Home / OPINI / Presiden Jokowi Batal hadiri Harnus di Lembata
predie
Presiden Joko Widodo (kanan) menyambut Wakil Presiden India Mohammad Hamid Ansari (kiri) saat kunjungan diplomatik di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/11). Kedua pihak membahas kerjasama bidang ekonomi, maritim, keamanan, pendidikan, farmasi dan medis. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/kye/15

Presiden Jokowi Batal hadiri Harnus di Lembata

Kupang, Delegasi.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi)  dan rombongan dipastikan batal menghadiri puncak peringatan Hari Nusantara di Kabupaten Lembata esok, Selasa (13/12). Presiden masih berada di luar negeri dalam kunjungan kenegaraan hari, mulai hari ini (12/12) sampai tanggal 14 mendatang.

Informasi yang beredar terkait batal datangnya Presiden RI, Joko Widodo ke Lembata untuk menghadiri  Puncak Acara Harnus tanggal 13 Desember 2016 terus menyebar dan membuat resah masyarakat setempat.

Hingga Minggu, 11 Desember 2016 malam informasi yang beredar terkait batalnya Presiden Jokowi ke Lembata ditanggapi beragam, Ada yang resah karena  persiapan yang dilakukan selama ini sudah sangat maksimal untuk menanti kehadiran Presiden menjadi sis-sia belaka. Namun ada yang mengatakan,  biar presiden tidak datang Harnus tetap diperingati dan banyak dampak positif bagi Lembata dengan ditetapkan menjadi tuan rumah Harnus 2016.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan Penjabat Bupati Lembata, Sinun  Petrus Manuk yang dihubungi beberapa kali untuk memperoleh pastian atas informasi ketidak hadiran Presiden di Lembata tidak memberikan jawaban.

Presiden Jokowi dan rombongan terbatas tiba di Palam Airport, New Delhi, India, setelah terbang dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (11/12) petang. Kepala Negara mendarat pada sekitar pukul 23.30 waktu setempat.Saat tiba di Palam Airport, New Delhi, India, Presiden Jokowi disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk India, Rizali Indrakesuma dan Atase Pertahanan Ardiansyah Muqsit.

Rencananya, Presiden Joko Widodo akan melakukan kunjungan kenegaraan Republik India pada 12-13 Desember 2016 lalu dilanjutkan ke Republik Islam Iran pada 14 Desember 2016.

Selama dua hari di New Delhi, Presiden Jokowi akan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden India Pranab Mukherjee.

Selain itu, Presiden juga dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan sejumlah CEO perusahaan India dan menghadiri acara Ramah Tamah dan Santap Siang dengan Staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) New Delhi dan masyarakat Indonesia di KBRI New Delhi sebelum bertolak ke Teheran, Iran.

Adapun kunjungan kenegeraan tersebut merupakan kunjungan balasan. Sebelumnya Perdana Menteri India telah berkunjung ke Indonesia pada Oktober 2013 dan Presiden Iran berkunjung ke Indonesia pada April 2015.

Kunjungan kenegaraan ini dipandang penting mengingat India dan Iran adalah dua negara yang memiliki potensi kerja sama yang sangat besar.

India adalah mitra dagang Indonesia terbesar di Asia Selatan dan sekaligus merupakan mitra terbesar ke-4 di dunia.  Angka perdagangan Indonesia dengan India tahun 2015 mencapai 14,45 miliar dolar AS.

Pada kunjungan kali ini, Presiden Jokowi akan menjajaki lebih jauh diversifikasi ekspor Indonesia ke India.  Presiden Jokowi juga akan membahas upaya peningkatan kerja sama investasi untuk industri bahan baku obat-obatan.

Turut serta mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju New Delhi India, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong.//delegasi (ant)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Wai Jara, Sumber  Mendamaikan Sekaligus Malapetaka

“Wai Jara merupakan sumber air satu-satunya di puncak Ile Boleng, berada di bagian timur Riawale, ...