Home / Hukrim / Tokoh Masyarakat Desa Riangduli Minta Pamrih Cup 2019 Ditutup
Tim Aksioma Lamapaha FC dan Nagadarat Lamabelawa, bersama Panitia Pamrih Cup 2019, saat bertemu Askab Flotim yang diwakili Yitno Wada, Selasa, 15/10/2019 di Kantor Askab Flotim, Larantuka. (Delegasi.Com/BBO)

Tokoh Masyarakat Desa Riangduli Minta Pamrih Cup 2019 Ditutup

LARANTUKA, DELEGASI.COM – Kemelut turnamen Sepak Bola Pamrih Cup 2019 di Desa Riangduli, Witihama Adonara yang hingga kini tak berujung . Diminta agar ditutup secara resmi guna menghindari konflik terbuka antar klub yang bisa meluas menjadi konflik antar wilayah.

Demikian pernyataan tegas yang disampaikan Tokoh masyarakat Desa Riangduli, Bapak Seberan Kuroumang kepada Delegasi.Com saat dihubungi, Minggu, 15/12/2019, Malam.

Menurutnya, jauh lebih baik jika pihak berwenang segera mengambil sikap tegas menutup secara resmi turnamen itu.

Apalagi, secara internal di Desa Riangduli pun, selama turnamen berjalan hingga masalah AKSIOMA Lamapaha FC Vs NAGADARAT Lamabelawa FC, Panitia yang diketuai Gabriel Gawe Lela tak pernah berkoordinasi secara baik dengan tokoh masyarakat setempat untuk mencari jalan keluar terbaik.

“Olehnya, selaku Tokoh masyarakat Riangduli, Kami menolak turnamen ini dilanjutkan dalam suasana masih kemelut seperti sekarang. Akan jauh lebih baik dihentikan dan ditutup secara resmi. Apalagi, sudah masuk Hari Raya Natal, 25 Desember 2019,”pungkasnya serius.

Pihaknya, bahkan meminta Panitia untuk jangan berbuat ulah memaksakan diri lagi yang justru membuat hubungan antar desa dan wilayah kian tidak baik.

Dikatakannya, bagaimana bisa lanjut kalau secara internal Desa Riangduli saja, Panitia tidak pernah berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk tokoh masyarakat.

Tokoh Masyarakat Desa Riangduli, Bapak Seberan Kuroumang. (Delegasi.Com/BBO)

 

“Ini yang membuat Kami kecewa. Mereka Panitia pikir masalah ini bisa diurus sendiri. Gara-gara ulah mereka hubungan antar desa pun jadi rusak. Dan, buktinya turnamen ini terhenti sampai sekarang. Sehingga lebih baik ditutup secara resmi saja, daripada bikin pusing Kami juga,”pungkasnya keras.

Sementara itu, Tokoh masyarakat Desa Lamapaha, Bone Lama Diri juga menganjurkan agar lebih baik pihak berwenang tak lagi mengijinkan turnamen berlanjut.

“Jauh lebih baik ditutup secara resmi saja. Daripada buat semua orang jadinya repot. Padahal, urusan ini sampai berkepanjangan karena ulah Panitia sendiri yang selalu melanggar kesepakatan yang sudah dibuat bersama,”tegasnya, serius.

Informasi yang dihimpun media, belum lama ini Panitia mengirim lagi utusannya bertemu pihak Aksioma Lamapaha FC untuk mencari jalan damai, namun belum menuai hasil baik.

Sementara Kapolres Flotim, AKBP. Dennys Abrahams,SH.S.IK kepada media menegaskan, tak akan mengeluarkan ijin untuk lanjutkan turnamen Pamrih Cup 2019, sebelum Panitia menyelesaikan urusannya dengan semua pihak.

Sementara Ketua Panitia Gabriel Gawe Lela dan Kades Riangduli, Lego Ola belum bisa dikonfirmasi lagi hingga kini.

Padahal, saat bertemu Wakil Ketua Askab Flotim, Yitno Wada, 15 Oktober 2019 di Kantor Askab Flotim, keduanya nyatakan siap menyelesaikan kemelut ini dengan membuat keputusan yang arif dan bijaksana bagi semua pihak manajemen klub yang saat ini bermasalah.

//delegasi (BBO)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

AMPAS Desak Polda NTT Segera Usut Rekaman Berbau SARA yang diduga Ketua DPRD Kota Kupang

KUPANG,DELEGASI.COM—Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Sara (AMPAS) Kupang menggelar aksi demontrasi ...