Home / Sosbud / Program Padat Karya Wilayah Satker PJN 2 NTT Realisasi 100 Persen

Program Padat Karya Wilayah Satker PJN 2 NTT Realisasi 100 Persen

KUPANG, DELEGASI.COM- Pemberdayaan ekonomi masyarakat di situasi Pandemi Covid-19 melalui program Padat Karya yang diprogramkan oleh Kementerian PUPR di Wilayah Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) 2 NTT Tahun Anggaran 2020 sudah mencapai target atau sudah terealisasi 100 persen.

Demikian dikatakan Kepala BPJN NTT, Muktar Napitupulu melalui Kasatker PJN 2 NTT, Himler Mnurung ketika dikonfirmasi tim media ini, pada Kamis (26/09/2020).

“Untuk program Padat Karya di wilayah Satker PJN 2 NTT hingga bulan November sudah terealisasi 100 persen. Dan semua kegiatan tersebut mulai dari pembersihan jalan, galian dan pemasangan drainase, tembok penahan jalan dan pemeliharaan rutin jembatan semuanya melibatkan masyarakat setempat (lokasi pekerjaan mulai dari terminal Haumeni Soe sampai di kabupaten Belu), Ungkap Himler.

Himler juga mengutarakan, program pemberdayaan dari Kementerian PUPR berupa Program Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) yang sudah dilaksanakan tersebut dengan tujuan untuk mengurangi angka pengangguran di tengah ketidakpastian perekonomian di masa Pandemi COVID-19 karena banyak warga kehilangan lapangan pekerjaan, sehingga masyarakat dilibatkan dalam setiap program padat karya tunai baik Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), Pemeliharaan Rutin Jalan & Jembatan, dan Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).

“Memang awal mula padat karya ini muncul sebagai revitalisasi karena banyak warga masyarakat yang di PHK dari perusahan akibat pandemic covid-19. Jadi untuk tetap memacu perekonomian masyarakat di buatlah program padat karya ini. Dengan adanya program ini daya beli masyarakat dan ekonomi keluarga bisa bertumbuh”.
Himler juga berharap program padat karya dapat dilanjutkan lagi di tahun-tahun berikutnya, karena pemberdayaan ekonomi masyarakat berupa program padat karya tersebut benar-benar membantu masyarakat, terlebih masyarakat yang kehilangan lapangan pekerjaan akibat situasi pandemic covid-19 maupun masyarakat yang sulit mendapatkan pekerjaan.

“Saya berharap mudah-mudahan program padat karya ini dapat berjalan setiap tahun. Program padat karya ini sangat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat yang mana mereka mendapatkan upah sesuai UMR dan dibayarkan langsung, bisa setiap hari, setiap minggu maupun setiap bulan tergantung dari kesepakatan antara pekerja dan petugas di lapangang” Urai Himler Mnurung.

Kepala Desa Loli, Yupiter Mella (salah satu desa yang mendapatkan program padat karya di Kabupaten TTS) ketika dimintai tanggapan, ia manyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena telah membantu masyarakat di Desa Loli melalui program padat karya.

“Kami Pemerintahan Desa Loli berterima kasih kepada BPJN NTT melalui Satker PJN 2 NTT yang telah melibatkan masyarakat kami dalam program padat karya ini dan juga telah membantu kami dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat di situsi carut marut pandemi covid-19” Ungkap Kades Yupiter.

Yupiter juga berharap dari program padat karya tersebut masyarakat kami benar-benar merasakan manfaat dari apa yang mereka kerjakan. Saat ini sudah 100 persen program padat karya. Kami berharap agar program padat karya ini terus ada di setiap tahun sehingga masyarakat kami dilibatkan dan mereka dapat hidup dengan ekonomi yang mapan.

Yupiter juga menghimbau kepada masyarakat Desa Loli untuk bersama-sama menjaga dan merawat semua fasilitas yang telah dibangun oleh pemerintah pusat dalam hal ini BPJN NTT, sekaligus ia terus berharap agar program padat karya tetap dilanjutkan di tahun-tahun ke depan dengan melibatkan masyarakat dalam jumlah yang lebih banyaak lagi.

delegasi(*/tim)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Hingga September, Santunan Jasa Raharja NTT Capai Rp 16 Miliar

Meskipun kondisi masih Pandemi Covid-19, santunan yang disalurkan PT. Jasa Raharja Cabang NTT tetap tinggi. Hingga akhir September 2021 mencapai Rp 16 Miliar