Home / Ekbis / Pohon Jambu Mente Diserang Kutu Putih, Petani Rugi & Memprihatinkan
Terlihat jelas hama kutu putih yang menyerang tanaman Mente saat ini, di Desa Lewoingu, Titehena. Yang mana Pohon Jambu Mente inipun sudah dilakukan penjarangan oleh Pemda Flotim. (Delegasi.Com/BBO)

Pohon Jambu Mente Diserang Kutu Putih, Petani Rugi & Memprihatinkan

LARANTUKA-DELEGASI.COM– Serangan hama kutu putih secara sporadis pada Tanaman Jambu Mente, yang sedang berbunga lebat, namun jarang berbuah, milik para petani di Flores Timur saat ini, kian memprihatinkan dan mengancam nasib para petani untuk kembali gagal panen, seperti tahun lalu.

Demikian dialami Martinus Martin Seran dan Anastasia Nebo Hayon, serta Tinus Lait dan Gelgani Bulu Hayon, Petani Desa Lewoingu, yang tanaman Mentenya, saat ini diserang hama kutu putih.

Baca juga: Mente Bunga Lebat, Buah Jarang di Flotim, Petani Terancam Gagal Panen

 

Meskipun, banyak tanaman Jambu Mente yang terkena serangan hama kutu putih ini, sudah mengikuti program penjarangan Mente Pemda Flotim, yang dijadikan andalan Bupati Anton Gege Hadjon, dalam misinya selamatkan tanaman rakyat.

“Benar Pak. Mente Kami ini tahun lalu juga sudah dilakukan penjarangan.

Tapi, hama kutu putih tetap serang, saat bunga mulai muncul. Dan, menghantam seluruh pohon Jambu Mente disini, yang jumlahnya bisa diatas 500 pohon,”ujar Anastasia kepada Delegasi.Com, saat ditemui Jumad, 30/07/2021, di kebun miliknya, Desa Lewoingu.

Salah seorang petani yang sedang mengasapi tanaman Mente miliknya, Jumad,30/07/2021, Siang, kebunnya sebelum Desa Lewolaga. (Delegasi.Com/BBO)

 

Ia bahkan menceritrakan, akibat serangan hama kutu putih ini, banyak bunga yang mati dan gugur.

Hingga buahnya tidak bisa muncul.

“Kami hanya bisa lakukan pengasapan, tapi sulit juga karena api tidak bisa tembus ke atas. Sehingga Kami berharap ada bantuan obat dari Pemda Flotim,”ujarnya, polos.

Seraya menambahkan, akibat hama kutu putih sejak tahun lalu, penghasilan menurun tajam.

“Yah, palingan hanya 100 Kg lebih saja, dengan harga Rp.13.000-16.000,”timpalnya, saat ditanya lebih lanjut.

Dan, ini sangat membuat para petani rugi, padahal hasil Jambu Mente sangat diandalkan untuk menambah pendapatan keluarga, dan memperbaiki kebutuhan ekonomi selama masa sulit akibat Pandemi Covid-19.

Hal senada diungkapkan juga petani Jambu Mente, Tinus Lait yang didampingi Istrinya Gelgani Bulu Hayon, saat ditemui di Jalan Trans Lewoingu-Lewolaga, ketika pulang dari kebun Mentenya, Jumad, 30/07/2021, Siang.

Bapa Tinus Lait dan Mama Gelgani Bulu Hayon sedang menunjukan hama kutu putih yang menyerang tanaman Mente, milik Bapak Martinus Martin Seran, saat ditemui bersama Delegasi.Com, Jumad, 30/07/2021, Siang. (Delegasi.Com/BBO)

 

Tinus Lait bahkan mengakui, Mentenya yang sudah kena program penjarangan Pemda Flotim pun sporadis dihantam hama kutu putih sejak tahun 2020.

Hingga membuat Mentenya tidak bisa dipanen maksimal, karena bunganya mati dan gugur semua.

“Bahkan, di kebun Mente dekat jalan raya ke arah Desa Duuntana, sampai hitam semua itu rabat jalan.

Masalahnya, setelah program penjarangan Jambu Mente, tidak ada bantuan obat, itu yang membuat Kami kesulitan hadapi hama kutu putih ini.

Memang, saat Ini Kami buat pengasapan, tapi susah juga, karena api tidak bisa tembus ke atas,”pungkasnya, serius, seraya menambahkan, ini yang menyulitkan.

Pihaknya, berharap ada pasokan obat hama secepatnya dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Flotim.

Sementara itu, saat ditanya dampaknya terhadap penghasilan ketika masa panen tiba, Tinus Lait secara polos sampaikan, akibat dua tahun terserang hama kutu putih, 3 kebun mentenya turun tajam penghasilannya.

“Satu kebun yang luasnya 1 hektar di Duuntana, biasanya bisa Rp.7-8 Juta sekali panen, kini hanya Rp.1-2 juta saja.

Sangat buruk nasib Kami petani. Tidak ada obat jadi susah, padahan sudah dapat program penjarangan Jambu Mente, juga,”tohoknya, sambil berharap mudah-mudahan ada bantuan dari Pemerintah Pusat terhadap nasib petani Jambu Mente, yang sudah dua tahun berturut-turut diserang hama kutu putih.

Meski demikian, baik Tinus Lait, Gelgani Bulu Hayon dan Anastasia Nebo Hayon, tetap terlihat semangat saat diajak ngobrol Delegasi.Com, di kebunnya Anastasia, yang kebetulan pas di pinggir jalan negara, Trans Lewoingu-Lewolaga.

Terlihat jelas daun, bunga dan sedikit buah Pohon Mente dihantam sporadis hama kutu putih, lalu mulai mati pelan-pelan.

Sangat memprihatinkan.

Sporadisnya hama kutu putih menyerang tanaman Mente di Desa Lewoingu, Titehena, saat dijumpai Delegasi.Com, Jumad, 30/07/2021, Siang. (Delegasi.Com/BBO)

 

Lepas dari situ, Delegasi.Com pun meneruskan perjalanan ke arah Lewolaga, dan kemudian mendapati satu orang petani yang sedang menyalakan api dan melakukan pengasapan untuk tanaman Mentenya, sebelum memasuki Desa Lewolaga.

Olehnya, diharapkan ada langkah cepat bantuan obat atau bentuk lainnya dari Dinas terkait untuk selamatkan tanaman rakyat Jambu Mente ini.

(Delegasi.Com/BBO)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Gubernur Viktor Usulkan Pembentukan Bio Security dan Bio Industry

KUPANG,DELEGASI.COM–Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima audiens Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas ...