Home / OPINI / Telat Nota KUA PPAS, APBD Flotim Goncang dan Tunda Paket Infrastruktur Besar
Paripurna Penyampaian Nota Pengantar KUA PPAS RAPBD tahun 2020, di Gedung Bale Gelekat Lewotana, Senin, 11/11/2019, Pagi. (Delegasi.Com/BBO)

Telat Nota KUA PPAS, APBD Flotim Goncang dan Tunda Paket Infrastruktur Besar

LARANTUKA, Delegasi.Com – Penyampaian Nota Pengantar Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) sebagai Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Flores Timur, Tahun Anggaran 2020 telah dilakukan Bupati Antonius Hubertus Gege Hadjon,ST, Senin, 11/11/2019 akhirnya berjalan mulus, meski telat dari waktu yang ditetapkan yakni Jumat (8/11/2019).

Nota KUA PPAS yang dibacakan langsung Bupati Anton Hadjon itu menempatkan total Alokasi Belanja Daerah tahun 2020 yang diperkirakan sekitar Rp. 1.159.553.607.862.

Dengan target belanja tidak langsung 60,12 persen dan belanja langsung 39,88 persen.

Kebijakan pembiayaan daerah ini, sebut Bupati Anton Hadjon, untuk menutup desifit anggaran, dan penyertaan modal pemerintah daerah pada badan usaha milik negara atau daerah. Maupun badan usaha jenis lainnya.

Bupati Anton Hadjon saat memberikan keterangan pers terkait KUA PPAS tahun 2020 di ruang kerjanya, Senin, 11/11/2019, Siang. (Delegasi.Com/BBO)

 

Diharapkan, dengan adanya kebijakan pembiayaan tersebut berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah,”tambahnya.

“Sehubungan dengan hal ini, maka pendapatan daerah pada tahun 2020 ditargetkan sebesar Rp. 1.157.453.607.862. Meningkat 0,67 persen dari tahun 2019, dengan rinciannya sebagai berikut:, Pendapatan Asli Daerah Rp. 76.591.574.890, Dana Perimbangan Rp.858.457.852.000, serta Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Rp.222.404.180.882,”tandas Anton Hadjon.

Ia menambahkan, kebijakan pengelolaan belanja ini diarahkan mendukung kebijakan dan program strategis, terutama untuk mendukung kebutuhan dana program prioritas strategis yang memiliki nilai tambah.

“Ini disusun dengan pendekatan money follow programs, dengan memastikan bahwa hanya program yang benar-benar bermanfaat yang dialokasikan. Bukan sekedar karena tugas dan fungsi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersangkutan,”tohoknya lagi.

Hal tersebut, sambung Anton Hadjon, bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanaan anggaran serta memperjelas efektivitas dan efisiensi pelaksanaannya.

“Alokasi belanja ini diarahkan untuk memenuhi urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan memenuhi kebutuhan sesuai prioritas pembangunan daerah pada tahun 2020 dalam rangka pelaksanaan misi Selamatkan Orang Muda, Tanaman Rakyat, Infrastruktur dan Laut,”ujarnya lagi.

Wakil Ketua DPRD Flotim, Yoseph Paron Kabon,ST, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 11/11/2019. (Delegasi.Com/BBO)

 

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Flotim, Yosep Paron Kabon, ST saat ditemui di ruang kerjanya meminta Pemerintah agar lebih ketat pengalokasian anggaran agar bisa maksimal.

Mengingat, beban fiskal APBD Flotim kali ini cukup berat maka harus ada selektif ketat seperti pembiayaan infrastruktur yang tidak begitu penting bisa dipending saja.

Dan, lebih diarahkan pada kesejahteraan rakyat seperti kesra dan honor pegawai daerah. Menghadapi tuntutan pusat terkait iuran BPJS yang naik 100 persen. Serta konsentrasi menghadapi turnamen El Tari Memorial Cup tahun 2021 di Flotim,”tegasnya.

“Iyah, suka atau tidak suka, APBD Flotim kali ini agak goncang. Karena itu, kedua lembaga ini mesti berani ambil resiko tunda proyek infrastruktur lainnya yang tak terlalu mendesak. Cukup.selamatkan infrastruktur yang mendesak seperti stadion sepak bola untuk perhelatan El Tari Memorial Cup tahun 2021. Apalagi, waktu penyampaian KUA PPAS pun agak molor dari jadwal yang sudah ditetapkan,”pungkasnya.

Paron Kabon juga meminta jajaran Anggota Dewan dan pemerintah agar fokus saat pembahasan agar target waktu yang sudah ditetapkan bisa terpenuhi.

“Kami optimis bisa tuntaskan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan,”tutupnya.

Pantauan wartawan, paripurna Nota Pengantar KUA PPAS tahun 2020 agak molor dari jadwalnya.

Meski agak molor tapi ruang sidang paripurna di Bale Gelekat Lewotana dipenuhi jajaran Anggota Dewan dan Eksekutif.

//Delegasi.Com (BBO)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Memupuk Sikap Antisipasi Bencana

“Kasus bencana badai Seroja yang meluluhlantahkan beberapa kabupaten/kota di NTT (5 April 2021) lalu bisa ...