Home / Pendidikan / Lebu Raya: Saya Dibesarkan PMKRI
Kupang
Lebu Raya: Saya Dibesarkan PMKRI

Lebu Raya: Saya Dibesarkan PMKRI

Kupang, Delegasi.Com– Gubernur Frans Lebu Raya menyatakan, dirinya adalah kader dan dibesarkan organisasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

“Saya masuk PMKRI dan setelah itu keluar dan mendirikan organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang,” kata Lebu Raya pada perayaan Dies Natalis ke- 54 dan Pelantikan Anggota Baru PMKRI Cabang Kupang di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (25/10).

Lebu Raya menngatakan, PMKRI Cabang Kupang adalah organisasi yang besar di NTT. Sebagai gubernur, dirinya merasakan PMKRI telah memberikan banyak sumbangsi terhadap kemajuan daerah NTT.

“Sumbangsi yang diberikan PMKRI itu, selain kader- kadernya mengisi posisi– posisi penting dalam pemerintahan dan politik, juga karena organisasi PMKRI selalu memberi masukan kepada pemerinta melalui saran dan kritik,” ungkap Lebu Raya.

Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno menyampaikan proficiat dan apresiasi terhadap PMKRI Cabang Kupang yang masih menjaga eksistensinya sebagai organisasi pembinaan dan pengkaderan di NTT. PMKRI banyak melahirkan kader hebat.

Ia mengingatkan, PMKRI Cabang Kupang harus terus memberi perannya terhadap pembangunan daerah melalui kritikan dan masukannya terhadap pemerintah.

“PMKRI dan Cipayung adalah organisasi yang wajib kita jaga di NTT ini,” tegas mantan ketua HMI Kupang ini.

Ketua PMKRI Cabang Kupang, Marko Gani menyampaikan, di usianya yang ke- 54, PMKRI telah melahirkan banyak kader, baik bidang pemerintahan maupun politik. Perbedaan kepentingan dan pilihan politik sering membuat kader- kader PMKRI bermusushan. Imbasnayanya adalah kepentingan PMKRI, baik ke dalam maupun ke luar terabaikan terutama dari sisi persaudaraan anggota PMKRI.

“Di usianya yang terbilang dewasa ini, PMKRI mesti lebih membuka diri dan harus mampu berdamai antara sesama kader. Kita harus mampu berdamai secara internal. Perbedaan politik tidak mesti membuat kita saling bermusuhan,” tegas Marko.

Ia menjelaskan, berangkat dari realita dan refleksi, angkatan PMKRI yang dilantik diberi nama angkatan Perdamaian.

Marko menambahkan, independensi harus tetap dijaga. Fungsi kontrol sosial mesti terus dikumandangkan guna terselenggaranya pemerintahan dan pembangunan yang baik di NTT. //Delegasi (juan)

Komentar ANDA?



About Delegasi Online

Check Also

Dinas P&K Provinsi NTT Telah Mendata Kerusakan Sekolah Akibat Badai Seroja

KUPANG- DELEGASI. COM– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur telah mendata dan memverifikasi ...