Home / OPINI / Perjuangkan Nasib Guru, PGRI Kelubagolit Surati Komisi C DPRD Flotim
Anggota yang juga Wakil Ketua Komisi C DPRD Flotim, Drs.Muhidin DS.Tokan,SH saat bertemu para petugas kesehatan di sela-sela Peringatan Hari Kesehatan Nasional, Tingkat Flotim, baru-baru ini di Aula Gedung OMK Keuskupan Larantuka. (Delegasi.Com/BBO)

Perjuangkan Nasib Guru, PGRI Kelubagolit Surati Komisi C DPRD Flotim

LARANTUKA, Delegasi.Com – Sikap tegas penuh komitmen terhadap perbaikan nasib guru terus diperlihatkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Kelubagolit, Flores Timur, pimpinan Laurensius Lema Lewo.

Usai berdialog dengan beberapa Anggota DPRD Flotim, diantaranya Drs.Muhidin DS Tokan,SH, yang juga Wakil Ketua Komisi C DPRD Flotim, Muhammad Ikram Ratuloli, Anggota Komisi C DPRD Flotim, Abdul Wahab Saleh, Anggota Komisi C DPRD Flotim dan Sudirmanto Tamrin, Anggota Komisi A DPRD Flotim, Sabtu, 16/11/2019, di SDI Sukutokan, langkah cepat dan taktis pun langsung dimainkan.

Beberapa point penting pernyataan dan tuntutan pun langsung direkomendasikan melalui Komisi C DPRD Flotim untuk ditindaklanjuti.

Point-point penting yang ditandatangani Ketua PGRI Kelubagolit, Laurensius Lema Lewo itu antara lainnya:

Para Guru PGRI Kelubagolit saat berdialog dengan Tim Komisi C DPRD Flotim yakni Wakil Ketua Muhidin DS.Tokan,SH, Anggota Muhammad Ikram Ratuloli, Abdul Wahab Saleh dan Anggota Komisi A, Sudirmanto Tamrin, Sabtu, 16/11/2019, Pagi di SDI Sukutokan. (Delegasi.Com/BBO)

 

Pertama, Mendesak agar pembayaran gaji dan tunjangan sertifikasi guru tepat waktu sesuai regulasi yang berlaku.

Kedua, Mohon agar direalisasikan tunjangan sertifikasi guru non PNS TK/PAUD yang sampai hari ini belum dibayarkan.

Ketiga, Dimohon agar honor guru TK/PAUD yang dibiayai dana desa disesuaikan dengan besaran Upah Minimum Regional (UMR).

Keempat, Mohon ditindaklanjuti DUPAK guru yang sudah diusulkan agar tepat waktu.

Kelima, Dimohonkan agar Tenaga Operator Sekolah sebagai tenaga vital sekolah diangkat menjadi tenaga kontrak daerah.

Keenam, Perlu tenaga khusus untuk menangani Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) agar guru fokus pada tugas utamanya mengajar.

Ketujuh, agar ditindaklanjuti penanganan proyek-proyek fisik sekolah yang terbengkelai seperti SDK Lamabunga, yang masih dalam kondisi tidak selesai sejak tahun 2010.

Kedelapan, perlu pengadaan komputer/lab dalam menunjang kelancaran UNBK bagi seluruh sekolah di Kecamatan Kelubagolit.

Kesembilan, Mohon diperhatikan penambahan guru khusus Agama Katolik dan Islam bagi sekolah-sekolah di Kecamatan Kelubagolit.

Kesepuluh, Segera dilakukan sertifikasi tanah bagi sekolah-sekolah di Kecamatan Kelubagolit.

Kesebelas, Mutasi guru PNS agar memperhatikan waktu, kondisi dan pemerataannya.

Keduabelas, Pengangkatan tenaga kontrak daerah guru agar wajib mempertimbangkan lamanya masa kerja dan kualifikasi guru yang bersangkutan.

Ketigabelas, guru honor di sekolah swasta agar diangkat menjadi tenaga kontrak daerah.

Keempatbelas, Gedung-gedung sekolah di Kecamatan Kelubagolit yang dalam keadaan rusak agar bisa diperbaiki.

Kelimabelas, Tenaga Lapangan Dikmas (TLD) agar diangkat menjadi operator lembaga PAUD.

