Home / Hukrim / Seorang Gadis di Aesesa Mbay Diperkosa Sepupu Kandung
Ilustrasi pemerkosaan//Foto: Istimewa

Seorang Gadis di Aesesa Mbay Diperkosa Sepupu Kandung

MBAY, Delegasi.Com –  Seorang gadis berinisial YG(25), diperkosa YP(25) sepupu kandungnya sendiri di Kecamatan Aesesa Kota Mbay, Rabu (31/10/2019)

 

Data yang dihimpun Kamis (31/10/2019) yang dirilis pos kupang menyebutkan, korban kasus pemerkosaan adalah seorang gadis beralamat di Kelurahan Lape Kecamatan Aesesa Kota Mbay Kabupaten Nagekeo.

 

Korban diduga diperkosa di rumahnya sendiri pada Rabu (30/10/2019) sekitar pukul 10.00 Wita saat orangtua korban sedang tidak berada ditempat.

Adik kandung dari YG (25), PP (23) menjelaskan dirinya yang memergoki perbuatan pelaku.

“Yang ada di rumah hanya mereka berdua (pelaku dan korban). Saya dapat (lihat) sendiri (perbuatan) mereka. Kaka (korban) tidur sudah dalam keadaan telanjang, terus saudara laki-laki (pelaku) pengaruh lihat saya, dia sembunyi di balik pintu. Dia tidak pakai celana. Dia hanya pakai baju. Terus saya tanya ke kaka (korban), dia kasi tahu polos-polos,” ungkap PP (23)

PP (23) mengatakan saat pertama kali melihat perbuatan bejat pelaku, dirinya langsung berteriak histeris meminta pertolongan warga tetangga.

“Pas saya liat mereka, saya langsung teriak. Saya tanya ke dia (pelaku), kenapa kau buat saudari sendiri begini? dia malah jawab dengan santai, tidak apa-apa, tidak hamil,” cerita PP (23) meniru ucapan terduga pelaku.

PP (23) mengaku tak pernah menyangka sepupunya itu tega berbuat tidak senonoh kepada kakaknya yang sejak kecil telah mengalami disabilitas.

“Saya tidak sangka, kita pikir dia (pelaku) sudah anggap (korban sebagai) saudari sendiri. Eh ini malah dia buat begini,” ucap PP.

PP (23) mengaku tak lama setelah perbuatannya dipergoki pelaku langsung melarikan diri.

“Tadi untung saya teriak-teriak, orang tidak datang. Kalau datang, saya suruh pukul dia (pelaku) sampai mati juga baik,”ujarnya.

Ia mengaku terduga pelaku adalah saudara sepupu korban yang tinggal satu rumah dengan korban sejak orang tuanya meninggal pada saat dia masih kecil.

Ia mengaku terduga, pelaku tidak memiliki pekerjaan tetap dan sudah memiliki istri yang kini sedang hamil.

“Dia punya isteri sekarang ada di Boawae. Kemarin baru berhenti kerja di SR karena hamil. Kalau dia (pelaku) kerja tidak jelas. Kadang menyaing rumput, kadang kasih makan sapi. Kalau malas di sini, dia ke Boawae,” ujarnya.

Ia mengaku ia dan sang ayah sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Aesesa.

Ia berharap agar Polisi secepatnya menangkap pelaku dan memproses secara hukum yang berlaku.

Kapolsek Aesesa AKP Ahmad membenarkan kejadian pemerkosaan tersebut.
AKP Ahmad mengatakan pihaknya langsung menerima laporan, membuat laporan, mendatangi TKP dan menangkap pelaku.

AKP Ahmad menegaskan pelaku sudah diamankan dan tahan di sel Mapolsek Aesesa.

//Delegasi.Com(*/hermen jawa)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

AMPAS Desak Polda NTT Segera Usut Rekaman Berbau SARA yang diduga Ketua DPRD Kota Kupang

KUPANG,DELEGASI.COM—Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Sara (AMPAS) Kupang menggelar aksi demontrasi ...