Home / Hukrim / Perkelahian Antarpemuda di Belu, Julio da Silva Tewas
Kasus
Polisi berjaga di lokasi perkelahian antarpemuda di Sesekoe, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu, Selasa (31/10/2017) // foto: pos kupang

Perkelahian Antarpemuda di Belu, Julio da Silva Tewas

Atambua, Delegasi.com – Julio da Silva alias Sudin alias Ucil (24) tewas saat terjadi perkelahian antarpemuda di tempat pesta, Selasa (31/10/2017).

Warga Sesekoe, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu ini menderita luka tikam pada bagian punggung.

Dirilis pos kupang.com, Selasa (31/10/2017),  Julio sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Atambua untuk mendapat pertolongan medis namun nyawanya tidak tertolong.

Kapolres Belu, AKBP Yandri Irsan melalui Kasat Reskrim, Iptu Jemy Noke membenarkan bahwa Julio merupakan korban perkelahian.

Perkelahian terjadi antarpemuda yang sudah dalam kondisi mabuk Miras (minuman keras/beralkohol), diduga dipicu dendam persoalan lama.

Jemy Noke menjelaskan kejadian berawal ketika para pelaku dan korban mengikuti pesta sambut baru di wilayah Sesekoe, Kelurahan Umanen.

Diduga karena sudah dipengaruhi Miras, terjadi salah paham di antara mereka sehingga memicu perkelahian.

Melihat perkelahian itu, para orangtua mengusir kedua pihak untuk keluar dari tempat pesta.

“Mereka salah paham dan berkelahi lalu dilerai oleh orangtua disuruh pulang namun di luar mereka baku tikam dan korban meninggal,” jelas Jemy saat dikonfirmasi Selasa siang.

Informasi yang diperoleh, lanjut Jemy, tiga hari sebelumnya, pihak pelaku dan korban terlibat perkelahian.

Perkelahian melibatkan pemuda dari wilayah Onoboi dengan pemuda dari Sesekoe.

“Saat itu mereka didamaikan namun namanya masalah anak muda, diduga masih ada dendam setelah perdamaian itu sehingga hari ini terjadi lagi,” katanya.

Informasi yang dihimpun Pos-Kupang.com di lokasi kejadian,
bahwa permasalahan berawal dari pertengkaran antara salah satu pemuda Sesekoe atas nama Marito dan pemuda Onoboi pada acara pesta sambut baru sekaligus peresmian rumah dari Linus Atok di Kampung Sesekoe, Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat.

Bahwa dengan adanya permasalahan tersebut maka Marito dan Korban keluar dari tempat acara dan duduk di depan SPBU Sesekoe yang mana jarak dari tempat acara kurang lebih dua kilometer.

Selasa sekitar pukul 03.30 dini hari dari sekelompok pemuda Onoboi, sebanyak tujuh orang, datang dan memasuki area SPBU Sesekoe.

Pada saat itu langsung melakukan aksi penikaman terhadap Marito yang adalah salah satu pemuda dari Sesekoe.Melihat kejadian tersebut, petugas security SPBU, Apeu menghampiri para pemuda tersebut dan menyampaikan agar jangan melakukan keributan di Area SPBU.

Apeu lantar menyuruh mereka untuk keluar dari area itu.

 Setelah keluar dari area SPBU, tujuh pemuda Onoboi ini berkumpul di depan sebuah rumah makan yang berada di samping SPBU Sesekoe.

Beberapa saat kemudian terjadi lagi keributan yang menyebabkan Julio dunia karena ditikam pada bagian rusuk kiri dengan kedalaman 10 cm dan tangan kiri kena tebasan parang dari pemuda Onoboi yang diduga bernama Andreas Taek alias Baron.//delegasi(PK/hermen)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Satu Lagi Tersangka Kasus Tanah di Labuan Bajo Ditahan Kejati NTT

KUPANG, DELEGASI.COM – Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur melakukan penahanan terhadap ...