Home / Ekbis / Seknas Jokowi dan Menteri PPPA RI, Sapa Warga Pedesaan di NTT

Seknas Jokowi dan Menteri PPPA RI, Sapa Warga Pedesaan di NTT

KUPANG, DELEGASI.COM– Dewan Pengurus Wilayah Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi Provinsi NTT bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, akan menyapa warga pedesaan di NTT yang terdampak covid 19. Minggu (3/10/2021)

Kegiatan dengan tema “ Seknas Jokowi Menyapa” yang berlangsung secara virtual itu guna mendengar secara langsung keluh kesah warga dan langsung memberi arahan serta penguatan terhadap perempuan Dasa Wisama di Desa Sukutokan, Kecamatan Klubagolit, Kabupaten Flores Timur yang usahanya terdampak pendemi Covid-19.

Demikian rilis Seknas Jokowi NTT yang diterima redaksi Delegasi.com, Selasa (28/9/2021) pukul 19.00 Wita.

Baca Juga:

Rekruitmen Tamtama TNI AD Dibuka, Syarat Minimal Lulusan SMP

Gubernur Viktor Ingin Perguruan Tinggi Lahirkan Generasi Visioner

Dalam dialog virtual tersebut akan hadir sebagai pembicara, Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Seknas Jokowi, Rambun Tjajo, SH dan Bendahar Umum DPN Seknas Jokowi, Ismaralda. Selain itu, hadir pula sebagai narasumber kehormatan, Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si.

“Kehadiran Menteri dalam program ini diinisisasi oleh DPN Seknas Jokowi, sebagai upaya mengawal program kerakyatan Presiden Jokowi serta komitmen mendekatkan pemerintahan ke rakyat dan mendekatkan rakyat kepada pemerintahnya,” tulis seknas Jokowi.

Selain itu, hadir pula Bupati Flores Timur, Anton Gege Hadjon serta Ketua DPRD Flores Timur, Robert Rebon Kereta.

Untuk diketahui, usaha yang dijalankan Perempuan Dasa Wisma di Desa Sukutokan, Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur, NTT adalah menyiapkan kebutuhan pokok masyarakat berupa sembako dan usaha produktif tenun ikat.

Untuk usaha produktif tenun ikat, kelompok tersebut selalu menenun setiap hari dengan motif  yang sangat indah dan hasilnya di jual ke pasar. Keelompok tersebut akan diatur oleh ketua kelompok untuk mengatur penjualan sembako serta mengurus pinjaman anggota dalam bentuk barang atau sembako.

Saat ini mereka mengeluh usaha yang dijalankan kolaps karena pendapatan mereka berkurang. Pasar mulai lesuh dan modal mulai habis akibat rendahnya daya beli masyarakat. Pada akhirnya mereka hanya bisa bertahan menjual sembako bagi anggota. Itu pun dalam bentuk utang piutang.

Saat ini mereka menginginkan adanya bantuan modal untuk membeli bahan baku pembuatan tenun ikat serta penambahan modal untuk memulai usaha penjualan sembako saat masa pandemic Covid-19 berakhir.

Rambun Tjajo kepada media mengaku, Seknas Jokowi tidak berhenti mengawal komitmen kerakyatan yang di bangun oleh Presiden Jokowi.  Sebagai organisasi jaringan rakyat, yang telah berjuang untuk menjadikan Jokowi Presiden dua periode, Wakil Ketua Umum Seknas Jokowi ini secara tegas menyampaikan bahwa rakyat di pedesaan perlu di sapah, diberi penguatan baik secara moril maupun materiil agar mereka menjadi kuat di situasi dunia lagi menghadapi pandemic covid-19.

“Kami akan hadir dan bersinergi dengan pemerintah untuk mengetahui secara langsung kondisi rakyat di tingkat bawah. Mereka perlu disapah, di kuatkan, agar semangat untuk membangun Negara dari desa terus digalakan melalui usaha-usaha produktif di desa-desa,” ujarnya.

Kali ini, menurutnya, melalui pengurus DPW Seknas Jokowi NTT, pihaknya akan bertemu langsung dengan warga di sana, khususnya perempuan Dasa Wisama yang telah berjuang membangun ekonomi keluarga secara berkelompok.

“Kita ingin memberi apresiasi kepada mereka, mendorong dan memberi semangat kepada mereka,”ujar Rambun.

Senada dengan Rambun, Bendahara Umum Ismarilda menegaskan hal yang sama.

Menurut Isma, Seknas Jokowi adalah organisasi resmi yang tidak lelah terus mengawal pemerintahan Jokowi melalui jaringannya.

“Kali ini yang disasar adalah rakyat Nusa Tenggara Timur yang ada di desa-desa terpencil. Mereka layak untuk diperhatikan, diajak berdialog dan menemukan solusi bersama mereka dalam membangun kehidupan ekonomi mereka di tengah pandemic Covid-19,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Flores Timur, Anton Gege Hadjon yang juga Ketua DPC PDI-Perjuangan Flores Timur mengatakan, program menyapa warga oleh Seknas Jokowi adalah bentuk dukungan serta komitmen mengawal Pemerintahan Jokowi serta program-program pro rakyat.

“Seknas Jokowi telah menunjukan sebuah metode yang tepat bagi pemerintah, untuk mendengar aspirasi dan keluhan rakyat di tingkat desa secara langsung. Teknology digital, akan mempertemukan seluruh komponen di Negara ini, untuk bicara tentang nasib rakyat,”

“Kami beri apresiasi kepada Seknas Jokowi dan mengucapkan selamat bertemu pada saat kegiatan ini berlangsung. Juga kepada Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, terimakasih sudah mau bertemu dengan warga kami di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur,” Ungkap Anton Hadjon.

Sementara Ketua DPRD Flores Timur, Robert Rebon Kereta yang juga Sekretaris DPC PDI-Perjuangan mengatakan, dirinya akan hadir sebagai bentuk dukungan parlemen terhadap upaya cerdas yang dilakukan Seknas Jokowi untuk hadir langsung di tengah-tengah warga, khususnya di Kabupaten Flores Timur.

“Semoga pawai kerakyatan ini bisa memberi harapan kepada rakyat untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemic covid-19 berkepanjangan,” tutupnya.

//delegasi (*/tim)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Dinas PMD Berharap BUMDes Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi  Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Manek, berharap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat menggerakkan roda perekonomian di desa agar berkembang dan meningkat. BUMDes juga diharapkan fokus mengelola potensi yang ada di desa.