Maju Sebagai Calon Gubernur, Kristo Blasin : Ingin Berguna Bagi Rakyat

  • Bagikan
calon
“Saya tidak mau kalau saat ingin menjadi calon kepala daerah, kita meminta-minta dukungan rakyat, namun setelah menjadi kepala daerah kita lupa berbuat hal-hal yang benar-benar berguna bagi rakyat,” Kristo Blasin

Kupang, Delegasi.com – PENAMPILANNYA sederhana. Santun dan berwibawa. Ia tegas dan memegang prinsip hidup. Pilihan kata yang diucapkannya, menunjukkan kematangan emosionalnya. Pemikiran, ide dan sepak terjangnya dalam politik memberikan label alias branding baginya sebagai politisi ‘bersih’.

Itulah Kristo Blasin. Salah satu putera terbaik NTT yang mendapat dukungan masyarakat untuk menjadi bakal calon gubernur (bacagub) NTT periode 2018-2023 mendatang.

Kristo Blasin yang ditemui wartawan terkait persiapan Barisan Relawan Kristo (BRK) untuk mendeklarasikan dirinya sebagai bacagub NTT dikediamannya, Selasa (21/2/17), mengatakan, persiapan deklarasi yang sedang dilakukan BRK merupakan wujud keseriusan dukungan masyarakat yang patut diapresiasi.

“Apalah artinya seorang Kristo Blasin tanpa dukungan rakyat. Karena itu, dukungan tersebut harus diimbangi dengan motivasi, keiklasan dan niat yang tulus untuk bekerja dan berjuang bersama rakyat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama. Karena apalah artinya seorang Kristo kalau nantinya tidak berguna bagi rakyat,” ujar Kristo dengan sorot mata yang tulus.

Keberpihakan Kristo pada rakyat kecil tak perlu diragukan lagi. Bagi anak kampung Lere, Desa Egon Gahar, Mapitara, Sikka ini, sudah semestinya rakyat kecil mendapat prioritas atau menjadi sasaran utama dari berbagai program pembangunan di NTT.

“Saya tidak mau kalau saat ingin menjadi calon kepala daerah, kita meminta-minta dukungan rakyat, namun setelah menjadi kepala daerah kita lupa berbuat hal-hal  yang benar-benar berguna bagi rakyat,” ujar mantan pegiat LSM yang sudah banyak ‘makan garam’ dengan masyarakat kecil.

Bagi Kristo, menjadi pemimpin adalah menjadi pelayan masyarakat. Karena itu, ketika seseorang bersedia dicalonkan sebagai kepala daerah, maka ia harus mengabdikan dirinya untuk kepentingan rakyat.

“Jadi ketika terpilih nanti, ia harus mengabdikan dirinya secara total untuk bekerja dan melayani rakyat yang telah mendukung dan memilihnya. Pemimpin harus benar-benar berguna bagi rakyat,” tandas Kristo dengan suara yang meyakinkan.

Ayahnya, Blasius Blasin dan Ibunya, Beatrix telah menanamkan kesederhaan, sopan-santun dan kejujuran sejak Kristo masih kanak-kanak. Pendidikannya di STFK Ledalero, Sikka semakin mematangkan nilai-nilai dan prinsip hidup yang ditanamkan orang tuanya.

Karena itu, sebelum mendapat ‘lampu hijau’ dari PDIP, Kristo yang dikenal santun dalam berpolitik ini tak mau ‘menyodor-nyodorkan’ dirinya sebagai bacagub NTT dari Partai Demokrasi Perjuangan  Indonesia (PDIP). Baginya ada hirarki partai dan prosedur internal partai yang harus ditaatinya. Ia tak mau mencederai orang-orang disekitarnya, terutama teman-teman seperjuangannya. Ia tak mau kalau pencalonan dirinya akan menimbulkan konflik internal di PDIP.

Namun setelah ia dipanggil Ketua DPD PDIP NTT, Frans Lebu Raya yang memintanya untuk mensosialisasikan dirinya sebagai salah satu bacagub NTT, Krito Blasin pun mulai ‘mengibarkan benderanya’.

Bak gayung bersambut, kesediaan Kristo mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Kristo yang mengelilingi 22 kabupaten/kota di NTT dalam waktu sebulan terakhir, mendapat respon positif dan dukungan dari berbagai kalangan masyarakat karena Kristo Blasin memang sudah dikenal sebagai politisi ‘bersih’. Sepak terjangnya selama 3 periode di DPRD NTT menorehkan track recordnya sebagai politisi santun dan bersih dari masalah politik, KKN maupun masalah lainnya.//delegasi(sf/faby)

Komentar ANDA?

  • Bagikan