Puisi: Senandung Suci Bermata Bening

Foto:Ilustrasi

Oleh: Ivon Wea, Mahasiswa FKM Undana

 

Senandung Suci Bermata Bening

 

Detak waktu yang terus teriring

Menunjuk waktu untuk tuk berteduh

Tepat seperti janji suci

Tangis merdu menyapa hari

 

Telah hadir sejuta mimpi

Senandung suci bermata bening

Telah hadir putri  yang dinanti

Elok parasnya menggoda hati

 

Memeluk erat seakan tak mau lepas

Memuja ia bagaikan malaikat

Waktu dan musim kian berganti

Ia pun anjak bersama waktu

 

Kerapuhan kian membawa peluh

Duka nestapa membawa petaka

Ditengah peluh ia tetap tumbuh

Menahan niat mengukir mimpi

 

Tanamkan baja di dalam hati

  Kian tahun beranjak dewasa

Kembali peluh yang menyapa

Lagi lagi petaka hadir bertanya-tanya didalam hati

Apakah harus sampai disini

#Ivon Wea

Jadikan Aku Wanita Tangguh

 

Dikala hening terus mencekam

Rasa hati ingin mengadu

Memohon berkat pada sang pencipta

Menghilang senduh yang tak merekah

Diteman oleh seberkas cahaya lilin

Seribu harapan kuutarakan

Hati ini terasa damai

 

Bila didekap dengan jubah cinta Mu

Dengan tersipuh malu ku mencoba bersyukur

Menyampaikan niat hati berteduh

Merenung hidup yang terus meredup

Jadikan aku wanita tangguh

Hanya pada Mu aku mengadu

Menimbah iman demi akhirat

Komentar ANDA?