Atraksi Caci, Ketika Para Petarung Flores Saling Adu Pukul

  • Bagikan
adu adu tanding
Tari Caci digelar di Lapangan Batu Cermin, Kabupaten Managgarai Barat, Nusa Tenggara Timur dalam rangkaian Festival Komodo 2017, Kamis (2/3/2017).(ARSIP KEMENPAR)/kompas.com

Borong, Delegasi.com –Berbagai cara dilakukan warga untuk memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia di pelosok Nusantara.

Dirilis kompas.com, dari pelosok Flores, Nusa Tenggara Timur, pemerintah kecamatan/kota bersama dengan kepala desa dan warga menampilkan atraksi caci khas Manggarai Timur.

Baca Juga : Broker Forex Terbaik Yang Resmi di Rilis BAPPEBTI 2023

Selama dua hari, Rabu (16/8/2017) dan puncaknya Kamis (17/8/2017) atraksi caci digelar di halaman Kantor Kecamatan Kota Komba di Waelengga.

Camat Kota Komba, Herman Jebarus kepada Kompas.com, Kamis (17/8/2017) menjelaskan panitia menyiapkan atraksi caci untuk memeriahkan perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus.

Caci merupakan atraksi budaya khas warga Manggarai Timur. Ini merupakan warisan leluhur orang Manggarai Timur yang harus dilestarikan sehingga pada perayaan hari kemerdekaan selalu ditampilkan.

Pada hari pertama atraksi caci antara warga Desa Gunung dengan warga Desa Mokel Morit. Mereka bermain caci satu lawan satu dengan saling memukul.

Jebarus menjelaskan, selain atraksi caci, juga ada Mbata dan Danding yang dibawakan warga dua desa tersebut.

“Menarilah caci bersama warga Manggarai Timur dan bertandinglah dengan jujur sesama pemain caci. Atraksi caci adalah atraksi persaudaraan dan persahabatan antar-sesama warga di Manggarai Timur,” katanya.

Pantauan Kompas.com, Rabu (17/8/2017), ratusan warga menonton dan menyaksikan petarung-petarung hebat dari berbagai desa.

Bahkan turis mancanegara yang melintasi jalan transflores di Waelengga berhenti dan menonton serta nengabadikan momen langka tersebut melalui kameranya.//delegasi(kmps/hermen)

Komentar ANDA?

  • Bagikan