Aktor Yoga Pratama Jadi Perampok Muda di Sumba

  • Bagikan
aktor
Peran Yoga Pratama (33) menjadi seorang perampok muda di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia bahkan juga paling disayang oleh sang kepala perampok di sana.

Jakarta, delegasi.com – Artis peran Yoga Pratama (33) menjadi seorang perampok muda di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia bahkan juga paling disayang oleh sang kepala perampok di sana.

Demikian deskripsi peran yang dilakoni Yoga untuk film Marlina The Murderer In Four Acts atau Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak.

“Saya berperan sebagai Franz. Dalam kelompok perampok, saya jadi perampok paling yunior yang masih anak bawang, tapi sangat disayang sama kepala perampoknya,” kata Yoga dalam konferensi pers film tersebut di auditorium Institut Francais Indonesia (IFI), kepada kompas.com,Selasa (6/12/2016) sore.

Bagi Yoga, bermain sebagai perampok bukan sebuah hal yang membuatnya tertantang. Tantangan itu ia dapatkan lantaran berperan sebagai seorang pemuda asli Sumba yang khas dengannya.

“Salah satu yang paling menarik dan menantang adalah saya sebagai pemuda Sumba. Saya lama di Jakarta dan Sumba asing sekali buat saya. Tapi justru itu yang buat saya tertarik main,” katanya.

Guna mendalami karakternya itu, Yoga bersama para pemain lain menjalani latihan dialek Sumba selama dua bulan yang ditambah dua bulan untuk reading atau latihan skenario bersama pelatih akting.

Tak sampai di situ, Yoga juga mencoba berinteraksi dengan penduduk Sumba asli, khususnya dengan para pemuda lokal.

Workshop empat bulan kurang lebih di Jakarta. Begitu sampai di Sumba, kami observasi. Kami jalan-jalan ke pasar, interaksi sama mereka, mampir di rumah adat, diceritain tentang kain tenunan. Terus observasi dengan pemuda-pemuda di situ,” ujarnya.

Marlina The Murderer in Four Acts berkisah tentang seorang janda bernama Marlina yang memenggal kepala seorang perampok, Markus (Egi Fedly), yang mendatangi rumahnya. Marlina kemudian membawa kepala si perampok dalam sebuah perjalanan ke kantor polisi.

Film yang disutradarai oleh Mouly Surya ini mendapat subsidi Aide aux cinemas du monde dari Kementerian Komunikasi dan Kebudayaan dan Kementerian Luar Negeri Prancis. Film ini diagendakan tayang tahun depan.//delegasi(kompas.com)

Komentar ANDA?

  • Bagikan