Home / OPINI / Warga Dampek Minta Paket Nomor 3 HARMONI Selesaikan Masalah Perbatasan Ngada dan Matim

Warga Dampek Minta Paket Nomor 3 HARMONI Selesaikan Masalah Perbatasan Ngada dan Matim

Borong-Delegasi.com- Warga Dampek, Kecamatan Lamba Leda meminta calon gubernur NTT Benny K. Harman segera selesaikan konflik perbatasan Manggarai Timur (Matim) dan Ngada yang hingga saat ini masih menggantung.

Permintaan itu disampaikan Marthen (57), salah satu tokoh masyarakat Dampek saat bertatap muka dengan calon gubernur NTT, Benny K. Harman di Aula  Paroki Dampek, Selasa (20/2/2018).

Kehadiran BKH, paket No 3 dengan tagline HARMONI  di Dampek itu merupakan bagian safari politik Calon gubernur untuk berkampanye  yang memasuki hari ke lima di zona tiga .

Zona 3 (tiga) meliputi Manggarai Raya, Ngada dan Nage Keo.

“Kami punya harapan terhadap pak Benny. Kami berharap, konflik perbatasan Matim-Ngada bisa diselesaikan jika bapak BKH terpilih”, ungkap Marten..

Dihadapan warga, Benny Harman, berjanji akan menyelesaikan konflik perbatasan itu jika dipercaya masyarakat memimpin NTT.

“Masalah perbatasan antara wilayah kabupaten adalah wewenang Guburnur. Itu adalah amanah undang-undang.

Jika saya dipercaya menjadi gubernur, saya akan menyelesaikan konflik itu.

Saya akan menggerahkan pihak keamanan untuk mengamankan keputusan gubernur dalam menyelesaikan konflik perbatasan itu”, ungkap BKH yang di sambut tepuk tangan meriah massa pendukung yang hadir.

Selain masalah perbatasan, BKH menyinggung juga  soal jalan provinsi. Dia berjanji akan  membenahi  jalan provinsi di wilayah itu.

“Saya juga akan membenah seluruh jalan-jalan provinsi di wilayah ini. Sehingga mobilitas masyarakat petani bisa lebih mudah menjangkau perkotaan untuk memasarkan hasil komuditinya,” tutup BKH. //delegasi(juan pesau)

 

Editor : Hermen Jawa

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Bupati Flotim ke 5 Bapak Simon Petrus Soliwoa Tutup Usia

LARANTUKA-DELEGASI.COM– Baru saja dikabarkan, Bupati Flores Timur ke 5 periode 1984-1989, Bapak Simon Petrus Soliwoa ...