Riangrita, Desa Pertama di Flotim Resmi Gandeng Solideo Farm Tangani Stunting dan Ternak Ayam Kampung

Kepala Desa Riangrita Kecamatan Ile Bura-Flotim, Agustinus Koto Blolon (Tengah) didampingi Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat, Pehang Mare, menyerahkan dana kerjasama resmi Peternakan Ayam Kampung, bersama Bos/ Pemilik Solideo Farm, Rofin Muda, Jumad, 25/03/2022, di Kantor Desa Riangrita-Ile Bura, pukul 11.00 Wita. (RM/Delegasi.Com/BBO)

ILE BURA-DELEGASI.COM–Merespons cepat perintah Presiden Joko Widodo, yang mewajibkan Desa mengalokasikan 20 persen Dana Desa tahun 2022, di Bidang Ketahanan Pangan, Hewani dan Nabati, untuk penuntasan Stunting, Desa Riangrita Kecamatan Ile Bura, di Selatan Barat Flores Timur, yang kini dipimpin Kades Agustinus Koto Blolon, mengambil langkah cerdas menggandeng secara resmi Grup Solideo Farm, Peternakan Ayam Kampung terbesar di NTT, yang dimiliki Bung Rofin Muda.

Seorang Pengusaha Muda asal Kampung Lewouran, Ile Bura, yang kini tinggal menetap di Desa Kloanghoat, Geliting, Kabupaten Sikka.

Baca juga: Presiden Joko Widodo Kunjungi Lokasi Program Akselerasi Pencegahan Stunting di TTS 

Kerjasama resmi profesional ini dimulai dengan penandatanganan naskah dan penyerahan dana dari Pemerintah Desa Riangrita kepada Bos Solideo Farm, Jumad, 25 Maret 2022, di Kantor Desa Riangrita, pukul 11.00 Wita.

“Iyah, hari ini Jumad, 25 Maret 2022, secara resmi Kami menyerahkan 70 persen Dana kerjasama penanganan stunting dengan Ayam Kampung, melalui pemberdayaan peternakan Ayam Kampung, bekerjasama resmi dengan Grup Solideo Farm.

Kerjasamanya meliputi Pelatihan dan Praktek Beternak Ayam Kampung, Belanja Bibit Ayam Kampung, Pakan Ternak, Vitamin dan Obat Ayam Kampung, Pendampingan Lapangan hingga Marketing.

Baca juga: Gubernur NTT Minta Bupati SBD Fokus Pada Penanganan DBD dan Stunting

Kami sangat senang dan gembira, bisa bekerjasama resmi dengan Grup Solideo Farm, mengikuti seluruh standar operasional peraturan profesionalnya Solideo Farm, dari awal sampai marketing.

Sehingga hari ini Kami selesaikan sejumlah keuangan kerjasama tersebut.

Juga survei lokasi pusat peternakan Ayam Kampung Desa Riangrita, untuk selanjutnya dipersiapkan Kandangnya,”terang Kades Agustinus Blolon kepada Media, saat ditemui di kediamannya, Jumad, 25/03/2022, Malam.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam waktu dekat dimulainya pelatihan dan praktek beternak Ayam Kampung di Pusat Peternakan Ayam Kampung, Solideo Farm, di Kloangpoat, Sikka selama 3 hari.

“Ada 5 tenaga kerja Desa Riangrita yang siap mengikuti program kerjasama ini.

Untuk kemudian, pasca pelatihan akan mengelolah Usaha Peternakan Ayam Kampung Desa Riangrita, untuk membantu penanganan stunting, juga pemberdayaan ekonomi desa.

Ada 300 ekor Ayam Kampung siap produksi, yang akan dikelolah di Desa Riangrita,”tambahnya.

Baca juga: Bertepatan HUT Ketum PDI Perjuangan, Anggota DPRD, Patris Lali Wolo Bantu Anak Stunting di Sikka

Dikatakannya, selain bibit Ayam Kampung siap produksi, kerjasama saling menguntungkan ini, juga terjadi di bidang Nabati, yakni terkait urusan Jagung sebagai Pakan Ternak Ayam Kampung.

“Jagung untuk pakan ternak Ayam Kampung, sekitar 2 ton, pun dibeli dari petani di Riangrita.

Tentunya, membantu perputaran uang di Desa Riangrita.

Ini yang sangat luar biasa. Sehingga memotivasi Kami agar tahun depan seluruh lahan ditanami Jagung,”pungkas Koto Blolon, tersenyum.

