Home / Ekbis / Produksi Pertanian di Wilayah Utara Flores Tidak Maksimal

Produksi Pertanian di Wilayah Utara Flores Tidak Maksimal

Kupang, Delegasi.Com – Produksi pertanian di wilayah Utara Flores khususnya Ende sampai Ngada selama ini dinilai tidak maksimal karena jumlah petugas penyuluh tidak intensif melakukan pendampingan kepada para petani di wilayah potensial dimaksud.

Demikian Anggota DPRD NTT dari Fraksi Partai Gerindra, Kasintus P. Ebu Tho kepada wartawan di Kupang, Kamis(7/2/2019).

Kasintus Ebu Tho biasa disapa Maxi mengatakan, jumlah petugas penyuluh pertanian harus diperbanyak, karena jumlah yang ada saat ini terlalu sedikit. Idealnya, satu orang tenaga penyuluh menangani satu desa. Namun yang terjadi selama ini, satu orang penyuluh menangani empat sampai lima desa. Akibatnya, pendampingan atau penyuluhan yang diberikan kepada petani tidak maksimal.

“Kita harus memperkuat desa dengan menempatkan satu petugas di setiap desa. Minimal 75 persen petugas harus berada di desa bersama petani,” kata Maxi.

Lebih lanjut wakil rakyat asal daerah pemilihan Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka ini menyatakan, untuk meningkatkan produksi pertanian, pemerintah harus melakukan langkah- langkah riil di lapangan. Alat mesin pertanian (alsintan) harus ditambah karena traktor tangan dan traktor besar jumlahnya sangat minim. Selain itu, pupuk dan benih harus turun tepat waktu sesuai musim tanam dan kebutuhan usia tanaman.

“Kalau pemerintah tidak mampu melakukan langkah-langkah strategis untuk menjawabi keluhan masyarakat, produksi pertanian tidak akan maksimal sebagaimana diharapkan,” tandas Maxi.
//delegasi(mario)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Potret Indeks Desa Membangun di NTT

KUPANG, DELEGASI.COM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur merilis Potret Indeks Desa Membangun (IDM) tahun ...