemerintah desa setempat. Mereka mendengar kabar jika pemerintah desa memberikan bantuan bagi warganya yang terpapar covid.

Salah satu penyintas, Juan Karolos Melo (19) mengatakan selama terpapar Covid-19, ia tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari Pemerintah Desa Golo Tolang.

BACA JUGA:

Isak Tangis Warnai Penyambutan Jenazah Wakil Bupati Manggarai Timur di Borong

Manggarai Timur Perkuat 3T untuk Kendalikan Kasus COVID-19

“Kami karantina selama 14 hari. Tapi kata teman saya yang ikut karantina juga, mereka dapat bantuan 4 bungkus susu dan telur 4 butir. Tapi jujur, saya tidak dapat bantuan apapun, baik dari Desa maupun dari Puskesmas,” kata siswa SMA Negeri 5 Kota Komba Utara tersebut.

Ia mengaku usai karantina ada tim dari dari Puskesmas Ketang menemuinya. Mereka datang hanya meminta KTP sama nomor handphone. Mereka hubungi kami untuk datang ke Puskesmas agar kami segera di rapid ulanguntuk memastikan postif atau tidak usai dikarantina,” tambahnya.

Pengakuan yang sama disampaikan Kristina Kawes, siswi SMP Negeri 5 Kota Komba Utara.
Menurut Kawes, selama masa karantina, ia hanya mendapatkan bantuan 2 bungkus susu Dancow.

“Selain itu saya tidak mendapatkan bantuan apapun, baik dari desa maupun dari Puskesmas Ketang,” ungkapnya.
Sementara Kepala Puskesmas Ketang, Dominikus Juma, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa total pasien terpapar Covid-19 di Desa Golo Tolang sebanyak 102 orang.

BACA JUGA:

Teriak Mengharukan Keluar dari Mulut Bupati Manggarai Timur Saat Melayat Almarhum Jaghur Sefanus

Prihatin!!!… Nasib Kantor BPBD Manggarai Timur

“Semuanya sudah karantina,” katanya.

“Semua pasien kita berikan bantuan, baik bantuan masker, susu, telur untuk para pasien. kami juga sudah melakukan penyemprotan desinfektan di rumah karantina mereka masing-masing. Sekarang ini, mereka sudah selesai karantina, dan sudah rapid. Semua hasilnya, negatif,” tambah Dominikus.

Diketahui, sejak tahun 2021 hingga 2022, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur telah menetapkan seluruh desa di Manggarai Timur wajib mengalokasikan dana desa sebesar 8 persen untuk penangan Covid 19.

Pada akhir Februari 2022, sebanyak 102 warga Desa Golo Tolang terkonfirmasi positif Covid 19. Dan pada saat itu wilayah Desa Golo Tolang masuk dalam zona merah covid 19.

Saat itu Pemerintah Desa Golo bersama UPTD Puskesmas Ketang memberikan bantuan berupa masker, susu dan telur ayam meningkatkan imun tubuh pasien Covid-19 selama menjalankan isolasi mandiri.

Bantuan tersebut bersumber dari anggaran Dana Desa (ADD) sebesar 8 persen.

Sedangkan untuk rincian pembagian bantuan, itu berdasarkan jumlah sasaran yang terpapar Covid-19.

“Sebelumnya pemdes sudah membagikan masker dan menyemprot disinfektan ke rumah-rumah pasien yang terpapar Covid-19,” jelas Leksi Andung, Ketua BPD Desa Golo Tolang.

Sementara Kepala Puskesmas Ketang, Dominikus Juma mengatakan pemerintah desa wajib membantu warganya.

Sementara petugas kesehatan bertugas memberi informasi soal Covid-19 kepada pasien selama menjalankan isolasi mandiri, memberikan obat serta melakukan tes rapid antigen.

//delegasi (firman Jaya)

Komentar ANDA?