Sementara itu, Bos Solideo Farm, Rofin Muda, yang ditemui Delegasi.Com, di kediamannya, Dusun Lewouran, Desa Lewotobi, Jumad, 25/03/2022, Sore usai giat di Desa Riangrita, membenarkan, kedatangannya kali ini bersama Istri, Anak dan Staf Solideo Farm, dalam rangka koordinasi pemantapan kerjasama, dan penyerahan 70 persen dana kerjasama ketahanan hewani & nabati, di bidang Peternakan Ayam Kampung, jelang dimulainya pelatihan dan praktek beternak, dalam waktu dekat,”ujar Rofin Muda, bersemangat.

Baca juga: Kian Melejit, Solideo Farm Sudah Kuasai 147 Desa di Sikka, Siap Beternak Ayam Kampung

Ia menyampaikan, Solideo Farm secara profesional siap memberikan pelatihan dan praktek terbaik bagi tenaga desa yang diutus.

“Setelah itu, akan diberikan bibit Ayam Kampung terbaik siap produksi sebanyak 300 ekor, lalu diberikan pendampingan sampai berproduksi, siap masuk pasar.

Produksi telur Ayam Kampung inilah, yang akan dipakai membantu penanganan Stunting di Desa Riangrita,”terangnya.

Pihaknya, sebut Putra Sulung, Pasangan Orangtua berlatar belakang guru, yakni Bapak Pius Tata Muda, dan Ibu Ema Kewuta, ini sangat optimis program kerjasama ini akan berjalan sukses.

Dan, pasti mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Desa Riangrita, juga Ile Bura secara umum.

“Saya bisa berikan gambaran riilnya, jagung-jagung hasil panen di Desa Riangrita, langsung habis dibeli sebagai pakan ternak bagi 300 ekor Ayam Kampung siap produksi itu.

Hitung-hitung dari taksasi 2 ton jagung saat ini di Riangrita, langsung terbelanjakan sekitar Rp. 15 juta.

Uang ini langsung jadi milik petani di Riangrita.

Dan, kebutuhan pakan ternak Ayam Kampung ini terus dibutuhkan dari waktu ke waktu.

Maka stock Jagung desa lain di Ile Bura pun, pasti dibeli.

Demikian pula, dengan produksi telur Ayam Kampung, pasti diburu berbagai pihak, dalam rangka penanganan Stunting, juga kebutuhan lainnya.

Solideo Farm juga siap menjadi pelanggan tetap membeli Telur Ayam Kampung itu,”tambahnya memberi optimis.

Ini akan sangat menggairahkan perekonomian di Desa Riangrita.

“Itu terlihat dari komitmen Kepala Desa Riangrita, yang sudah menegaskan kepada warganya agar tahun depan, genjot semua lahan di Riangrita dengan menanam Jagung,”pungkasnya.

Ini Pusat Peternakan Ayam Kampung Solideo Farm, di Desa Kloangpoat, Sikka-NTT, milik Rofin Muda, pengusaha muda asal Dusun Lewouran, Ile Bura-Flotim. (RM/Delegasi.Com/BBO)

Ia menambahkan, selain Desa Riangrita, Desa lain yang bekerjasama dengan Solideo Farm, adalah Desa Lewotobi, Ile Bura.

Hanya saja, Desa Lewotobi, tidak ada program pelatihan dan praktek.

“Mereka langsung beli bibit Ayam Kampung, dan dibagikan kepada warganya, untuk piara masing-masing di rumah,”bebernya.

Sehingga tentunya, sedikit menjadi kendala pada beberapa standar operasional Solideo Farm, seperti pendampingan dan marketing,”sambungnya.

Camat Ile Bura, Jack Ara Kian, S.Sos,M.AP, yang diinformasikan terkait kerjasama Desa Riangrita dengan Solideo Farm, secara terbuka kepada Delegasi.Com, menyatakan dukungannya.

Apalagi, alokasi Dana Desa sebesar 20 persen, untuk ketahanan pangan, Hewani dan Nabati, guna penanganan stunting menjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo.

Dan, kembali ditegaskan dalam kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Kabupaten TTS, baru-baru ini.

“Memang, harus diakui untuk Ile Bura selama ini sudah jalan upaya penanganan Stunting, tapi belum maksimal.

Sehingga diharapkan, dengan adanya kerjasama Desa Riangrita, juga Lewotobi bersama Solideo Farm, bisa menuntaskan masalah Stunting, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,”ujarnya, ketika diajak ngobrol, Jumad, 25/03/2022, Pagi.

Ia berharap, Desa lainnya di Ile Bura, bisa mengikuti jejak Desa Riangrita bekerjasama secara profesional, mulai dari awal, hingga produksi dan marketing, dengan Solideo Farm.

Pasalnya, Dia optimis pengalaman Solideo Farm bantu tuntaskan Stunting di Desa-Desa di Sikka selama ini, dengan Telur Ayam Kampung yang berusia 1 sampai 14 hari, akan bisa bebaskan anak-anak Ile Bura dari Stunting, dan memberikan asupan gizi bagi Ibu-Ibu hamil.

Komentar ANDA?