google-site-verification=DqeGIBnXUYs0HKVFvHdBfmKMQ2Rf18FTXisPMPCrO2Q

Gubernur Laiskodat Dorong Mahasiswa UPG 1945 berpikir Out of the Box

  • Bagikan
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memasuki Kampus UPG 45 Kupang//Foto: Delegasi.com(ISTIMEWA

“Mahasiswa dan civitas akademika UPG 1945 harus berpikir out of the box. Artinya menggunakan cara pikir dan cara kerja yang baru,  karena cara berpikir lama sudah tidak muat lagi. Jadi, harus pakai box yang baru, agar dapat membangun kampus UPG 1945 ini dan NTT menjadi lebih baik,” Viktor Bungtilu Laiskodat

 

KUPANG, DELEGASI.COM – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mendorong segenap Civitas Akademika Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT untuk berpikir out of the box (berpikir melampaui batasan diri, red), agar dapat membangun lembaga UPG 45 menjadi lebih baik dan membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan di NTT.

“Mahasiswa dan civitas akademika UPG 1945 harus berpikir out of the box. Artinya menggunakan cara pikir dan cara kerja yang baru,  karena cara berpikir lama sudah tidak muat lagi. Jadi, harus pakai box yang baru, agar dapat membangun kampus UPG 1945 ini dan NTT menjadi lebih baik,” tegas Laiskodat saat memberikan kuliah umum terbatas di aula lantai III Kampus UPG 1945, Senin (22/11/21).

Menurutnya, bila bicara tentang sustainability, maka  rantai nilai menjadi penting. Ia menjelaskan bahwa agar suatu pemerintahan atau kampus atau  lembaga bisa bertahan, maka orang-orang yang ada di dalam lembaga itu dan yang menjalankan lembaga itu (UPG 45, red) harus bisa menganalisis rantai nilai.

Ia mencontohkan  rantai nilai pada komoditi jagung. Menurutnya banyak rantai nilai jagung yang putus; mulai dari  pengolahan lahan sampai panen. Hal ini disebabkan karena manusia atau SDM manusia yang mengelolanya kurang kompeten sehinga untuk tanam jagung saja, banyak rantai nilai yang harus disuplai dari luar (luar NTT, red) yakni bibit jagung, pupuk, dan sebagainya.

Hal tersebut menurutnya, menunjukan kebergantungan kita pada pihak lain.

Baca Juga:

Terlibat Tindak Pidana Anggota Polri Dapat Dipecat

6 Sertifikat sebagai Agunan PT Budimas Pundinusa Untuk Kredit Rp 130 Miliar di Bank NTT Diduga Bodong

“Itu artinya kita bergantung pada pihak lain. Kalau bergantung, maka ekonomi kita akan menjadi buruk,” tandasnya.

Terkait dengan kompetensi yang dimaksud, Gubernur Laiskodat mendorong mahasiswa UPG 45 untuk melakukan riset sesuai dengan kebutuhan masyarakat NTT, dan mengaplikasikan ilmu secara konkrit yakni produk yang bisa dirasakan masyarakat.

“Ilmu yang ada di kepala itu harus diwujudkan secara konkrit, misalnya produk, kebijakan, dan lain-lain, jangan hanya abstrak di kepala,”pintanya.

Sementara itu, Ketua Badan Penyelenggara Harian (BPH) UPG 45, Samuel Haning selaku moderator kuliah umum tersebut mengungkapkan rasa bangganya, karena UPG 45 merupakan saksi bisu awal perjuangan Laiskodat menjadi Gubernur NTT.

“Tempat ini (UPG45, red) bersejarah, karena di tempat ini  adalah tempat awal diskusi perjuangan VBL menjadi calon gubernur Provinsi NTT. Oleh karena itu UPG 45 berbangga hari ini bisa dikunjungi Gubernur NTT,” ungkap Sam Haning dengan wajah sumringah.

Baca Juga:

Ini Pesan Gubernur Laiskodat untuk Kontingen NPC NTT Peparnas XVI Papua 2021

Gubernur NTT Minta Harus Lakukan Riset dan Kajian Potensi Pertanian Daerah

Pria yang akrab disapa Paman Sam itu pun meminta, agar Gubernur Laiskodat selaku Kepala Pemerintahan di Provinsi NTT senantiasa memberikan support pada UPG 45 agar ke depan UPG 1945 dapat terus eksis, menghasilkan generasi muda NTT yang berkualitas.

Rektor UPG 1945 NTT, David Selan pada kesempatan bicaranya di awal acara tersebut menambahkan harapan dan dukungan dari pemerintah NTT bagi UPG 1945  NTT,  agar UPG 45 ada dan tetap ada.Karena menurutnya di UPG 45 NTT, banyak orang dididik dan dibina  sekaligus dibentuk untuk menjadi manusia dan pemimpin NTT yang berkualitas. Ia meminta Pemprov NTT mau  berkolaborasi dengan UPG 45 dalam menghasilkan manusia NTT yang berkualitas dan membawa NTT keluar dari kemiskinan.

//delegasi(tim)

Komentar ANDA?

  • Bagikan