Keenambelas, Persyaratan penyesuaian ijasah agar dipermudah.

Anggota sekaligus Wakil Ketua Komisi C DPRD Flotim, Drs.Muhidin DS. Tokan,SH, didampingi Anggota Komisi C lainnya, Abdul Wahab Saleh dan Muhammad Ikram.Ratuloli, serta Anggota Komisi A Sudirmanto Tamrin sedang berdialog dengan PGRI Kelubagolit, Sabtu, 16/11/2019, Pagi. (Delegasi.Com/BBO)

 

Sejumlah point rekomendasi ini diserahkan langsung kepada Tim Komisi C DPRD Flotim, melalui Wakil.Ketua Komisi C DPRD Flotim, Muhidin DS.Tokan, disaksikan Anggota Muhammad Ikram Ratuloli, Abdul Wahab Saleh dan Anggota Komisi A Sudirmanto Tamrin yang ikut hadir dalam forum itu.

Muhidin DS Tokan, Muhammad Ikram Ratuloli dan Abdul Wahab Saleh kepada media nyatakan, siap menindaklanjuti rekomendasi ini.

“Kami akan undang Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Bernard Beda Keda dan jajarannya untuk bicarakan. Dan, mencari tahu apa kendalanya, agar bisa dicarikan solusi. Jika ada yang bermain dan langgar aturan akan ditindak tegas,”pungkas Muhidin, diamini Ikram Ratuloli dan Wahab Saleh.

Apalagi ini berkenaan dengan nasib para guru, yang menjadi ujung tombak peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia Unggul sebagaimana diamanatkan Presiden Joko Widodo sebagai agenda utama pemerintahannya saat ini,”sebut Muhidin, keras, yang juga mantan Guru Kepala Sekolah SMA Lamaholot Jakarta ini.

“Catat, Kami tidak sedang main-main. Jika selama ini ada yang hanya sekedar bermain-main untuk kepentingan perutnya dengan memanipulasi hak para guru seperti dana sertifikasi, tetapi untuk kali ini tidak akan diberi ampun dan dibiarkan lolos menikmati uang-uang para guru di Flotim. Kami akan kejar dan giring ke proses hukum,”pungkas berapi-api membakar semangat Ketua dan anggota PGRI Kelubagolit dalam.forum dialog jelang HUT PGRI tahun 2019 tersebut.

Muhidin, Miral Ratuloli dan Wahab Saleh memastikan siap berdiri di garda terdepan membela hak-hak para guru di Flotim yang selama ini dikebiri dan tak diperhatikan dengan baik.

Pihaknya pun berharap, PGRI Kecamatan lainnya pun bergerak bersama memperjuangkan berbagai hak dan kebutuhannya yang belum terpenuhi selama ini.

“Prinsipnya, Kami siap membela dan mengakomodir tuntutan hak dan kebutuhan mereka,”tutup Muhidin Demon Sabon Tokan, tersenyum.

Mantan Lawyer Jakarta yang kini menjabat Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Flotim ini memang terus menunjukan taring wakil rakyatnya.

Meski baru beberapa bulan menduduki kursi Bale Gelekat Lewotanah, namun gerakan politiknya mampu menyihir dan memberi sengatan tajam.

Terutama terkait bidang tugas Komisi C DPRD Flotim yang mengurus Kesehatan, Pendidikan, Pariwisata dan Kebudayaan.

Lihat saja, aksinya mengobrak abrik rencana Pemerintah Daerah Flotim menurunkan honor tenaga kontak daerah.

Muhidin mampu menerobos hingga ke jantung pertahanan, termasuk saat mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Flotim beberapa waktu lalu mengajak dialog para petugas medis, yang tetap bertahan menolak kebijakan Bupati Flotim tersebut.

Kini, Muhidin pun sedang mendinamisir para guru untuk memperjuangkan nasibnya.

Akankah ini berbuah manis atau pahit, ditunggu saja endingnya. Wow..!!!

//Delegasi.Com(BBO)

 

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Memupuk Sikap Antisipasi Bencana

“Kasus bencana badai Seroja yang meluluhlantahkan beberapa kabupaten/kota di NTT (5 April 2021) lalu bisa ...